Berdiri di Hari Kiamat

(Sumber:
www.tkj4u.co.cc/articles/43-islam/97-kedahsyatan-dan-kengerian-hari-kiamat.pdf)

Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Aisyah r.a. berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah s.a.w., Apakah yang cinta itu ingat pada kekasihnya pada hari kiamat?” Jawab Rasullullah s.a.w.: “Adapun di tiga tempat (masa) maka tidak ingat yaitu ketika ditimbang amal sehingga diketahui apakah ringan atau berat, ketika menerima lembaran catatan amal (suhuf) sehingga ia terima imma dari kanan atau dari kiri, dan ketika keluar dari neraka ular lalu mengepung mereka dan berkata, “Aku diserahi tiga macam: Orang mempersekutukan ALLAH SWT dengan yang lain, orang yang kejam, penentang, zalim, dan orang yang tidak percaya pada hari kiamat (hisab),” maka diringkus semua orang-orang tersebut itu lalu dilemparkan semuanya dalam neraka jahannam, dan di atas neraka jahannam itu ada jambatan yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sedang di kanan kirinya bantolan dan duri-duri, sedang orang-orang yang berjalan diatasnya ada yang bagaikan kilat, dan bagaikan angin kencang, maka ada yang selamat, dan ada yang luka terkena bantolan duri, dan ada yang terjerumus muka ke dalam neraka.”

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Diantara dua kali tiupan sangkakala itu jarak empat puluh tahun (Tiupan untuk mematikan dan membangkitkan semula). Kemudian ALLAH SWT menurunkan hujan air bagaikan mani orang lelaki, maka timbul-lah orang-orang mati bagaikan timbulnya tanaman (sayur-sayuran).”

Abul-Laits juga telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ketika ALLAH SWT telah selesai menjadikan langit dan bumi, ALLAH SWT menjadikan sangkakala dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, maka ia meletakkannya di mulutnya sambil melihat ke ‘Arasy menantikan bilakah ia diperintahkan.” Saya bertanya: “Ya Rasulullah, apakah shur (sangkakala) itu?” Jawab Rasulullah s.a.w.: “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya bertanya lagi: “Bagaimana besarnya?” Rasullullah s.a.w. menjawab: “Sangat besar bulatannya, demi ALLAH yang mengutusku sebagai Nabi s.a.w. besar bulatannya itu seluas langit dengan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali yaitu pertama Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan), Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan) dan Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam riwayat Ka’ab hanya dua kali tiupan, yaitu mematikan dan membangkitkan. Firman ALLAH SWT yang berbunyi: “Wa yauma yunfakhu fafazi’a man fissamawati waman fil ardhi illa man sya ALLAH, (Yang artinya): “Dan pada hari ditiup sangkakala maka terkejut takut semua yang di langit dan yang di bumi, kecuali yang dikehendaki oleh ALLAH” (Surah An-Naml : 87)

Dan pada saat itu tergoncangnya bumi, dan manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya dan yang menyusui lupa terhadap bayinya, dan anak-anak segera beruban dan setan-setan laknatullah berlarian. Maka keadaan itu berlaku beberapa lama, kemudian ALLAH SWT menyuruh Israfil meniup sangkakala kedua.

Firman ALLAH SWT yang berbunyi: “Wa nufikhafishshuri fasha’iqa man fissamawati waman fil ardhi illa man sya ALLAH Tsumma nufikha fihi ukhra fa idza hum qiyamun yandhurun,” (Yang artinya): “Dan ketika ditiup sangkakala maka matilah semua yang dilangit dan bumi kecuali yang dikehendaki ALLAH, kemudian ditiup lagi, tiba-tiba mereka bangun dan melihat.” (Surah Azzumar : 68)

Mereka yang dikecualikan itu ialah roh orang-orang yang mati syahid, Jibril, Mika’il, Israfil, dan Hamalatul Arsyi, serta Malaikat maut, sehingga ketika ditanya oleh ALLAH SWT: “Siapakah yang masih tinggal dari makhluk-Ku?” Padahal ALLAH SWT lebih mengetahui. Jawab Malaikat maut: “Ya Tuhan, Engkau yang hidup, yang tidak mati, tinggal malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, Hamalatul Arsyi, dan aku.” Maka ALLAH SWT menyuruh Malaikat maut mencabut roh mereka.

