Sabiliku Bangkit: Sabili yang Terlahir Kembali

Oleh: Taufiq Kurniawan
7 Juni 2014
(Sumber: www.dakwatuna.com)

Pekan-pekan ini, dunia media kembali diramaikan oleh hadirnya sebuah majalah: Sabiliku Bangkit. Melirik nama dan pengelola media ini, ingatan kita tentu langsung akan mengarah ke media besar yang pernah berjaya di negeri ini: Majalah Islam Sabili. Ya, Sabiliku Bangkit merupakan majalah Islam Sabili yang terlahir kembali.

Sabiliku Bangkit

Cover Majalah Sabiliku Bangkit. (taufiqkurn)

Nampaknya, pendiri dan pengelolah Sabiliku Bangkit sengaja menggunakan nama itu untuk mengingatkan kembali mereka yang pernah menjadi pembaca setia Majalah Sabili, dan sekaligus meneguhkan kembali sosok Sabili asli yang karena berbagai faktor sejak awal 2013 tidak terbit lagi.

Kesuksesan Majalah Sabili yang pernah menjadi majalah dengan oplah terbesar di Indonesia dengan jumlah 120.000 eksemplar per edisi pada awal tahun 2000-an, menjadi harapan bahwa majalah Sabiliku Bangkit bisa sesukses Sabili.

Tiras Sabili yang pernah begitu luar biasa mengindikasikan sesungguhnya umat Islam benar-benar haus akan bacaan yang bermutu, tegas dan aspiratif. Kenaikan suara Parpol Islam (berbasis umat Islam) pada Pemilu 2014 menunjukkan tumbuhnya kerinduan dan kecintaan umat terhadap institusi yang dapat menyuarakan aspirasi umat. Menjamurnya kelompok-kelompok pengajian maupun kajian keislaman di kantor-kantor, kampus/sekolah maupun perumahan kelas menengah atas adalah potensi besar untuk menjadi pembaca/pelanggan setia media Islam.

Sabiliku Bangkit memiliki visi Menyebarkan gagasan Islam ke tengah masyarakat  untuk membangun peradaban mulia bersendikan tauhid dengan bingkai akhlakul karimah.

Adapun misi Sabiliku Bangkit adalah:

  • Dakwah, yakni  menyebarluaskan ajaran Islam yang utuh, lengkap dan universal baik dalam tataran konsep maupun implementasi.
  • Rahmah, isi majalah baik tulisan, liputan, foto dan lain-lain ditujukan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.
  • ‘Adalah, konsep dan visi penulisan dan pemberitaan Sabiliku Bangkit harus fair, akurat dan berpihak hanya pada kebenaran.
  • Ukhuwah,  Sabiliku Bangkit berperan merajut  dan melekatkan ukhuwah Islamiyah serta menjauhi pertikaian dan perpecahan, baik dalam skala nasional, regional maupun internasional, kecuali yang jelas-jelas menyimpang dari islam atau di luar islam seperti : Syiah, Ahmadiyah dan lain-lain.
  • Ishlah, pemberitaan dan penulisan Sabiliku Bangkit diarahkan untuk mewujudkan perbaikan terus menerus (continous improvement) dengan menjadikan tauhid sebagai landasan dan akhlakul karimah sebagai bingkai.

Sabiliku Bangkit tampil dengan rubrik-rubrik menarik yang dinantikan para pembacanya. Antara lain: Bahasan Utama yang merupakan rubrik liputan dan kajian mendalam atas peristiwa terkini dilihat dari sudut pandang khas yang tidak ada di media lain. Ada juga Ibroh, rubrik yang meneropong peristiwa kini dengan sudut pandang sirah nabawiyah dengan kajian mendalam dan referensial. Media ini juga menyajikan rubrik Konsultasi, Tarqiyah, Tadabbur, Tafakur dan rubrik ‘lama’ lainnya yang relatif sudah dikenal pembacanya.

Anda juga akan disuguhi rubrik Prophetic Management, sebuah rubrik yang menyajikan cara-cara bermuamalah dan berbisnis dengan spirit kenabian. Diharapkan rubrik ini menjadi bacaan kalangan profesional muda di perkantoran-perkantoran. Jangan lewatkan juga Cerber khas Sabiliku Bangkit yang pada edisi perdana  mengangkat judul Balada Orang-orang Pergerakan. Tema ini akan mengajak Anda para aktivis Islam yang berusia 50 tahunan untuk mengenang kembali nuansa pergerakan di era tahun 80-an.

Cover edisi perdana Sabiliku Bangkit yang terbit 6 Juni 2014 menampilkan judul Prabowo-Hatta Akankah Laksana Umar dan Hamzah. Pembaca akan disuguhi kajian dari perspektif lain terhadap sosok Prabowo dan Hamzah.

Yang membuat majalah ini berbobot karena media ini dikelola langsung oleh wartawan-wartawan senior seperti M. Zainal Muttaqin (Pendiri dan Pemred Sabili terbitan 1988 dan 1998), Hepi Andi Bastoni (Redaktur Majalah Sabili di era 2005-2007 yang juga sempat menjadi Pemred Majalah al-Mujtama tahun 2008-2010), A.M. Furkon (wartawan senior majalah Sabili tahun 2000-an), Herry Nurdi (Mantan Pemred Majalah Sabili tahun 2008), Eman Mulyatman (Pemred Majalah Sabili tahun 2011), Anshari Taslim (Mantan Redaktur Majalah Islam GOZIAN), Artawijaya (Mantan Redaktur dan wartawan senior Majalah Sabili serta penulis dan editor Penerbit Pustaka al-Kautsar).

Selain didukung jaringan distribusi yang luas, nama yang sudah dikenal, Sabiliku Bangkit juga ibarat bermain tanpa lawan. Hari ini nyaris tidak ada media Islam yang beredar sejenis Majalah Islam Sabili.

One thought on “Sabiliku Bangkit: Sabili yang Terlahir Kembali

  1. Wah baru tahu sekarang saya kalau Majalah Sabili ada lagi. Telat setahun berarti saya. Padahal ini bacaan rutin di masa muda, referensi para pemuda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s