Kebijaksanaan Allah Mengatur Dunia

(Sumber: Imam Ahmad Ibnu Nizar, “Nabi Sulaiman dan Burung Hudhud”, Yogyakarta: DIVA Press, Cet. I, Mei 2009, hal. 292-293)

Dikisahkan bahwa seorang yang terkenal zuhud pada suatu hari mengungsi dan menjauh dari keramaian kota. Kemudian, ia berdiam diri di kaki sebuah bukit selama tujuh hari dengan tidak membawa bekal sama sekali. Dan, ia pun berkata, “Aku sekali-kali tidak akan meminta-minta pada seseorang, akan aku coba bagaimana Allah mendatangkan rezeki kepadaku.”

Ternyata, dalam jangka tujuh hari itu, tidak seorang pun memberinya makanan, sehingga ia hampir saja mati kelaparan. Ketika itulah, ia memanjatkan doa kepada Allah.

“Ya Allah, jika saja aku masih Engkau beri umur, hendaklah rezeki yang sudah Engkau pastikan untukku itu Engkau datangkan. Namun, jika bagianku telah habis, segeralah Engkau mencabut ruhku agar aku tidak mengalami penderitaan ini.”

Allah segera memberi ilham kepadanya:

“Demi kemuliaan Dzat-Ku, Aku tidak akan mengucurkan rezekimu selagi kau tidak segera kembali lagi ke kota dan meminta bantuan kepada orang lain,” demikian bunyi ilham itu.

Maka, dengan langkah gontai, lelaki itu kembali ke kota dan segera berusaha mendapatkan makanan. Ternyata, dalam jangka sekejap saja, orang-orang segera berdatangan dengan membawakan berbagai makanan dan minuman. Dengan lahapnya lelaki itu segera memakan apa yang didapat, tetapi batinnya belum bisa menerima mengenai perlakuan Allah kepada dirinya itu. Lalu, Allah segera memberitakan lagi:

“Kau menghendaki untuk menghapus segala kebijaksanaan-Ku yang Aku jalankan di dunia ini. Adakah kau belum mengerti bahwa rezekimu yang Aku sampaikan melalui tangan orang lain adalah lebih Aku sukai daripada langsung jatuh dari langit melalui kekuasaan-Ku. Adakah kau belum mengerti bahwa seluruh apa yang berjalan di dunia ini telah Aku tetapkan dengan memakai sebab dan akibat. Dengan demikian, jika saja hukum sebab-akibat itu Aku hapus, maka keberaturan dunia ini akan segera lenyap pula, mengertilah.”

Lelaki itu pun baru memahami atas kehendak Sang Penciptanya.

——————————————————————————————————————————————————

Tidak tahukah kamu bahwasanya Allah telah berfirman kepada Maryam,
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu,
niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”
Padahal seandainya Dia berkehendak, Dia bisa mendekatkan pohon kurma
tersebut tanpa Maryam menggoyangkannya.
Akan tetapi, segala sesuatu itu mempunyai sebabnya.
(Syair Arab)

——————————————————————————————————————————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s