Riwayat Muhammad bin Ka’ab dari seorang dari Abu Hurairah r.a. berkata: “Kemudian ALLAH SWT berfirman: “Harus mati Jibril, Mika’il, Israfil dan juga Hamalatul ‘Arsyi.” Kemudian ALLAH SWT bertanya: “Hai Malaikat Maut, siapakah yang masih tinggal dari makhluk-Ku?” Malaikat Maut menjawab: “Engkau Dzat Yang Hidup yang tidak akan mati, tinggal hamba-Mu yang lemah, malaikat maut.” ALLAH SWT berfirman: “Hai Malaikat Maut, tidakkah kau mendengar Firman-Ku: “Kullu nafsin dza’iqatul maut. (Yang artinya): “Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.” “Wahai malaikat maut, kamu adalah salah satu dari makhluk-makhluk-Ku. Aku jadikan engkau untuk tugasmu itu, dan kini matilah engkau.”

Maka matilah Malaikat Maut diperintah mencabut nyawanya sendiri, maka ia sendiri, tiba-tiba ia menjerit, yang andaikata waktu itu makhluk lain masih hidup niscaya mereka semua akan mati karena jeritan Malaikat Maut itu, lalu ia berkata: “Andaikan saya mengetahui bahwa pencabutan roh itu seberat ini niscaya aku akan lebih lunak ketika mencabut roh-roh orang mukmin.” Kemudian matilah Malaikat Maut dan tiada tinggal satupun dari makhluk ALLAH SWT. Kemudian ALLAH SWT berfirman kepada dunia yang rendah ini: “Dimanakah raja-raja dan putera-putera raja, dimanakah raksasa-raksasa dan putera-putera raksasa yang makan rezeki-Ku tetapi menyembah selain Aku.” Kemudian ALLAH SWT berfirman: “Limanil mulkil yaum? Lillahilwahidil qahhar.” (Yang artinya): “Siapakah yang mempunyai kekuasaan pada hari ini?” Pertanyaan ini tidak ada yang menjawab, maka ALLAH SWT sendiri menjawab: “Hanya bagi ALLAH Yang Tunggal dan Memaksa segala sesuatu.”

Kemudian ALLAH SWT menyuruh langit menurunkan hujan bagaikan air mani lelaki selama empat puluh hari, sehingga air telah menggenang di atas segala sesuatu setinggi hasta, maka ALLAH SWT menumbuhkan makhluk bagaikan tumbuhnya sayur-sayuran sehingga sempurna kerangka badannya sebagaimana semula dahulu, kemudian ALLAH SWT. menyuruh (berseru): “Hiduplah hai Israfil dan Hamalatul Arsyi.” Maka hiduplah mereka. Lalu ALLAH SWT. menyuruh Israfil meletakkan sangkakala di mulutnya, lalu ALLAH SWT menyuruh Israfil meniupnya untuk membangkitkan, maka keluarlah roh-roh bagaikan lebah telah memenuhi angkasa antara langit dan bumi, lalu masuklah roh itu ke dalam jasad di dalam hidung, maka bumi mengeluarkan mereka.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Saya pertama orang yang keluar dari bumi.” Dalam hadits lain: “Sesungguhnya ALLAH SWT jika telah menghidupkan Malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, maka mereka pergi ke kubur Nabi Muhammad s.a.w. membawa buraq dan perhiasan-perhiasan surga maka terbuka bumi untuk Baginda Rasulullah s.a.w. dan ketika melihat Jibril segera bertanya: “Ya Jibril, bagaimana ummatku? (Apakah yang diperbuat oleh ALLAH SWT terhadap ummatku?) Jawab Jibril: “Terimalah kabar gembira, karena kau pertama yang keluar dari bumi.” Kemudian ALLAH SWT menyuruh Israfil meniup sangkakala, tiba-tiba serentak mereka bangkit melihat keadaan.

