<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Today</title>
	<atom:link href="http://jookut.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jookut.wordpress.com</link>
	<description>...the attacker must vanquish; the defender need only survive...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 05:50:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jookut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a13ce51148f864615c7235bd5f50570e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Today</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Wawancara dengan Michio Kaku</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/11/09/wawancara-dengan-michio-kaku/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/11/09/wawancara-dengan-michio-kaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Semesta]]></category>
		<category><![CDATA[Alien]]></category>
		<category><![CDATA[Ancient Civilization]]></category>
		<category><![CDATA[Astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[Extra-terrestrial]]></category>
		<category><![CDATA[Geografi]]></category>
		<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmologi]]></category>
		<category><![CDATA[Michio Kaku]]></category>
		<category><![CDATA[Tipe Peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[UFO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Wawancara dengan Michio Kaku
Dinosaurus Cerdas dan Alam Semesta Hidup
(c) Stefan Thiesen, 2003
Untuk penggunaan pribadi dan non-komersial dipersilahkan; untuk penggunaan komersial hubungi saya di thiesen@uni-muenster.de
Transkrip Wawancara Astronom dan Penulis Sains, Stefan Thiesen Ph.D. (disingkat ST), dengan Profesor Michio Kaku (disingkat MK) pada tanggal 4 Oktober 2003 di Interlaken, Swiss; juga menghadirkan Editor SZ dan Penulis, Peter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=368&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Wawancara dengan Michio Kaku</strong><br />
Dinosaurus Cerdas dan Alam Semesta Hidup<br />
(c) Stefan Thiesen, 2003</p>
<p><em>Untuk penggunaan pribadi dan non-komersial dipersilahkan; untuk penggunaan komersial hubungi saya di thiesen@uni-muenster.de</em></p>
<p>Transkrip Wawancara Astronom dan Penulis Sains, Stefan Thiesen Ph.D. (disingkat ST), dengan Profesor Michio Kaku (disingkat MK) pada tanggal 4 Oktober 2003 di Interlaken, Swiss; juga menghadirkan Editor SZ dan Penulis, Peter Fiebag (disingkat PF), dan mahasiswa fisika dan Mahasiswa Peneliti AAS, Patrick Grete (disingkat PG).</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya pikir hal yang paling menarik bagi para pembaca majalah berkisar pada tipe-tipe peradaban yang berbeda-beda, dan juga kepadatan [populasi] peradabannya. Apa pendapat Anda, pendapat berdasar, tentang jumlah peradaban yang mungkin ada di setiap galaksi atau di galaksi kita?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, ini sulit. Namun demikian, para astrofisikawan telah berspekulasi apakah di galaksi kita – bukan galaksi hipotetis, tapi benar-benar di galaksi kita – atau di galaksi lain ada peradaban tipe tiga. Dan pertanyaan besar yang kita punya adalah, jika memang tiga tipe itu ada, apakah kita cukup maju untuk mendeteksi mereka – untuk mendeteksi kehadiran mereka? Mungkin yang berikut terdengar seperti pertanyaan bodoh, seandainya ada sebuah peradaban galaktik tipe tiga yang hebat: apakah kita mengetahuinya? Jawaban yang akan diberikan oleh kebanyakan ilmuwan mungkin adalah “tidak”. Barangkali kita sangat primitif sehingga tidak mengetahui bahwa di halaman belakang kita ada peradaban tipe tiga. Seperti itulah primitifnya teknologi kita. Kita tidak mengetahui frekuensi komunikasi yang mereka gunakan, kita tidak mengetahui bagaimana ia berfungsi, kita tidak mengetahui apa motivasi mereka, itulah maksudnya tentang betapa primitifnya kita. Namun, masalahnya adalah kita