Meratapi Mayit

Oleh: Salim H.J.
Sumber: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur (Hal. 77)
Penerbit LINTAS MEDIA Jombang

Al-Faqih Abu Laits berkata: “Menangisi mayit dengan meratap adalah haram, tidak mengapa jika hanya sekadar menangis tanpa disertai ratapan, ssedangkan sabar adalah lebih utama. ALLAH Ta’ala selalu menepati janji akan memberikan pahala dengan tanpa dihisab kepada orang yang bersabar ketika ditimpa musibah.”

Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau pernah bersabda: “Orang yang menangis dengan meratap, sementara orang yang ada di sekitarnya mendengarkan ratapan tangis tersebut, maka mereka semua mendapat laknat ALLAH dan laknatan para malaikat, juga mendapat laknat seluruh manusia.”

Diceritakan tatkala Hasan bin Ali meninggal dunia, maka istrinya menunggui kuburnya sampai satu tahun lamanya. Pada tahun pertama tiba-tiba ada suara yang sangat keras, sehingga suara itu bisa didengar dari arah kuburan: “Apakah kalian memperoleh apa yang telah tiada?” Dari arah yang lain mereka mendengar suara: “Bahkan kalian telah berbuat buruk, maka bubarlah kalian semua jangan meratapi Hasan bin Ali.”

Dijelaskan dalam suatu riwayat dari Rasulullah SAW: Sewaktu putra beliau, Ibrahim, meninggal dunia, maka mengalirlah air mata beliau. Lalu Abdurrahman bin Auf berkata kepada Nabi Muhammad SAW: “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah mencegah kami menangis?” Lalu Rasulullah SAW menjawab: “Sesungguhnya aku mencegah kalian untuk menghindari 2 suara yang hina, yaitu suara tangis yang disertai ratapan, dengan mencakari wajah dan merobek-robek saku baju. Yang kedua adalah suaranya nyanyian. Tetapi mengalirnya air mataku ini adalah rahmat ALLAH SWT menjadikan dalam hati orang yang penyayang.” Nabi SAW bersabda: “Bila hati sedang dirundung duka kesedihan, maka air mata akan mengalir.”

Diriwayatkan dari Wahib bi Kisan ra. berkata: “Sesungguhnya Umar ra. pernah melihat seorang wanita yang menangisi mayat, lantas ia mencegah wanita tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Tinggalkanlah wanita ini, wahai bapaknya Hafshah, bahwa mata yang menangis itu menunjukkan kesedihan hatinya….””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s