Abu Hurairah r.a meriwayatkan: “Maka keluarlah mereka dari kubur mereka dalam keadaan telanjang bulat, menuju kepada Tuhan mereka, kemudian berhenti di suatu tempat selama 70 tahun, ALLAH SWT membiarkan mereka, tidak melihat atau memutuskan keadaan mereka, mereka menangis sehingga habis air mata, dan mengeluarkan darah dan peluh sehingga banjir sampai ke mulut, kemudian mereka dipanggil ke Mahsyar, mereka berlarian menuju panggilan itu, maka apabila telah berkumpul semua makhluk, jin, manusia, dan lain-lainnya, tiba-tiba terdengar suara yang keras dari langit, maka terbuka langit dunia dan turun daripadanya sepenuh penduduk bumi dari para Malaikat, dan mereka langsung berbaris, lalu bertanya: “Apakah ada di antara kamu yang membawa perintah Tuhan untuk hisab?” Dijawab: “Tidak ada.” Kemudian turun ahli langit kedua dan berbaris pula, kemudian turun penduduk langit ketiga, dan seterusnya sampai langit ketujuh, masing-masing berlipat dari yang sebelumnya dan semua Malaikat itu melindungi penduduk bumi.”

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: “Sesungguhnya ALLAH SWT akan menyuruh langit dunia maka terbelah dan mengeluarkan semua Malaikat yang ada di dalamnya, maka turun semuanya dan mengepung bumi dengan apa yang ada di bumi, kemudian langit kedua dengan isinya, kemudian yang ketiga dengan isinya, kemudian yang keempat dengan isinya, kemudian yang kelima dengan isinya, kemudian yang keenam dengan isinya sehinggalah merupakan tujuh barisan Malaikat, setengahnya dikepung oleh setangahnya, sehingga penduduk jika pergi kemana saja mereka mendapati tujuh barisan Malaikat itu seperti mana firman ALLAH SWT: “Ya ma’syaral jinni wal insi inis tatha’ tum an tanfudzu min aqtharissamawati wal ardhi fan fudzu la tanfudzuna illa bisulthan.” (Yang artinya) : “Hai para jin dan manusia jika kamu dapat menembus langit dan bumi, maka silakan menembusnya. Dan kamu tidak akan menembusnya kecuali dengan kekuatan.”

Firman ALLAH SWT lagi: “Wayauma tasyaqqaqussama’u bil ghomami wanuzzilal malaikatu tanzila.” (Yang artinya): “Dan pada hari terbelahnya langit dengan awan, dan diturunkan para Malaikat dengan seketika.”

Abu Hurairah r.a. berkata: “Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: ALLAH SWT telah berfirman: “Hai para jin dan manusia, aku nasihatkan kepadamu, sesungguhnya yang tercatat dalam Lembaran hanya amalmu sendiri, karena itu siapa yang mendapatkan di dalamnya kebaikan, hendaklah mengucapkan : Alhamdulillah dan siapa yang mendapat lain dari itu, maka jangan menyalahkan yang lain kecuali dirinya sendiri. Kemudian ALLAH menyuruh jahannam, maka keluar daripadanya binatang yang panjang mengkilat gelap lalu berkata-kata.”

Maka ALLAH berfirman: “Alam a’had ilaikum ya bani Adama alla ta’budusy syaithana innahu lakum aduwwun mubin. Wa ani’buduni hadza shiraatum mustaqim. Walaqad a adholla minkum jibilla katsiera afalam takuni ta’qilun. Hadzihi jahannamullati kuntum tu’aduun. Ish lauhal yauma bima kuntum takfurun. (Yang artinya: “Tidak, Aku telah berpesan kepadamu: Jangan menyembah setan, sesungguhnya ia musuhmu yang nyata. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus. Dan ia telah menyesatkan ummat-ummat yang banyak dari kamu. Apakah kamu tidak berakal (berfikir) dan menyadarinya. Inilah neraka jahannam yang telah diancamkan (Peringatan) kepadamu. Masuklah kamu kini, oleh sebab kekafiranmu.”