selalu berasumsi bahwa mereka sama seperti kita, hanya saja lebih maju. Kita berasumsi bahwa cara mereka menggunakan radio sama dengan kita. Kita berasumsi bahwa mereka memiliki jenis-jenis teknologi yang sama dengan kita, hanya saja lebih hebat. Saya kira ini adalah kekeliruan besar, karena menurut saya String Theory itu, seandainya ia benar, menunjukkan bahwa seharusnya kelak ada banyak revolusi, banyak revolusi yang akan terjadi berkenaan dengan energi, pemahaman materi, pemahaman gravitasi, dan saya kira adalah keliru jika kita ingin memaksakan pemikiran tipe nol kita pada peradaban tipe tiga.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya. Menurut saya kita bisa mengambil sebuah perumpamaan dari Erich von Daniken, di mana ia menyamakan masalah ini dengan suatu suku pedalaman yang mencoba berkomunikasi dengan pesawat jet dengan memakai drum <em>bongo</em>.<span id="more-368"></span></p>
<p><strong>MK:</strong> Ya. Bahkan lebih buruk. Jika Anda amati&#8230; jika Anda berjalan di jalan raya dan melihat segerombolan semut, perbedaan antara teknologi semut dan Anda kurang lebih sama dengan perbedaan antara teknologi tipe nol dengan teknologi tipe tiga. Semut tidak tahu bagaimana kita berkomunikasi, mereka tidak tahu apa bahasa kita, mereka tidak mengerti maksud kita, mereka tidak mengetahui apapun tentang empat kekuatan fundamental. Semut sama sekali tidak mengerti siapa sebenarnya kita. Satu-satunya perbedaan adalah kita punya String Theory dan ini memberi kita harapan bahwa di sisi lain galaksi kita, seandainya di sana ada makhluk berakal, String Theory juga akan ditemukan oleh mereka [makhluk cerdas tersebut]. Seringkali dikatakan bahwa seandainya Einstein tak pernah hidup, kita akan tetap menemukan Teori Einstein melalui String Theory. Teori Einstein adalah salah satu getaran terendah String. Teori Einstein bukanlah apa-apa, itu hanya sebuah catatan – catatan mengenai String.</p>
<p><strong>ST:</strong> Kalau begitu, ini tentang menemukan realitas. Jika Anda mencari realitas, Anda akan selalu mendapatkan hasil yang sama.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar. Maka alien juga semestinya mematuhi realitas dan kaidah termodinamika yang sama dengan kita. Klasifikasi ini berasal dari Nikolai Kardashev, seorang astrofisikawan terkenal asal Rusia yang mengajukan pertanyaan: <em>Bisakah kita mengukur – bisakah kita mengukur peradaban-peradaban extra-terrestrial</em>? Ada dua cara untuk mengukur peradaban ini. Pertama melalui energi, yang kedua melalui simpanan informasi. Jika Anda menghitung jumlah total bit (informasi) yang tersimpan dalam sebuah peradaban, itu juga memungkinkan Anda untuk menggolongkan peradaban-peradaban; jadi tak hanya melalui energi, tapi juga melalui simpanan informasi. Kita andaikan Anda adalah Q tipe tiga, maka Q itu boleh jadi merupakan peradaban yang bisa memanfaatkan Unified Field Theory untuk melintasi galaksi-galaksi – jika ini mungkin. Setiap huruf alfabet bisa disamakan dengan jumlah bit yang mereka proses. Huruf A adalah 10 sampai 1, B adalah 10 sampai 2, maka jika kita mengetikkan 3Q, itu berarti Anda merupakan peradaban super. Peradaban yang memiliki energi sepuluh miliar kali lipat, sepuluh miliar kali lipat dari energi zaman sekarang, sementara konsumsi energi dapat disamakan dengan huruf Q.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ehmm – itu cukup sulit dipercaya.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, memang benar.</p>
<p><strong>PG:</strong> Saya punya satu pertanyaan. Ada seseorang yang berbicara tentang Fermi Paradoxon. Dengan teori Anda, dengan ucapan Anda, Anda telah memecahkan Fermi Paradoxon.</p>
