Anggota Badan Menjawab Ketika Ruhnya Akan Dicabut

Oleh: Salim H.J.
Sumber: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur (Hal. 64)
Penerbit LINTAS MEDIA Jombang

Dikisahkan dalam suatu hadits: Ketika ALLAH ingin mencabut ruh seorang hamba, maka datanglah Malaikat Maut ke tempat hamba tadi dari arah mulutnya, maka keluarlah dzikir dari mulutnya, seraya berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini, sebab sudah lama lisan ini digunakan untuk berdzikir kepada ALLAH.” Malaikat Maut lalu kembali pada ALLAH, seraya berkata: “Demikian… dan demikian… (Malaikat Maut menyebutkan apa yang telah dialami).” Kemudian ALLAH Ta’ala berfirman: “Cabutlah nyawanya dari arah yang lain.”

Lalu Malaikat Maut datang lagi untuk mencabut ruh orang mukmin tadi dari arah tangannya. Maka keluarlah sedekah dengan berkata: “Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut nyawa hamba ini, karena ia telah menggunakan aku untuk bersedekah, menggunakan aku untuk mengusap kepala anak yatim, menggunakan aku untuk menulis qalam, dan juga menggunakan aku untuk memenggal leher orang kafir.”

Malaikat Maut lalu datang dari arah kakinya, maka kaki itu berkata: “Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut nyawa hamba ini dari arahku, sebab ia telah menggunakan aku untuk berjalan menuju tempat berjamaah, shalat hari raya, dan mendatangi majelis taklim.”

Selanjutnya Malaikat Maut datang dari arah telinga, maka telinga itu berkata: “Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut nyawa hamba ini, karena ia telah menggunakan aku untuk mendengarkan Al-Qur’an, adzan, serta dzikir.”

Malaikat Maut lantas datang dari arah matanya, maka mata itu berkata: “Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut nyawa hamba ini, karena ia telah menggunakan aku dalam memandang kasih sayang kepada kedua orangtuanya, serta untuk melihat wajah orang-orang shaleh.”

Akhirnya Malaikat Maut kembali kepada ALLAH melaporkan kendala yang ia hadapi dalam mencabut nyawa seorang hamba, seraya berkata: “Wahai Tuhanku, hamba-Mu telah berkata demikan… dan demikian…” ALLAH lantas berfirman: “Wahai Malaikat Maut, gantunglah Nama-Ku di atas telapak tanganmu, perlihatkan Nama-Ku kepada ruh hamba-Ku ini, sehingga ia bisa melihat Nama-Ku. Dengan demikian, engkau akan mudah mencabut ruh tersebut dari jasadnya.”

Malaikat Maut lalu menulis nama ALLAH di atas telapak tangannya, kemudian nama ALLAH tersebut diperlihatkan kepada ruh hamba yang shaleh itu, akhirnya ruh mau keluar dari jasadnya berkat Asma ALLAH tanpa ada rasa sakit sedikitpun yang dirasakan oleh hamba tadi ketika ruhnya dicabut keluar oleh Malaikat Maut. Dalam hal ini, ALLAH SWT berfirman:

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan ALLAH hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat ALLAH. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (QS. Az-Zumar: 22)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s