Maka pada saat itu bertekuk lutut tiap-tiap ummat, sebagaimana firman ALLAH SWT: “Wa tara kulla ummatin jatsiyatan kullu ummatin tud’a ila kitabiha.” (Yang artinya): “Disini kamu melihat tiap-tiap ummat (orang) bertekuk lutut, tiap ummat dipanggil untuk menerima suratan amalnya.” Lalu ALLAH SWT memutuskan pada semua makhluk-Nya. Dan antara binatang-binatang buas atau ternak, sehingga kambing-kambing yang tidak bertanduk diberi hak membalas kambing yang bertanduk, kemudian diperintahkan menjadi tanah semua binatang-binatang itu. Dan di saat itu orang kafir berkata: “Aduh sekiranya aku menjadi tanah.” Kemudian ALLAH SWT memutuskan antara semua hamba-Nya.

Nafi’ dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Manusia akan dibangkitkan kembali kepada Tuhan pada hari kiamat, sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat. Siti Aisyah berkata: “Laki-laki dan perempuan berkumpul ya Rasullullah? Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: “Ya.” Siti Aisyah berkata: “Alangkah malunya, kemaluanku dapat dilihat setengah pada setengahnya.” Sambil menepuk bahu Aisyah Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Hai puteri dari putera Abu Quhafah, kesibukan orang-orang pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu, orang-orang pada mengarahkan pandangan ke langit, berdiri selama empat puluh tahun tidak makan, tidak minum, ada yang berkeringat sampai tumit, sampai betis, sampai perut dan ada sampai mulut, karena lamanya berhenti, kemudian berdiri para Malaikat mengelilingi ‘Arasy, lalu ALLAH SWT menyuruh menyerukan nama fulan bin fulan, maka semua yang hadir melihat-lihat orangnya, lalu keluar orang itu untuk menghadapi Tuhan Rabbul ‘Alamiin.

Dan bila telah melihat Rabbul ‘Alamiin dipanggil orang-orang yang pernah dianiaya oleh orang itu untuk diberikan amal kebaikannya kepada orang-orang yang teraniaya itu, karena pada saat itu tidak ada pembayaran dengan mas, perak (dinar, dirham), maka orang-orang selalu menagih sehingga habis amalnya, maka diambilkan dari dosa-dosa orang-orang yang dianiaya itu untuk dipikulkan kepadanya, kemudian jika selesai semua maka diperintahkan: “Kembali ke tempatmu dalam neraka hawiyah (jahannam) karena pada hari ini tidak ada dhulum (penganiyaan), sesungguhnya ALLAH amat segera perhitungan-Nya. Maka pada saat itu tidak ada seorang Malaikat yang muqarrab atau Nabi dan Rasul melainkan merasa bahwa tidak akan selamat, kecuali jika mendapat perlindungan ALLAH SWT.”

Mu’adz bin Jabal r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Laa tazulu qadamaa abdin hatta yus’ala an arba. An umrihi fima afnaahu wa’an jasadihi fima ablaahu wa’an ilmihi ma amila bihi wa’an maalihi min aina iktasabahu wafima anfaqahu.” (Yang artinya): “Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga ditanya tentang empat: Umurnya digunakan apa sampai habis. Dan badannya dalam apa ia rusakkan. Dan ilmunya untuk apa ia pergunakan (apakah diamalkan). Dan hartanya darimana ia dapat dan kemana ia keluarkan.”

Ikrimah berkata: “Seorang ayah akan memegang anaknya pada hari kiamat dan berkata: “Saya ayahmu ketika di dunia.” Maka anak itu memuji kebaikannya lalu ayah itu berkata: “Hai anak, kini saya berhajat kepada amalmu yang sekecil dzarrah, kalau-kalau saya dapat selamat dengan itu dari apa yang kau lihat ini.” Jawab anaknya: “Saya juga takut dari apa yang kau takutkan itu karena itu tidak dapat memberikan kepadamu sedikitpun.” Lalu sang ayah pergi kepada isterinya dan berkata kepadanya: “Saya dahulu suamimu di dunia.” Maka dipuji oleh isterinya, lalu berkata: “Saya ini minta kepadamu satu amal, kalau-kalau saya boleh selamat dari apa yang kau lihat ini.” Jawab isterinya: “Saya juga takut dari itu terhadap diriku seperti engkau.” Sebagaimana firman ALLAH SWT. yang berbunyi: “Wain tad’u muts qalatun ila himliha laa yuhmal minhu syai’un walaukaana dza qurba.” (Yang artinya): “Dan orang yang berat pikulannya itu jika memanggil orang lain untuk memikulkan sebagian, tidak akan dipikulkannya sedikitpun, meskipun yang dipanggil itu kerabat yang dekat.”