<p><strong>MK:</strong> Apa? Oh, Fermi Paradoxon. Benar. Pertanyaannya adalah, “Di mana mereka”, iya kan? Jawabannya adalah, dengar, kita selalu memandangnya dari segi teknologi kita yang dipaksakan pada mereka. Kita harus memandangnya dari sisi peradaban tipe tiga. Dari sudut pandang peradaban tipe tiga, barangkali mereka saat ini sedang men-scan sepuluh miliar bintang di galaksi Bimasakti. Mereka barangkali sedang mengirim satelit yang secara eksponen terus meluas. Mereka barangkali sedang mendarat di bulan-bulan dan memeriksa planet-planet, sementara dari perspektif tersebut, kita benar-benar kecil/tidak berarti. Mereka mungkin tidak memiliki waktu dan energi dan bahkan mungkin kita belum termasuk tipe satu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi saya sungguh yakin bahwa peradaban tipe satu pun bisa men-scan tanda-tanda kehidupan di planet lain. Sehingga, jauh sebelum mencapai masa atau tahap tipe dua atau tipe tiga, mereka bisa saja telah benar-benar tahu mengenai situasi kehidupan di galaksi.</p>
<p><strong>MK:</strong> Mereka mungkin tahu hal itu. Tipe tiga mungkin sangat mengetahui bahwa tipe dua dan tipe satu ada di luar sana, dan bahkan mungkin menyadari adanya tipe tiga yang lain.</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya sedikit berspekulasi; bukankah kehidupan sebenarnya cukup langka? Jika kita mempertimbangkan Drake Equation, bisa saja salah satu faktornya dekat dengan nol, dan karena itu kita mendapatkan bilangan yang sangat kecil tapi masih [mencatatkan] periode masa yang panjang, semua tipe peradaban bisa berkembang di galaksi&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya. Ini adalah Zero-Time-Infinity Problem (Masalah Nol-Kali-Tak Terhingga) yang terkenal itu. Jika saya mengambil angka nol dan mengalikannya dengan tak terhingga (~), maka kita bisa mendapatkan hampir semua angka yang kita inginkan. Jadi jika nol adalah probabilitas adanya suatu peradaban, sementara tak terhingga adalah jumlah bintang yang ada di alam semesta, maka nol kali tak terhingga bisa menghasilkan apapun sebanyak yang Anda inginkan. Karena itu kita sama sekali tidak tahu pasti seberapa mungkin keberadaan makhluk berakal di galaksi. Drake sendiri menduga bahwa boleh jadi ada sepuluh ribu planet di galaksi kita – jumlah ini tidak banyak – tapi mereka kemungkinan hanya akan menjadi tipe satu dan untuk menjadi tipe tiga, ingat baik-baik, dari tipe nol menjadi tipe satu saja merupakan transisi yang sangat berbahaya. Tipe nol masih memiliki semua kebuasan fundamentalisme, nasionalisme, sektarianisme – segalanya berjalan keliru. Tipe satu bersifat planeter, mereka telah mengatasi banyak masalah karena memiliki sistem planet, cara planeter dalam menangani konflik antar kelompok etnik atau semacamnya. Sedangkan tipe nol sangat bengis. Dari sepuluh ribu planet yang mendapat status tipe nol dan bisa mencapai luar angkasa dengan sinyal, boleh jadi hanya sedikit dari mereka yang menjadi tipe satu dan tipe dua.</p>
<p><strong>ST:</strong> Apakah menurut Anda ada kesempatan bagi kita untuk menjadi, setidaknya, tipe satu?</p>
<p><strong>MK:</strong> Saya kira jika kita melewati ratusan tahun ke depan, kita mungkin akan melihat sebuah abad aquarius. Teman saya, Sir Martin Reece, seorang Astronom Kerajaan Inggris Raya, menyatakan bahwa kita memiliki peluang <em>fifty-fifty</em> untuk menempuh periode ini. Ketika kita memiliki semua teknologi senjata pemusnah masal, kita memiliki kemampuan sekelompok kecil manusia untuk menghancurkan semua kehidupan di planet Bumi. Martin memberi kita peluang <em>fifty-fifty</em> untuk menegosiasikan ini dan menjadi tipe satu. Namun, menurut dia, ketika kita menjadi tipe satu, ada kemungkinan kita dapat berekspansi ke seluruh alam semesta. Kita punya kemungkinan untuk melakukan transportasi <em>superluminal</em> (lebih cepat dari cahaya) melalui <em>wormhole</em>, kita punya kemungkinan bahwa jika kita bisa menguasai Unified Field Theory, kita akan bisa menggunakannya untuk pergi ke sistem bintang lain, galaksi lain – dan bahkan mungkin menciptakan bayi alam semesta.</p>
