Hikmah dari Seekor Ulat Merah

(Sumber: Mohamad Zaka Al Farisi, “Like Father Like Son, Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah”, Bandung: MQ Gress, Cet. II, Maret 2008, hal. 268-269)

Siang itu, Nabi Daud sedang duduk di dalam mihrab. Seperti biasa, beliau membaca kitab Zabur. Ketika itulah, tanpa sengaja beliau melihat ada seekor ulat merah sedang merayap sangat perlahan.

“Apa yang Allah kehendaki dengan ulat merah ini? Memangnya, ulat ini bisa apa?” ujar Nabi Daud dalam hati.

Atas kehendak Allah, ulat merah itu bisa berbicara.

“Ya Nabi, Allah mengilhamkan supaya aku membaca, ‘Subhaanallaahu wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar’ sebanyak 1000 kali setiap hari. Malamnya, Allah mengilhamkan supaya saya membaca, ‘Allaahumma salli ‘alaa muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa sahbihi wa sallim’ 1000 kali.“

Nabi Daud tercengang mendengar jawaban si ulat.

“Nah, sekarang apa yang akan kamu katakan supaya aku memperoleh manfaat darimu?” lanjut si ulat merah.

Nabi Daud hanya terdiam dan malu mendengar perkataan si ulat. Ternyata, makhluk mungil yang ada di dekatnya ini sungguh pandai. Menyesal rasanya telah menganggap remeh ulat kecil itu. Serta-merta, beliau pun bertobat kepada Allah atas kekhilafannya.

——————————————————————————————————————————————————

“Orang yang berakhlak mulia ialah yang malu apabila perkataannya lebih besar daripada perbuatannya.” (Ulama)

——————————————————————————————————————————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s