Ibn Mas’ud berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang berbunyi: “Innal kafir layul jamu biaroqihi walau ilaannar. (Yang artinya): “Orang kafir akan tenggelam dalam peluhnya karena lamanya hari itu sehingga ia berdoa: “Ya Tuhan, kasihanilah aku, meskipun masuk ke dalam neraka.”

Abu Ja’far meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Tiada seorang nabi melainkan ia mempunyai doa yang mustajab, dan semuanya sudah menggunakan doa itu di dunia, sedang saya masih menyimpan doa itu, untuk saya gunakan sebagai syafa’at bagi ummatku pada hari kiamat. Ingatlah bahwa sayalah yang terkemuka dari semua anak Adam dan itu bukan bangga, dan saya juga yang pertama bangkit dari bumi, juga bukan karena bangga, dan panji Alhamdu di tanganku pada hari kiamat yang dibawahnya ada Adam dan anak cucunya, juga tidak bangga dengan itu.“

“Pada kiamat kesukaran dan kerisauan manusia akan bertambah dahsyat sehingga mereka datang pada Nabi Adam a.s. dan berkata: “Hai Abulbasyar (Ayah dari semua manusia), berikan syafa’atmu (bantuanmu) bagi kami dengan minta Tuhan, supaya segera menyelesaikan kami ini. Adam as. menjawab: “Itu bukan bagianku. Aku telah diusir keluar dari surga karena dosaku, dan kini aku tidak memikirkan sesuatu kecuali diriku sendiri, lebih baik kamu pergi kepada Nuh a.s. karena ia sebagai Nabi yang pertama. Maka mereka pergi kepada Nuh as. dan berkata: “Tolonglah kamu mintakan kepada Tuhan supaya lekas membebaskan kami.” Nabi Nuh a.s. jawab: “Bukan bagianku, saya telah mendoakan penduduk bumi sehingga tenggelam semuanya, dan kini tidak ada yang aku pikirkan kecuali diriku sendiri, tetapi kamu lebih baik pergi kepada Nabi Ibrahim a.s. Khalilullah. Maka pergilah mereka kepada Nabi Ibrahim a.s. dan berkata: “Tolonglah kami di sisi Tuhan supaya segera memutuskan urusan kami.” Jawab Nabi Ibrahim a.s: “Itu bukan urusanku sebab saya telah dusta tiga kali.”

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ketiga-tiganya itu karena mempertahankan agama ALLAH yaitu ketika ia diajak ke upacara kaumnya, lalu ia menyatakan: “Inni saqiem (Sesungguhnya saya sakit), kali kedua ketika berkata: “Bal fa’alahu kabiruhum hadza.” (Yang bermaksud) “Bahwa yang merusak berhala-berhala ini hanya inilah yang terbesar dan kali ketiga ketika isterinya akan diganggu oleh Raja yang zalim, lalu ia berkata: “Ini saudaraku.”

“Karena itu kini tidak ada sesuatu yang merisaukan hatiku kecuali bagaimana nasibku, tetapi kamu pergi kepada Musa a.s sebagai Kalimullah yang langsung mendengar firman-firman ALLAH. Maka mereka langsung pergi kepada Nabi Musa a.s. dan berkata: “Tolonglah kami, gunakan syafa’atmu untuk menghadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini.” Jawab Nabi Musa a.s.: “Itu bukan urusanku, saya pernah membunuh orang tanpa hak, dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi kamu pergi kepada Nabi Isa a.s. Ruhullah dan Kalimatullah.”

Maka segera mereka pergi kepada Nabi Isa a.s dan berkata: “Berilah jasa syafa’atmu. Mintalah kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini.” Jawabnya: “Saya telah diangkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, dan kini tidak ada sesuatu yang merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkus dan ditutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak dibuka penutupnya?” Mereka menjawab: “Tidak. Maka ia berkata: “Sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w. itu penutup dari semua nabi-nabi, dan ALLAH telah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya. Maka datanglah orang-orang itu kepadaku, lalu saya jawab kepada mereka: “Baiklah, sayalah yang akan membantu sehingga ALLAH mengizinkan bagi siapa yang dikehendakinya dan diridhainya, maka tinggal sekehendak ALLAH.”

