Anjing pun Divonis Hukum Rajam

(Sumber: Media Indonesia, Minggu 19 Juni 2011, hal. 12)

Hukum rajam ternyata tidak hanya dilakukan terhadap manusia. Seekor anjing pun ternyata bisa menjadi pesakitan dan divonis hukuman dengan cara dilempari batu sampai mati tersebut. Hal inilah yang terjadi pada seekor anjing liar di Kota Yerusalem. Pengadilan yang digelar pada rabi Yahudi di Distrik Mea Shearim menjatuhkan hukuman tersebut karena yakin anjing itu merupakan reinkarnasi seorang pengacara yang telah menghina hakim. Menurut situs Ynet, sejak dua pekan lalu anjing itu berada di lingkungan pengadilan keuangan dan tidak mau pergi. Peristiwa itu langsung mengingatkan para rabi atas peristiwa 20 tahun lalu ketika seorang hakim mengutuk seorang pengacara dengan menyebutkan rohnya akan masuk ke dalam tubuh anjing jika ia meninggal.

Bergelimang Dosa dan Dusta

Oleh: Ahmad Syafii Maarif
(Sumber: Kompas, Selasa 6 September 2011, hal. 6)

Bergelimang dalam bahasa Indonesia berarti penuh berlumur atau sarat dengan. Maka, bergelimang dosa dan dusta berarti penuh berlumur atau sarat dengan dosa dan dusta. Apakah kultur kita sudah sedemikian busuk dan buruknya sehingga harus muncul sebagai judul seperti ini?

Ada sumber yang mengatakan bahwa setoran pajak yang masuk ke pundi-pundi negara hanya sekitar 20 persen dari penarik pajak? Lalu bagaimana yang 80 persen? Tentu telah menguap entah ke mana karena si penarik telah bergelimang dalam dusta. Tahun 1980-an, Soemitro Djojohadikusumo mengatakan bahwa kebocoran APBN mencapai 30 persen.

Ramai-ramai merampok
Siapa yang membocorkan, tentu para pendosa dan pendusta. Keadaan buruk dan hitam ini kabarnya belum berubah sampai sekarang. Mungkin malah semakin tak terkontrol oleh negara yang tak punya kepemimpinan yang tegas dan kuat.

Jika memang kenyataannya demikian, APBN 2011/2012 dengan nominal lebih sedikit dari Rp 1.400 triliun, yang akan menguap sekitar Rp 420 triliun. Sebuah angka raksasa yang sungguh mengerikan. Skandal Bank Century yang berjumlah Rp 6,7 triliun, yang menurut Jusuf Kalla tidak lain dari rampasan atas keuangan negara, tentu bagian penting dari gelimang dosa dan dusta. Maka, tidaklah aneh jika segelintir pejabat, sipil, polisi, tentara, dan pengusaha hitam punya kekayaan melimpah ruah karena memang didapat melalui transaksi korup dan dusta. Read more…

NU Nilai Pemerintah Turut Lunturkan Kedaulatan

(Sumber: Media Indonesia, Minggu 19 Juni 2011, hal. 1)

Pernyataan keprihatinan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara terus dikumandangkan berbagai lapisan masyarakat. Nahdlatul Ulama (NU) kemarin menyatakan keprihatinan karena dominasi kekuatan asing di Indonesia hingga menghancurkan kedaulatan negeri sendiri.

Keprihatinan itu dikemukakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di Jakarta pada peringatan hari lahir ke-85 NU.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara itu, antara lain Ketua MPR Taufiq Kiemas, mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, dan Ketua Umum Hanura Wiranto. Hadir pula sejumlah duta besar dan perwakilan negara sahabat. Read more…

Memohon Perlindungan dari Setan

(Sumber: Muhammad Isa Dawud, “Dialog dengan Jin Muslim” (diterjemahkan oleh Afif Muhammad dan H. Abdul Adhiem), Bandung: Pustaka Hidayah, Cet. XII, Oktober 1997, hal. 191-192)

Salah seorang di antara kaum Salaf bertanya kepada muridnya, “Apa tindakanmu ketika setan menggodamu untuk melakukan kesalahan?” Sang murid menjawab, “Saya akan melawannya.”

“Kalau dia kembali menggodamu?” tanya sang guru.

“Saya akan melawannya lagi,” jawab muridnya.

“Kalau dia tetap kembali lagi?” tanya sang guru pula. Read more…

Hikmah dari Seekor Ulat Merah

(Sumber: Mohamad Zaka Al Farisi, “Like Father Like Son, Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah”, Bandung: MQ Gress, Cet. II, Maret 2008, hal. 268-269)

Siang itu, Nabi Daud sedang duduk di dalam mihrab. Seperti biasa, beliau membaca kitab Zabur. Ketika itulah, tanpa sengaja beliau melihat ada seekor ulat merah sedang merayap sangat perlahan.

“Apa yang Allah kehendaki dengan ulat merah ini? Memangnya, ulat ini bisa apa?” ujar Nabi Daud dalam hati.

Atas kehendak Allah, ulat merah itu bisa berbicara. Read more…

Agar Iblis Menderita

(Sumber: Mohamad Zaka Al Farisi, “Like Father Like Son, Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah”, Bandung: MQ Gress, Cet. II, Maret 2008, hal. 40-41)

“Demi Dzat yang telah melaknatmu! Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan,” kata Nabi Isa dengan suara lantang ketika iblis datang dengan maksud menggoda beliau.

Mendengar pertanyaan itu, iblis menjerembabkan diri ke tanah. Kemudian, tubuhnya berguling-guling.

“Seandainya Tuan tidak memintaku dengan nama Dzat yang telah melaknatku, aku tidak sudi menjawab pertanyaan Tuan.” Read more…

Pencuri versus ‘Abid

(Sumber: Mohamad Zaka Al Farisi, “Like Father Like Son, Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah”, Bandung: MQ Gress, Cet. II, Maret 2008, hal. 244-248)

Tersebutlah seorang pria yang berprofesi sebagai pencuri dan hidup di zaman Nabi Musa. Sudah empat puluh tahun profesi ini dia geluti.

Secara kebetulan, pada suatu hari pria ini melihat melihat Nabi Musa. Ketika itu, Nabi Musa sedang berjalan seorang diri. Terbersit di dalam benak si pria untuk mendekati Nabi Musa. Ada keinginan di dalam hatinya untuk ikut menemani perjalanan Nabi Musa. Dalam hati, si pria berujar, “Apabila aku berjalan bersama Nabi Musa, barangkali aku bisa mendapatkan secercah hikmah dari beliau.”

Namun, niat itu urung dilaksanakan. Setelah dipikir berkali-kali, si pria merasa tidak layak menemani perjalanan Nabi Musa. Dia merasa dirinya kotor penuh dosa. Mana boleh seorang pendosa mendampingi perjalanan seorang nabi suci, seperti Nabi Musa. Oleh karena itu, dia bergumam, “Aku seorang pencuri, sungguh tidak pantas pencuri sepertiku berjalan bersama seorang nabi yang mulia.” Read more…

Next Page »


Palestine Blogs - The Gazette

Authors

 

January 2012
M T W T F S S
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pengunjung

  • 32,887 orang

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.