Mengenal Malaikat Maut

Oleh: Salim H.J.
Sumber: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur (Hal. 59)
Penerbit LINTAS MEDIA Jombang

Diciptakannya Malaikat Maut (Izrail) oleh ALLAH SWT adalah untuk memegang mati (pencabut nyawa). Setelah Malaikat Maut itu diberi tugas untuk mencabut nyawa, ia bertanya: “Ya Tuhanku, apakah gerangan maut itu?” Maka ALLAH SWT memerintahkan hijab untuk membuka (diri) dan tahulah Malaikat Maut akan kematian. Kemudian ALLAH berfirman kepada sekalian Malaikat, “Mendekatlah kamu semua dan lihatlah Malaikat Maut ini!” Setelah semua Malaikat mendekat, ALLAH berfirman kepada Malaikat Maut: “Terbanglah di atas mereka dan bentangkan seluruh sayapmu serta bukalah semua matamu!” Ketika Malaikat Maut menuruti semua perintah ALLAH SWT, sekalian malaikat pun tersungkur dan pingsan selama 1000 tahun.

Ketika para Malaikat telah siuman kembali, mereka bertanya kepada ALLAH SWT, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau menciptakan yang lebih besar dari makhluk ini?” ALLAH SWT berfirman, “Aku yang menciptakannya dan Aku lebih besar darinya. Seluruh makhluk akan merasakan darinya!” Kemudian ALLAH SWT melanjutkan firmannya: “Ya Izrail cabutan nyawa (mati) telah Aku pasrahkan kepadamu untuk mencabutnya!” Izrail bertanya, “Ya Tuhanku, dengan kekuatan apa aku mencabut nyawa, karena sesungguhnya mati itu lebih besar daripada aku?”

Kemudian ALLAH SWT memberi kekuatan pada Izrail, untuk mencabut mati, dan digenggamlah mati itu di tangannya. Dan maut (mati) itu berkata, “Ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk memanggil sekali saja seluruh langit!” ALLAH SWT pun mengizinkannya. Kemudian maut mamanggil seluruh langit dan isinya dengan suara yang keras: “Aku adalah Maut! Yang memisahkan tiap-tiap kekasih, aku adalah Maut yang memisahkan suami istri! Aku adalah maut yang memisahkan anak dengan ibunya! Aku adalah Maut yang memisahkan saudara laki-laki dengan saudara wanita! Aku adalah Maut yang meramaikan kubur! Meskipun kamu berada di gedung besi yang terkunci rapat, aku akan memburumu dan menemukanmu. Tidak ada seorang makhluk pun, kecuali akan merasakan aku!”

Sesungguhnya orang-orang kafir dan munafik adalah orang-orang yang celaka, ketika maut mendatangi mereka. Malaikat Adzab yang hitam mukanya turun di sisi kiri mereka, dengan mata melotot dan dengan memakai pakaian diri siksa (adzab). Lalu Malaikat Adzab duduk agak jauh dari si kafir, sampai datang Malaikat Maut. Untuk mencabut nyawa orang kafir dan munafik, Malaikat Maut datang dalam bentuk yang sangat menyeramkan.

Maka berkatalah orang kafir yang telah mati itu, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku berbuat amal shalih yang pernah aku tinggalkan.” Dan berfirman ALLAH SWT, “Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sedikitpun dan tidak pula mendahulukannya.”

Maka dicabutlah nyawa oleh Malaikat Maut. Jika orang itu beriman, maka ia akan berbahagia. Namun jika orang itu munafik ia akan celaka, karena apa yang diperbuatnya senantiasa dipantau dan amalannya ditulis dalam kitab, sebagaimana firman ALLAH SWT berikut ini:

“Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang-orang yang durhaka tersimpan dalam Sijjin.” (QS. al-Muthaffifin [83]: 7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s