Wawancara dengan Michio Kaku
Dinosaurus Cerdas dan Alam Semesta Hidup
(c) Stefan Thiesen, 2003
Untuk penggunaan pribadi dan non-komersial dipersilahkan; untuk penggunaan komersial hubungi saya di thiesen@uni-muenster.de
Transkrip Wawancara Astronom dan Penulis Sains, Stefan Thiesen Ph.D. (disingkat ST), dengan Profesor Michio Kaku (disingkat MK) pada tanggal 4 Oktober 2003 di Interlaken, Swiss; juga menghadirkan Editor SZ dan Penulis, Peter Fiebag (disingkat PF), dan mahasiswa fisika dan Mahasiswa Peneliti AAS, Patrick Grete (disingkat PG).
ST: Saya pikir hal yang paling menarik bagi para pembaca majalah berkisar pada tipe-tipe peradaban yang berbeda-beda, dan juga kepadatan [populasi] peradabannya. Apa pendapat Anda, pendapat berdasar, tentang jumlah peradaban yang mungkin ada di setiap galaksi atau di galaksi kita?
MK: Ehmm, ini sulit. Namun demikian, para astrofisikawan telah berspekulasi apakah di galaksi kita – bukan galaksi hipotetis, tapi benar-benar di galaksi kita – atau di galaksi lain ada peradaban tipe tiga. Dan pertanyaan besar yang kita punya adalah, jika memang tiga tipe itu ada, apakah kita cukup maju untuk mendeteksi mereka – untuk mendeteksi kehadiran mereka? Mungkin yang berikut terdengar seperti pertanyaan bodoh, seandainya ada sebuah peradaban galaktik tipe tiga yang hebat: apakah kita mengetahuinya? Jawaban yang akan diberikan oleh kebanyakan ilmuwan mungkin adalah “tidak”. Barangkali kita sangat primitif sehingga tidak mengetahui bahwa di halaman belakang kita ada peradaban tipe tiga. Seperti itulah primitifnya teknologi kita. Kita tidak mengetahui frekuensi komunikasi yang mereka gunakan, kita tidak mengetahui bagaimana ia berfungsi, kita tidak mengetahui apa motivasi mereka, itulah maksudnya tentang betapa primitifnya kita. Namun, masalahnya adalah kita selalu berasumsi bahwa mereka sama seperti kita, hanya saja lebih maju. Kita berasumsi bahwa cara mereka menggunakan radio sama dengan kita. Kita berasumsi bahwa mereka memiliki jenis-jenis teknologi yang sama dengan kita, hanya saja lebih hebat. Saya kira ini adalah kekeliruan besar, karena menurut saya String Theory itu, seandainya ia benar, menunjukkan bahwa seharusnya kelak ada banyak revolusi, banyak revolusi yang akan terjadi berkenaan dengan energi, pemahaman materi, pemahaman gravitasi, dan saya kira adalah keliru jika kita ingin memaksakan pemikiran tipe nol kita pada peradaban tipe tiga.
ST: Ya. Menurut saya kita bisa mengambil sebuah perumpamaan dari Erich von Daniken, di mana ia menyamakan masalah ini dengan suatu suku pedalaman yang mencoba berkomunikasi dengan pesawat jet dengan memakai drum bongo. Read more…


