Doa Abdullah bin Jahsy

(Sumber: Imam Ahmad Ibnu Nizar, “Nabi Sulaiman dan Burung Hudhud”, Yogyakarta: DIVA Press, Cet. I, Mei 2009, hal. 243-245)

Telah maklum bahwa Perang Uhud (tahun ketiga Hijriah) merupakan upaya balas dendam kafir Quraisy yang terkalahkan ketika di medan Badar. Ketika itu, prajurit Rasulullah berjumlah seribu melawan tiga ribu tentara Quraisy yang tertata rapi.

Dikisahkan oleh Ishaq bin Sa’ad bin Abi Waqash bahwa menjelang Perang Uhud terjadi, seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Jahsy berkata kepada Sa’ad bin Abi Waqash, “Wahai Sa’ad, mari kita berdoa kepada Allah agar kita dapat menggapai syahid di medan ini!” begitu ajak Abdullah.

Maka, keduanya lantas mencari tempat yang agak sunyi, kemudian Allah berdoa dengan sangat khusyuk, “Wahai Tuhanku, aku bersumpah dengan asma-Mu, jika saja aku besok bertemu dengan musuh, maka hadapkanlah kepadaku orang yang begitu kekar, sigap dalam menyerang, dan tangkas dalam bergerak. Aku akan segera menyerbunya dengan niat yang ikhlas karena-Mu, kendati hidungku harus terpotong atau telingaku harus terpangkas, bahkan kendati perutku harus terburai. Hal ini aku maksudkan jika saja Engkau nanti di altar kiamat memanggilku seraya menanyakan, ‘Wahai Abdullah, siapa yang memotong hidung dan telingamu serta yang membuat perutmu terburai?’ Maka, akan segera aku jawab, ‘Wahai Tuhanku, itu semua demi membela agama-Mu?’”

“Dengan jawaban seperti itu,” kata Abdullah, “harapanku akan segera mendapat jawaban dari-Mu, ‘Benar, memang betul kau berbuat demikian hanya ikhlas karena Aku dan demi membela Rasul-Ku.’”

“Selanjutnya,” sambung Abdullah lagi, “aku akan mendapat kebahagiaan yang abadi selamanya.”

Ketika perang telah berkecamuk sampai menjelang matahari tenggelam, sepasang telinga dan daging hidung tampak tersangkut di sebuah tali sebagai pertanda doa mukhlis yang diperkenankan Allah.

*****
“Membenci kematian merupakan tanda bahwa hati seseorang masih terhinggapi keraguan terhadap akhirat. Sebab, seorang kekasih, dalam kondisi bagaimanapun, tidak akan menghindar bertemu dengan Dia Yang dikasihinya.”
(Ats-Tsauri dan Bisyr al-Hafi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s