Kemudian bila ALLAH hendak menyelesaikan makhluk-Nya, maka ada seruan: “Dimanakah Muhammad dan ummat-ummatnya?” Maka kamilah yang terakhir di dunia, dan yang pertama-tama hisabnya pada hari kiamat. Lalu aku berdiri bersama ummat-ummatku, maka ummat-ummat itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara, hampir saja ummat ini semuanya merupakan nabi-nabi, kemudian aku maju ke pintu surga dan mengetuknya, lalu ditanya: “Siapakah itu?” Jawabku: “Nabi Muhammad Rasullullah.” Lalu dibukakan dan segera aku masuk dan bersujud kepada Tuhan serta memuja muji kepada Tuhan dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seorang pun sebelumku, kemudian aku diperintah: Irfa’ ra’saka wa qul yusina’ wasai tu’tha, wasy fa tusyaffa.” (Yang artinya): “Angkatlah kepalamu, dan katakan akan didengar, dan mintalah akan diberikan, syafa’atmu akan diterima.” Maka saya memberikan syafa’atku pada orang-orang yang di dalam hatinya ada seberat dzarrah atau jagung dari iman keyakinan di samping syahadat Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah.”

Umar bin Khaththab r.a. ketika masuk ke masjid bertemu dengan Ka’bul Ahbar sedang memberikan nasihat pada orang ramai, maka Umar berkata kepadanya: “Berilah kami nasihat dan cerita-cerita yang dapat menambahkan takut kepada ALLAH SWT.” Maka Ka’bul Ahbar berkata: “Sesungguhnya ada Malaikat-malaikat yang dijadikan oleh ALLAH SWT. berdiri tegak tidak pernah membongkokkan punggung mereka, dan yang lain sujud tidak pernah mengangkat kepalanya sehingga ditiup sangkakala, dan mereka bertasbih: “Subhanakallahumma wabihamdika ma abadnaaka haqqa ibadatia wa haqqa ma yanbaghi laka an tu’bada.” (Yang artinya): “Maha suci Engkau ya ALLAH dan segala puji bagi-Mu, kami tidak dapat beribadat kepada-Mu sepenuh ibadat yang layak kepada-Mu, yang layak bagi-Mu untuk disembah.”

“Demi ALLAH yang jiwaku ada ditangannya, neraka jahannam akan diperdekatkan pada hari kiamat lalu bergemuruh dan bila telah dekat ia bergemuruh dengan satu suara dan di saat itu tidak ada seorang nabi atau orang yang mati syahid melainkan ia bertekuk lutut jatuh, maka tiap nabi, syahid, atau siddiq hanya berdoa: “Ya ALLAH, saya tidak minta kecuali keselamatan diriku sehingga nabi Ibrahim lupa pada Ismail dan Ishak sambil berkata: “Ya Tuhan, aku khalilullah Ibrahim,” dan pada saat itu andaikan engkau, hai putera Khaththab mempunyai seperti amal tujuh puluh nabi, niscaya kau mengira bahwa dirimu tidak akan selamat.” Maka menangislah semua yang hadir.

Ketika Umar melihat keadaan itu, lalu Umar berkata: “Hai Ka’ab, berikan kepada kami kabar yang menggembirakan.” Maka berkata Ka’ab: Sesungguhnya bagi ALLAH SWT ada 313 syari’ah, tidak seorang yang menghadap kepada ALLAH SWT. dengan salah satu syari’at itu asal disertai dengan Kalimat Laa ilaha illallah melainkan pasti dimasukkan oleh ALLAH SWT ke dalam surga demi ALLAH, andaikan kamu tahu besarnya rahmat ALLAH SWT, niscaya kamu malas beramal. Hai saudara-saudara, bersiap-siaplah menghadapi hari kiamat itu dengan amal yang saleh, dan menjauhi maksiat sebab tidak lama kau akan menghadapi kiamat dan menyesal terhadap masa hidupmu yang terbuang sia-sia, ketahuilah bahwa bila kau mati berarti telah tiba hari kiamatmu, sebagaimana kata Almughirah bin Syu’bah: “Kamu menantikan hari kiamat, padahal kiamatmu ialah saat kematianmu.”

