Teladan dalam Khauf (Takut kepada Allah)

Kamis 1 Oktober 2015
(Sumber: www.muslimahzone.com)

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Rabb mereka. Dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Rabb mereka. Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Rabb Mereka. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. Mereka itulah orang-orang yang bersegera untuk berbuat kebaikan, dan merekalah orang-orang yang pertama-tama memperolehnya.” (Al Mukminun: 57-61)

Imam Thirmidzi meriwayatkan, Aisyah berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini, apakah yang dimaksud di sini orang-orang yang meminum arak, berzina, dan mencuri?” Rasul shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “ Bukan begitu wahai putri Ash Shiddiq. Tetapi mereka orang-orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah. Mereka takut jika amalannya tidak diterima. Merekalah yang bersegera dalam kebaikan.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim)

Aisyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, jika cuaca berubah dan angin bertiup kencang, beliau mondar-mandir, keluar masuk kamar. Yang demikian itu karena beliau takut akan adzab Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Abdullah bin As-Syikhkhiir meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam jika akan memulai shalat terdengarlah dari dada beliau gemuruh seperti air yang mendidih dalam bejana. (HR. An Nasai, Abu Dawud, At Tirmidzi, Imam Ahmad, dan Ibnu Hibban)

Abu Bakar Ash Shiddiq berkata, “Duhai, seandainya aku adalah sehelai rambut yang tumbuh di tubuh seorang mukmin.” Jika beliau berdiri shalat, tak ubahnya seperti sebatang kayu (tidak bergerak) karena takut kepada Allah.

Umar bin Khattab pernah membaca surat At Thur. Ketika sampai pada ayat 7, “Sungguh, azab Rabbmu pasti benar-benar terjadi,” beliau menangis dan semakin menghebat tangis beliau sampai beliau sakit, dan orang-orang pun menjenguk beliau. Kemudian saat menjelang ajal, beliau berkata kepada sang putra, “Anakku, letakkan pipiku di atas tanah, mudah-mudahan Allah mengasihiku.” Lantas beliau berkata, “Celakalah aku, jika Allah tidak mengampuni ku.” Begitu beliau ucapkan tiga kali dan beliau pun wafat.

Beliau juga pernah membaca suatu ayat di malam hari. Ayat itu membuatnya begitu takut sehingga beberapa hari beliau tidak keluar rumah. Dan orang-orang pun menjenguknya. Pada wajah beliau ada dua buah garis hitam lantaran banyak menangis. Kepadanya, Abdullah bin Abbas pernah berkata, “Allah telah meramaikan berbagai kota dan membukakan berbagai negeri dengan tanganmu.” Mendengar itu Umar berkata, “Aku ingin kalau bisa meninggalkan dunia ini tanpa pahala dan tanpa dosa.”

Diambil dari buku Tazkiyatun Nafs, Konsep Penyucian Jiwa Menurut Ulama Shalafushshalih, karya Dr. Ahmad Farid

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s