Warisan Paling Berharga

Oleh: Andy Sulistiyanto
(Sumber: Oase, eL-Ka hal 32, Sabili No. 16 TH. XVI 26 Februari 2009 / 1 Rabiul Awal 1430)

Dikisahkan pada suatu hari Abu Hurairah ra berdiri di pasar kota Madinah. Kemudian ia berkata kepada para pedagang, “Wahai para pedagang mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?”

Mereka bertanya kebingungan, “Ada apa kiranya, ya Abu Hurairah?” Lalu Abu Hurairah menjawab, “Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad saw telah dibagi-bagikan, kalian masih saja berada di sini. Apakah kalian tidak ingin mengmabli bagian kalian?”

Dengan keinginan yang meluap-luap mereka bertanya serius, “Di mana ya Abu Hurairah?” “Di Masjid Rasulullah,” jawab Abu Hurairah. Setelah diberitahu demikian, para pedagang itu segera bergegas pergi ke Masjid Rasulullah saw, sedangkan Abu Hurairah tetap di situ dan tidak ikut pergi.

Namun tak berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar. Lalu Abu Hurairah bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian kembali?” Mereka menjawab dengan nada kesal, “a Abu Hurairah, kami telah datang ke Masjid Rasulullah, tapi setibanya di sana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagi-bagikan oleh Rasulullah.”

Abu Hurairah bertanya lagi memancing, “Apakah kalian tidak melihat seorang pun di dalam Masjid?” “Kami hanya melihat orang-orang yang sedang shalat, mengaji al-Quran, dan ada sebagian sedang mempelajari soal-soal yang halal dan haram,” jawab para pedagang itu agak sewot.

Mendengar uraian para pedagang tersebut, Abu Hurairah pun menjelaskan, “Wahai para pedagang, ketahuilah itulah warisan Muhammad saw yang paling berharga untuk kalian semua.”

——————————————————————————————————————————————————

“Ingatlah bahwa Islam itu berputar, maka berputarlah kamu bersama Islam ke mana saja ia berputar. Ketahuilah bahwasanya penguasa dan al-Quran akan berpisah, maka janganlah kamu berpisah dari al-Quran.” (Hadits)

“Akan datang satu zaman pada umatku di mana mereka lari (menjauhkan diri) dari (ajaran dan nasehat) ulama dan fuqaha. Maka (akibatnya) Allah Taala menimpakan tiga bencana atas mereka. Pertama, Allah mengangkat (menghilangkan) keberkahan dari usaha mereka. Kedua, akan diturunkan penguasa yang zalim untuk mereka. Ketiga, mereka keluar dari dunia (mati) tanpa membawa iman.” (Imam Nawawi al-Bantani)

——————————————————————————————————————————————————

One thought on “Warisan Paling Berharga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s