Alqomah bin Qays ketika hadir janazah lalu ia berdiri di atas kubur dan berkata: “Adapun hamba ini maka telah tiba kiamatnya, sebab seorang mati maka melihat segala persoalan hari kiamat, yaitu surga, neraka dan Malaikat, dan ia tidak dapat berbuat suatu amal, maka ia bagaikan seorang yang berada pada hari kiamat, dan ia akan bangkit pada hari kiamat menurut keadaannya di saat matinya, maka sesungguhnya untung siapa yang penghabisan amalnya kebaikan.”

Abu Bakar Alwaasithi berkata: “Keuntungan yang besar itu dalam tiga perkara yaitu hidup, mati, dan kiamat. Adapun keuntungan hidup yaitu bila digunakan dalam taat kepada ALLAH SWT, dan keuntungan mati bila ia mati dalam kalimat Syahadat yaitu Laa ilaha illallah dan keuntungan hari kiamat bila bangkit dari kubur disambut dengan berita bahwa surga tersedia untuknya.”

Yahya bin Mu’adz Arrazi ketika dibacakan di majelisnya ayat yang berbunyi: “Yauma nahsyurul muttqina ilarrahmani. Wa nasuqul mujrimina ila jahannama wirda.” (Yang artinya): “Pada hari kiamat itu Kami akan menghantar orang yang taqwa menghadap Arrahman (ALLAH SWT.) berkendaraan, sedang orang-orang yang durhaka Kami iring ke neraka berjalan kaki dan merasa haus.”

Lalu ia berkata: “Tenang-tenanglah hai manusia, kamu kelak akan dihadapkan kepada ALLAH SWT. berduyun-duyun, dan menghadap pada ALLAH SWT satu persatu, dan akan ditanya semua amalmu secara terperinci kalimat demi kalimat, sedang para wali dihantar menghadap pada ALLAH SWT berkendaraan, dan orang-orang yang durhaka didorong ke neraka jahannam berbondong-bondong, dan semua akan terjadi bila bumi telah dilenyapkan, dan tiba Tuhanmu sedang Malaikat berbaris-baris, dan dihidangkan jahannam sebagai ancaman. Saudara-saudaraku, berhati-hatilah kamu dari kengerian sehari yang perkiraannya sama dengan lima puluh ribu tahun (di dunia), hari yang menggetarkan, duka cita, dan menyesal. Itulah hari yang besar, hari bangkitnya semua manusia untuk menghadap kepada Rabbul ‘Alamiin, hari perhitungan dan pertimbangan dan pertanyaan, hari kegoncangan, yang pasti, yang menakutkan, hari kebangkitan, hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang telah dilakukannya.”

“Hari dimana semua manusia dalam berbagai bentuk akan melihat amal perbuatannya, hari dimana wajah manusia putih berseri-seri dan lain wajah hitam, hari dimana seseorang tidak dapat menolong yang lainnya, dan tidak berguna segala tipu daya, hari dimana seorang ayah tidak dapat membantu anaknya sedikit pun, hari dimana bahayanya bertebaran meluas, hari dimana tidak diterima uzur orang-orang yang zalim dan tetap mereka mendapat kutukan (laknat) serta siksa yang keji, pada hari dimana tiap manusia harus mempertahankan dirinya sendiri, pada hari dimana tiap ibu akan lalai terhadap bayi yang disusuinya, bahkan tiap ibu yang mengandung akan menggugurkan kandungannya dan orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk kerana minum arak, hanya kerana ngerinya siksaan ALLAH SWT. yang sangat keras.”

Muqatil bin Sulaiman berkata: “Makhluk akan berdiri menanti pada hari kiamat selama seratus tahun, tenggelam dalam keringatnya sendiri dan seratus tahun dalam kegelapan mereka bingung sedang seratus tahun lagi sibuk bagaikan gelombang mengajukan tuntutan kepada Tuhan. Sesungguhnya hari kiamat itu sekitar lima ribu tahun, tetapi bagi seorang mukmin yang ikhlas bagaikan sesaat, karena itu wahai orang yang sehat akal hendaklah sabar terhadap penderitaan dunia dalam melaksanakan taat kepada ALLAH SWT untuk memudahkan bagimu segala kesukaran-kesukaran hari kiamat.”

