Khalifah Umar dan Burung Pipit

Oleh: Budi Handrianto
Senin 13 Februari 2017
Sumber: Portal Islam

Khalifah Umar suatu saat berjalan di kota Madinah. Dilihatnya seorang anak kecil sedang mempermainkan seekor burung pipit. Umar muncul ibanya melihat si burung, lalu membelinya dan melepaskannya ke angkasa. Ketika Umar wafat, salah seorang ulama terkenal bertemu Umar dalam mimpinya.

“Apa kabar Umar?” tanya sang ulama. “Apa yang telah dilakukan Allah atas dirimu?”

“Allah telah mengampuniku dan melewatkan segala dosaku.”

“Apa sebabnya? Apa karena kedermawananmu? Keadilanmu? Atau karena zuhudmu yang membuatmu acuh tak acuh terhadap dunia?”

Umar menggeleng.

Katanya kemudian, “Ketika kalian menguburkanku dan menutupiku dengan tanah serta meninggalkanku sendiri, datang dua malaikat yang menakutkan aku. Akalku hilang, gemetar sendi-sendi tulangku. Dua malaikat itu mengambilku dan mendudukkanku, hendak menanyaiku. Tapi tiba-tiba muncul suara tanpa sosok yang menghardik keduanya. ‘Tinggalkan hamba-Ku ini, jangan kalian takut-takuti. Aku menyayanginya dan segala dosanya telah Kuampuni, karena dia telah menyayangi seekor burung pipit di dunia. Pahalanya, Kusayangi dia di akhiratnya.’

*****

Orang yang berbelaskasih akan dikasihi Ar-Rahman, karena itu kasihsayangilah mereka yang di muka bumi, niscaya kamu dikasihsayangi mereka yang di langit.
(HR Bukhari)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s