<p><strong>ST:</strong> Menciptakan bayi alam semesta?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ini adalah topik yang sangat panas dalam ilmu fisika saat ini. Stephen Hawking menulis tentang itu dalam bukunya yang berjudul “<em>Black Holes and Baby Universes</em>”. Bayi alam semesta mengumpulkan cukup banyak energi dalam satu titik, sehingga materi dan ruang menjadi tidak stabil. Alam semesta virtual menjadi alam semesta riil. Partikel virtual adalah partikel yang seperti hantu. Ia tidak eksis di mana-mana tapi kita merasakannya sepanjang waktu. Semua ilmu fisika modern didasarkan pada elektron virtual. Itulah mengapa kita mempunyai ilmu elektronika, contohnya. Begitulah <em>tunneling</em> (penerowongan/penembusan) terjadi: ketika elektron menjadi virtual. Sekarang kita mempercayai alam semesta virtual. Maka jika alam semesta bisa menjadi virtual, ia pun bisa menjadi riil jika Anda menambahkan energi padanya, oke, jadi itulah mengapa kita yakin bahwa jika kita menjadi tipe tiga, kita punya kemungkinan untuk bermain-main dengan hal ini. Tentu saja ini melebihi bayangan kita, akan tetapi tak ada dalam hukum ilmu fisika, tak satupun dalam hukum ilmu fisika, yang menghalangi ini.</p>
<p><strong>PG:</strong> Jika Anda berspekulasi demikian, maka boleh jadi alam semesta kita adalah semacam bayi alam semesta yang berasal dari peradaban super yang mengetahui&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Hal itu tidak bisa dikesampingkan. Ada teori terbaru yang disebut Inflation, dan Inflation didasarkan pada inflasi internal bahwa alam semesta berpucuk dari alam semesta lain, sehingga alam semesta kita sangat mirip black hole. Jika Anda perhatikan, menurut Black Hole Equation dari Schwarzschild: mereka identik. Paramater-parameter <em>black hole</em> identik dengan alam semesta kita. Alam semesta kita memiliki horison, alam semesta kita sangat mirip dengan black hole, dan, dalam beberapa hal, ia adalah black hole. Ia terbelah dari alam semesta yang lebih besar dan menjadi <em>white hole</em>, sehingga, sedikit banyak, alam semesta kita mungkin benar-benar merupakan <em>white hole</em>, yaitu <em>time-reversed black hole</em> (<em>black hole</em> dengan arah waktu terbalik-penj). Kita tak pernah melihat <em>white hole</em> di atas sana. Kita telah mencarinya. Namun kita belum pernah melihat satu pun <em>white hole</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan kita mungkin sedang duduk di sebuah&#8230;</p>
<p><strong>MK:</strong> Tak lain, kita kemungkinan sedang duduk di sebuah white hole.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ini pemikiran yang sangat mengejutkan.</p>
<p><strong>MK:</strong> Semua ini sesuai dengan hukum fisika kita. Hanya hal-hal yang tidak sesuai dengan hukum fisika yang boleh kita tolak. Dan segala hal yang sedang saya katakan pada Anda sesuai dengan hukum fisika. Stephen Hawking dahulu mengatakan bahwa perjalanan waktu adalah mustahil karena kita tidak pernah mendapat kunjungan turis dari masa depan. Ia tidak melihat adanya turis dari masa depan yang mengambil foto dirinya, namun kini ia telah menarik pernyataan tersebut, ia tidak lagi mengatakan demikian. Ia mengatakan bahwa perjalanan waktu adalah mungkin namun sulit dilakukan dan tidak <em>probable</em>, tapi ia juga menyatakan bahwa perjalanan waktu kelihatannya sesuai dengan hukum fisika.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi, sebagaimana pernah dikatakan oleh Feynman, “Pertanyaannya bukanlah, apakah sesuatu itu mungkin; pertanyaannya adalah, apakah ia benar-benar ada.” Jadi saya ingin menanyakan tentang Teori Daniken. Menurut Anda, apakah memang benar, bukan kemungkinan belaka, bahwa di masa lalu pernah ada semacam kontak?</p>