3 thoughts on “Berdiri di Hari Kiamat

  1. Obat penambah rasa pekak dan pengurang rasa peka pada manusia: TELEVISI & MUSIK & MAKANAN

    Details:
    -> Acara berita di TV; Semua berita akan mudah berlalu begitu saja karena terlalu mudahnya didapat dan didengar, dan mudah menganggap bahwa para pembaca berita itu telah menutup auratnya (asal “sopan” lama-lama semakin terbiasa). Hingga menjadi ingin seperti mereka.
    -> Sinetron; Memasukkan ke pikiran ibu-ibu suatu “masalah” –yang memang sudah ada–.
    -> Kontes-kontesan; Menganggap enteng kedudukan kaum wanita dan berakhir di dunia HIBURAN. Padanan kata: Hiburan/Menghibur/Terhibur/(Wanita) Penghibur.
    -> Acara musik; Sangat bersemangat sekali sepertinya. Coba suruh mereka mengaji… eh jangan, tapi suruh menyapu lantai di rumah. Kemana-mana memakai headset. Coba saja jika mereka menari dan ALLAH ada di hadapan mereka.
    -> Manga, Anime, J-Dorama, K-Drama, Otaku Culture, J-Pop, J-Rock; Membawa penyakit orang Asia Timur ke semua negara. (Tidak bisa membedakan dunia nyata dan fantasi). Lihat saja efeknya di negara mereka. Mudah sekali membuat film porno bahkan bertema perkosaan, memfantasikan wanita dalam manga dan anime.
    -> Gumeulis & Gumasep (Sok cantik & Sok tampan); Lihat… semua sekarang begitu ingin memfoto dirinya sendiri. Menampilkannya di internet. Anda kaum laki-laki, enteng sekali menjual wanita. Boleh disebut Anda itu seperti BABI/PIG.
    -> Obat ringan & Makanan ringan; Banjir yang satu ini tidak bisa dibendung lagi. MSG, Fluoride, Alcohol, dll dalam produk obat ringan dan makanan ringan. Mungkin terdengar enteng.

    Efek dari obat penambah rasa pekak dan pengurang rasa peka:
    1. Menimbulkan pertanyaan: apakah benar mereka sudah melupakan perintah dan larangan agamanya masing-masing.
    2. Menimbulkan pertanyaan: apakah benar lokalisasi hiburan telah berhasil memasarkan pandangan mata dan desahan suara sebagai daya jual setiap produk penghibur.
    3. Menimbulkan pertanyaan: apakah benar wanita telah kehilangan rasa malu dan cemburu sekaligus (mereka telah melihat kaumnya sendiri telah telanjang).
    4. Menimbulkan pertanyaan: apakah benar laki-laki telah kehilangan rasa cemburu.
    5. menimbulkan pertanyaan: apakah benar ada 2 jenis babi.

    Demi ALLAH…
    Ingin sepertinya menyeret seluruh pemimpin tertinggi Nasrani, Yahudi, Budha, Hindu, dan agama lainnya ke hadapan ALLAH.
    Karena kalian telah mengambil Hak ALLAH dari setiap diri manusia…
    Setiap dari kalian adalah seperti pohon tumbang, tidak memiliki kekuatan. Ah… membosankan.
    Jika bukan karena Hak dari satu Jalan Yang lurus dan hak diri seorang Muslim, rasanya tidak mau mengingatkan setiap keadaan.
    Cela diri kita sendiri jika semua ini belum juga bisa hilang dari dunia ini.

    Untuk orang-orang yang ALLAH percayai menjaga akidah umat Islam, jangan sampai rasa pekak bertambah diiringi rasa peka yang berkurang…

    Karena kita berada di lingkungan seperti ini ya jadi mungkin ini untuk diri saya sendiri. Jika ada yang tersinggung, saya mohon maaf. Tapi sebaiknya baca Al-Quran lalu katakan Siapa Yang Berhak Tersinggung.

  2. sukron atas ilmu’a..
    sungguh ini sangat bermanfaat skali buata saya..
    semoga bisa menambah rasa takut kepada Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s