Khidhir as dan Si Tukang Tidur

(Sumber: Syaikh Muzaffer Ozak al-Jerrahi, “Allah, Nabi Adam, dan Siti Hawa” (diterjemahkan oleh Luqman Hakim), Bandung: Pustaka Hidayah, Cetakan I, Juli 2009, hal. 76-77)

Ulama besar asal Yaman, ‘Abd ar-Razzaq, pada suatu waktu berkhutbah di masjid. Khutbah itu dihadiri oleh ribuan orang intelektual; mereka semua duduk menyimak khutbah dengan penuh minat. Bahkan, di antara mustami’ ternyata hadir pula Khidhir yang mulia!

Ketika itu ada seorang pendengar khutbah yang tampak sangat mengantuk dan dia duduk di dekat Khidhir. Sehingga beliau pun menegurnya, “Kenapa Anda tidur? Raihlah kesempatan ini, sebab mubaligh itu adalah ‘Abd ar-Razzaq. Bukalah mata dan telinga Anda!” Lelaki ini membuka kedua matanya, menatap Khidhir sebentar, lalu matanya terpejam lagi. Khidhir pun membangunkan untuk kedua kalinya, tapi gagal. Hingga beliau membangunkan lelaki itu untuk ketiga kalinya, “Kuberitahu Anda, jangan tidur,” beliau berseru, “Jangan sia-siakan kesempatan ini!”

Akhirnya lelaki itu pun terbangun; dia menggisik-gisikkan matanya, kemudian berbisik ke telinga Khidhir, “Silakan saja Anda mengambil pelajaran dari ‘Abd ar-Razzaq (nama ini berarti: hamba dari Yang Maha Pemberi Rezeki), sebab saya mengambil pelajaran langsung dari Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. Jadi, jangan ganggu saya lagi. Kalau sekarang saya beritahukan kepada semua orang bahwa Anda adalah Khidhir, jangan salahkan saya jika mereka mengangkat batang leher Anda dan melemparkan Anda keluar!”

Khidhir tertegun! Beliau kaget karena tak menyangka kalau lelaki itu mengenal dia dan kaget terhadap apa yang dikatakannya. Khidhir pun berpaling lalu memanjatkan doa kepada Allah, “Ya Allah, nama dan panggilan lelaki ini termasuk dalam nama dan panggilan yang tidak Engkau beritahukan padaku. Siapakah dia?” Dan Allah menjawab yang caranya hanya diketahui oleh Khidhir, “Ya Khidhir, Aku telah memberitahukan padamu bahwa ada hamba-hamba-Ku golongan ‘mereka yang Kucintai’. Sedangkan lelaki itu adalah salah satu dari golongan ‘mereka yang cinta kepada-Ku’ sebagaimana para wali yang berada dalam pengayoman-Ku. Siapa saja mereka, hanya Aku yang tahu.”

——————————————————————————————————————————————————

“Aku bersama orang-orang yang berkeping-keping hatinya demi Aku.” (Hadits Qudsi)

——————————————————————————————————————————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s