Upaya Setan Merobek Iman

Oleh: Salim H.J.
Sumber: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur (Hal. 66)
Penerbit LINTAS MEDIA Jombang

Disebutkan dalam suatu hadits: Ketika seseorang sedang dicabut ruhnya, maka datanglah setan, lalu duduk di dekat kepala orang itu, seraya berkata: “Tinggalkan agama ini, katakan bahwa Tuhan itu ada dua, sehingga kamu selamat dari kesakitan.” Jika terjadi peristiwa seperti ini merupakan bahaya yang sangat mengerikan dan menakutkan. Karenanya, hendaklah kalian selalu menangis dan dan merendahkan diri pada ALLAH dengan memperbanyak ibadah dan berdzikir kepada-Nya, agar selamat dari siksaan ALLAH.

Yang paling pedih siksaan seseorang menjelang ajalnya adalah dalam keadaan haus dengan terbakar. Pada waktu itu, setan mendapat kesempatan untuk melepas keimanannya. Setan datang di dekat kepalanya dengan membawa semangkuk air kental, kemudian setan menggerakkan mangkuk tersebut di hadapan orang mukmin tadi.

Orang mukmin itu berkata: “Berilah aku air.” Ia tidak mengetahui bahwa yang membawa mangkuk itu adalah setan. Setan kemudian berkata: “Katakan, bahwa tidak ada yang menciptakan alam ini. Setelah itu, aku akan berikan air ini kepadamu.” Jika orang itu dalam keberuntungan maka ia tidak akan menjawab sedikitpun dari permintaan setan yang menyesatkan.

Setan datang lagi dari arah kedua telapak kakinya dengan menggerak-gerakkan mangkuk yang berisi air. Orang mukmin itu berkata: “Berilah aku air.” Setan menjawab: “Katakan dulu, bahwa Rasul itu pembohong. Setelah itu, air ini akan aku berikan padamu.” Barangsiapa yang celaka, ia akan menjawab perintah sesat tersebut, karena tidak sabar atas kehausannya. Akhirnya keluarlah ia dari dunia ini dalam keadaan kafir. Na’udzubillahi min dzalik.

Sebaliknya barangsiapa yang beruntung ia akan mengembalikan ucapan setan tersebut, karena dirinya mengetahui siapa yang mengajak kekufuran dan kesesatan di saat ajalnya akan tiba, tidak lain adalah setan.

Manshur bin Ammar berkata: “Apabila telah dekat kematian seorang hamba, maka dirinya dibagi menjadi lima bagian, yaitu: 1). Hartanya untuk ahli waris, 2). Ruhnya untuk Malaikat Maut, 3). Dagingnya untuk makanan ulat, tulangnya untuk tanah, 4). Kebaikannya untuk musuhnya, 5). Setan untuk mencopot imannya.”

Ia berkata lagi: “Kalau ahli waris menghilangkan hartanya diizinkan, Malaikat Maut menghilangkan nyawanya diizinkan, ulat memakan dagingnya diizinkan, musuhnya menghilangkan kebaikannya diizinkan, semoga iman tidak hilang ketika mati, sebab hilangnya iman pasti berpisah dari agama Tauhid. Sedangkan pisahnya ruh dari jasad tidak berarti ia berpisah dengan Tuhannya. Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang terjadi setelah ia berpisah dengan ruhnya, kecuali ALLAH. Maka celakalah dia jika imannya sampai lepas di saat ruhnya berpisah dari jasadnya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s