NU Nilai Pemerintah Turut Lunturkan Kedaulatan

(Sumber: Media Indonesia, Minggu 19 Juni 2011, hal. 1)

Pernyataan keprihatinan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara terus dikumandangkan berbagai lapisan masyarakat. Nahdlatul Ulama (NU) kemarin menyatakan keprihatinan karena dominasi kekuatan asing di Indonesia hingga menghancurkan kedaulatan negeri sendiri.

Keprihatinan itu dikemukakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di Jakarta pada peringatan hari lahir ke-85 NU.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara itu, antara lain Ketua MPR Taufiq Kiemas, mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, dan Ketua Umum Hanura Wiranto. Hadir pula sejumlah duta besar dan perwakilan negara sahabat.

Menurut Said Aqil, pemerintah dan berbagai kebijakan yang dibuatnya turut menyumbang susutnya kedaulatan negara. “Rakyat merasakan betapa besar pengaruh asing ini melalui kebijakan negara sepanjang kekuasaan negeri ini,” urainya dalam tausiah itu.

Pemerintah dalam berbagai dimensi turut melunturkan kedaulatan negeri ini. Dia mencontohkan kebijakan dalam bidang eksplorasi sumber daya alam yang terlalu melibatkan asing. “Itu sebabnya di negeri ini tidak ada kedaulatan pangan dan begitu dominannya penguasaan asing atas sumber daya alam kita,” tambah dia.

Sebagai bangsa yang merdeka, Indonesia selayaknya menggunakan kedaulatan secara penuh dalam menentukan kebijakan tanpa disubordinasikan kepentingan negara lain. Hubungan dengan negara lain tidak boleh menghilangkan kemandirian negara. “Kita tidak boleh menukar kedaulatan negara dengan bantuan yang diberikan negara lain, perusahaan multinasional, dan lembaga multilateral,” terangnya.

Dominasi dan intervensi asing terhadap Indonesia terjadi karena utang Indonesia yang sangat besar. Namun, utang jangan dijadikan alat untuk mendudukkan negara ini di bawah intervensi dan dominasi asing. Indonesia punya harga diri yang harus dipertahankan.

Karena itu, katanya, NU tetap berkomitmen memperjuangkan kedaulatan RI dengan mengedepankan kesadaran nasional dan kebangsaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s