<p><strong>MK:</strong> Pertama-tama, saya percaya mereka ada di luar sana. Jika Anda memperhatikan jumlah – di <em>visible universe</em>, yaitu yang bisa kita lihat dengan teleskop kita, terdapat sekitar seratus miliar galaksi dan mungkin ada lebih banyak galaksi di luar horison kita. Tapi teleskop kita bisa melihat sekitar seratus miliar galaksi dan masing-masing galaksi berisi seratus miliar bintang, jadi kita mempunyai bintang sebanyak seratus miliar kali seratus miliar dan Hubble Space Telescope sekarang telah memotret informasi sistem solar, bayi sistem solar, bayi daratan ekliptik. Tahun lalu, kita telah menemukan lebih dari seratus planet yang beredar di sistem bintang lain, banyak dari mereka yang seukuran Yupiter. Jadi saya pikir, Anda harus mendebat hal sebaliknya: mengapa kita tidak melihat makhluk berakal di luar angkasa? Saya pikir daripada mendebat tentang makhluk berakal, sebaiknya Anda mendebat ke arah lain. Mengapa kita tidak melihat makhluk berakal di luar angkasa? Jadi terhadap pertanyaan pertama, “Apakah mereka ada di luar sana?”, jawabannya adalah Ya. Terhadap pertanyaan kedua, “Lalu, di mana mereka?”, baiklah, yang harus Anda tanyakan adalah, “Apakah mereka tipe tiga?” Maka kemudian kita membatasi jumlah peradaban seperti itu karena banyaknya peradaban yang tidak pernah berhasil naik ke status tipe satu. Jika Anda tipe satu dan sampai pada tipe dua, Anda abadi. Sepanjang pengetahuan sains, tidak ada yang dapat menghancurkan tipe dua. Gunung berapi, gempa bumi, zaman es&#8230;..</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi tentu tipe tiga bisa menghancurkan tipe dua&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> O iya. Hanya ada dua hal yang bisa menghancurkan tipe dua. Pertama, bunuh diri. Dan kedua, berhadapan dengan tipe tiga.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya.</p>
<p><strong>MK:</strong> Tapi di luar itu, tidak ada bencana alam yang dapat menghancurkan tipe dua. Tubrukan komet bisa dibelokkan, supernova – Anda cukup memindahkan planet atau meredam proses fusi sehingga Anda tidak terkena ledakan neutrino dari supernova tersebut. Jadi jika Anda tipe dua, Anda abadi terhadap bencana alam, kecuali bunuh diri—ini tidak alami—dan dilahap oleh tipe tiga.</p>
<p><strong>ST:</strong> Anda pernah menyebutkan Star Trek, Borg, dan Q Continuum. Bagaimana kalau ternyata tipe atau bentuk eksistensi makhluk atau peradaban yang sangat maju berubah total dan bagaimana kalau evolusi ternyata mengambil jalan yang sama sekali berbeda dari yang kita bayangkan sekarang?</p>
<p><strong>MK:</strong> Saya pikir itu bisa terjadi secara terburu-buru, relatif cepat pada skala waktu jutaan tahun; kita akan berbicara tentang kemungkinan menggabungkan karbon dengan silikon dalam seratus tahun ke depan. Teknologi kita berbasis karbon, namun teknologi silikon sedang maju pesat, dan teknologi karbon-silikon sedang naik. Kita punya chip DNA, yang bisa men-scan DNA dalam beberapa menit; dibandingkan di masa lalu yang memerlukan waktu tahunan atau bulanan. Kita punya komputer DNA, komputer yang mengkomputasi molekul DNA. Komputer digital yang mengkomputasi nol dan satu, komputer DNA yang mengkomputasi ATCG, asam nukleat yang empat itu. Kita sedang membicarakan penggabungan karbon dan silikon – kita sekarang, di hadapan kita, sudah melihat toko tubuh manusia, salah satu contohnya. Saat ini, tahun ini, kita bisa menciptakan hidung, telinga, kandung kemih, tulang, kulit, dan jaringan penyambung artifisial. Hari ini, semua itu bisa diproduksi di laboratorium. Dalam lima sepuluh tahun ke depan, kita mungkin akan berbicara tentang pembuatan <em>liver</em> (hati) artifisial pertama, menumbuhkannya dengan sel-sel tangkai (<em>stem cell</em>) di laboratorium, karena <em>liver</em> tidak terlalu rumit. Liver hanya tersusun dari beberapa jaringan dan sel. Dalam sepuluh dua puluh tahun, kita akan berbicara tentang toko tubuh manusia, kita akan mampu menciptakan organ-organ jika mereka rusak. Dan kita juga akan menemukan