Salman al-Farisi Gubernur yang Santun

(Sumber: Mohamad Zaka Al Farisi, “Like Father Like Son, Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah”, Bandung: MQ Gress, Cet. II, Maret 2008, hal. 188-190)

Salman al-Farisi adalah salah seorang sahabat Rasulullah saw. Dari namanya saja orang dapat mengenal dengan mudah bahwa Salman berasal dari Persia. Perjalanan masuk Islam Salman juga cukup unik dan menarik.

Semasa hidupnya, Salman pernah menjabat sebagai gubernur di salah satu wilayah kekuasaan umat Islam. Sekalipun menjabat sebagai orang nomor satu di wilayahnya, beliau tidak merasa sombong. Jabatan gubernur dipandangnya sebagai amanah yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Kedudukan tinggi tidak mengubah kepribadian beliau yang rendah hati, ramah, penyantun, dan penolong terhadap sesama manusia.

Kejadian berikut ini rasanya cukup menggambarkan pribadi luhur Salman. Waktu itu, Salman sedang berjalan seorang diri melihat-lihat keadaan rakyat. Di sebuah tempat sepi, Salman berpapasan dengan seorang lelaki paruh baya yang sedang memikul karung yang cukup berat. Orang itu tampaknya kelelahan, apalagi di tengah terik matahari yang panas menyengat. Melihat ada orang yang lewat di depannya, langsung saja lelaki itu menarik Salman dengan kasar dan menyuruhnya memikul barang.

Salman hanya tersenyum melihat kelakuan orang itu. Tanpa berkomentar sepatah kata pun, beliau melakukan apa yang diminta lelaki itu. Dengan agak kasar, lelaki itu menyuruh Salman memikul karungnya sampai ke tempat yang dituju.

Di tengah perjalanan, mereka melewati seseorang yang sedang beristirahat. Spontan, orang itu berdiri dan memberi salam kepada Salman. Alangkah terkejutnya dia melihat Salman memikul karung.

Merasa penasaran, orang itu berkata, “Pak, apakah Bapak tahu orang yang memikul karung Bapak adalah Salman, gubernur negeri ini?”

Kontan lelaki itu terperanjat saking kagetnya mendengar kata gubernur. Betapa dia telah berlaku kurang ajar kepada pemimpin negeri ini. Lelaki itu langsung menyusul Salman yang sudah berjalan agak jauh. Lalu, dia menurunkan karung dari atas pundak Salman sambil berkali-kali meminta maaf.

Namun, dengan enteng Salman menjawab sambil memikul kembali karung itu, “Tidak apa-apa. Saya akan memikul karung ini sampai ke rumahmu.”

——————————————————————————————————————————————————

“Akhlak pribadi yang sejati yang baik maupun yang buruk akan terungkap pada waktu orang memegang tampuk kekuasaan.” (Pepatah)

——————————————————————————————————————————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s