basis genetik penuaan. Kita telah menemukan lebih dari tujuh puluh gen yang mengendalikan proses penuaan manusia, yang mungkin sebenarnya ada ratusan. Kita telah memisahkan tujuh puluh gen dalam tubuh manusia, bukan tikus, bukan bari-bari, tujuh puluh gen yang terlibat dalam metabolisme manusia dan proses penuaan manusia. Jadi jika Anda membawa hal ini ke seratus dua ratus tahun di masa depan, di mana kita mungkin sudah menjadi tipe satu, kita barangkali mampu bermain-main dengan warisan genetik kita. Maka ketika kita pergi ke luar angkasa, kita akan mampu bermain-main dengan arsitektur kita lebih jauh, umpamanya dengan kemati-surian (<em>suspended animation</em>) dan jenis teknologi lain untuk membawa kita ke luar angkasa. Kemati-surian sekarang ini belum mungkin. Jika Anda memperhatikan ikan, beberapa ikan bisa membeku keras, dan kemudian mencair. Kita sekarang tahu kenapa itu terjadi. Darah mereka mengandung glukosa yang bertindak sebagai anti-pembekuan. Katak dan ikan tertentu bisa membeku keras di dalam es dan temperatur tubuh mereka sedikit di bawah pembekuan, tapi mereka memiliki anti-pembekuan sehingga tubuh mereka tidak membeku. Di masa depan kita mungkin akan mampu bermain-main dengan DNA kita sendiri untuk menciptakan anti-pembekuan di dalam DNA kita, sehingga kita bisa bertahan meski membeku keras. Tapi itu seratus dua ratus tahun lagi dari sekarang. Jadi, jawabannya adalah “ya”. Ketika masanya tiba kita bepergian ke luar angkasa, kita akan memiliki <em>nano-technology</em>, dan kekerasan luar angkasa – ketika kita benar-benar berjumpa dengan peradaban-peradaban di luar angkasa, mereka mungkin setengah komputer setengah organik. Pesawat ruang angkasa sendiri boleh jadi hidup. Freeman Dyson menulis tentang <em>astro-chicken</em>. <em>Astro-chicken</em> adalah pesawat roket yang dimodifikasi secara genetik yang memanfaatkan <em>chicken technology</em> untuk mereplikasi diri&#8230;..</p>
<p><strong>ST:</strong> &#8230;ini adalah organisme setengah hidup juga, ya.</p>
<p><strong>MK:</strong> Pesawat ruang angkasa itu sendiri kemungkinan setengah hidup.</p>
<p><strong>ST:</strong> Lalu adakah suatu alasan bagi peradaban original atau bentuk kehidupan original untuk pergi ke luar angkasa? Mengapa mereka tidak mengirimkan robot atau satelit saja?</p>
<p><strong>MK:</strong> Cara paling matematis, dan ini tidak selalu paling benar, cara paling efisien secara matematis adalah menjelajahi luar angkasa dengan satelit von Neumann yang bisa mereplikasi diri. Saya berpikir tentang virus, virus adalah molekul – di antara beberapa puluhan ribu atom, tapi ini molekul. Molekul akan menjajah seluruh tubuh manusia dalam satu minggu, memberi kita penyakit flu, dan ia melakukan ini dengan membajak mesin molekuler setiap sel. Akibatnya setiap sel memproduksi ratusan ribuan virus – begitulah cara paling efisien secara matematis dalam menjelajah galaksi, Anda harus memiliki sebuah bola (sphere) yang mengembang dengan kecepatan cahaya, bola yang terdiri dari satelit-satelit. Masing-masing satelit mendarat di sebuah bulan, menciptakan lebih banyak satelit yang meluncur dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Anda bisa memiliki bola triliunan satelit yang mengembang dengan kecepatan cahaya, yang mendarat di setiap bulan dan menciptakan lebih banyak salinan dirinya sendiri.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi ini juga adalah aspek yang menakutkan jika kita sekali lagi berpikir tentang Star Trek. Borg – peradaban intergalaksi tipe tiga – pada dasarnya berperilaku sama seperti virus.</p>
<p><strong>MK:</strong> Sekarang saya berasumsi bahwa makhluk berakal di luar angkasa, seandainya kita menjumpai mereka, mungkin keturunan predator. Alasannya begini; perhatikanlah planet Bumi – siapa yang lebih cerdas, binatang yang matanya di depan wajah atau binatang yang matanya di sisi wajah? Jika Anda seekor kelinci atau rusa, mata Anda berada di sisi wajah Anda, karena Anda memerlukan penglihatan 380 derajat untuk lari dari predator. Jika Anda seekor harimau, singa, musang, atau seorang pemburu, mata Anda berada di depan wajah Anda. Anda memiliki sepasang mata di depan wajah Anda karena Anda pemburu. Memburu artinya menyergap. Anda bisa membuat rencana, Anda mengetahui kebiasaan rusa dan binatang-binatang – Anda memiliki sifat <em>stealth</em> (ketersembunyian/ketersamaran). Anda tahu caranya menjadi tersembunyi, dan itu memerlukan teknologi tinggi di dalam otak.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi burung juga memiliki itu.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, tapi burung mungkin keturunan&#8230;.. – beberapa burung predator seperti elang memiliki penglihatan <em>bifocal</em> (jauh dan dekat) yang sangat fokus. Ikan hiu memiliki <em>binocular stereovision</em> (sepasang mata teropong) yang sangat fokus. Bukan hanya mamalia [yang berkarakter demikian]; dalam kerajaan binatang, biasanya organisme-organisme yang matanya di depan wajah merupakan predator dengan arsitektur syaraf lebih kompleks. Elang lebih kecil dari anjing karena alasan ini. Jadi terkait kepergian kita ke luar angkasa, ehmm&#8230; mereka (penghuninya) mungkin adalah keturunan predator. Namun, tak berarti bahwa mereka akan memakan kita, karena mereka tidak terbuat dari DNA yang sama, atau DNA-nya akan sangat jauh berbeda dari struktur sel kita. Jadi mungkin mereka takkan mampu mencerna protein kita. Kita, di planet Bumi kita, memiliki protein-protein yang sangat spesifik untuk dicerna, dan alien luar angkasa mungkin tidak memiliki protein-protein ini sehingga mereka tidak akan memakan kita. Namun, dalam pikiran kita, kita harus sadar bahwa mereka kemungkinan merupakan keturunan predator; kita harus ingat itu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Mungkin mereka juga khawatir mendarat di sini karena mereka melihat apa yang kita makan. Dari sudut pandang mereka, kita sering memakan famili terdekat kita&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Bagaimanapun, menurut sudut pandang pribadi saya adalah, karena mereka tipe satu dan bersifat planeter, mereka memiliki pakta perjanjian, mereka mengadakan negosiasi, mereka memiliki cara untuk membuang semua bentuk kebuasan dan keserakahan yang melambangkan kemunculan mereka dari rawa. Untuk keluar dari rawa, diperlukan banyak persaingan, dan itu berarti ada banyak kebuasan dalam rawa. Namun, setelah kita mencapai status tipe satu, akan menjadi kontraproduktif jika kita berperilaku buas dalam hubungan kita dengan suku lain, dengan spesies lain. Karena itu, pada saat mereka mencapai tipe dua, mereka akan melewati ribuan tahun untuk meniadakan semua keserakahan dan keganasan yang melambangkan asal-mula mereka dari rawa. Jadi, saya pikir mereka akan menghendaki perdamaian, karena mereka tidak hanya menghabiskan berabad-abad, mereka menghabiskan bermilenium-milenium, puluhan milenium, untuk mengatasi sebagian besar permasalahan mereka.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi pada dasarnya Anda mengatakan bahwa mereka yang telah mencapai tipe dua pasti cinta damai, sebaliknya [tidak demikian] bagi mereka yang belum mencapainya.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, tapi jika mereka menggunakan senjata pemusnah masal milik mereka untuk berperang di kalangan mereka, mereka pasti telah menghancurkan diri mereka sendiri. Namun, sekali lagi saya katakan, mereka sekarang telah benar-benar bersifat planeter. Mereka bisa berbicara satu sama lain dalam satu bahasa planeter, mereka bisa tertawa dalam satu lelucon planeter&#8230;</p>
<p><strong>ST:</strong> Secara teknis kita telah bisa melakukan itu&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> &#8230;hanya elit – hanya elit di Bumi yang bisa melakukan itu saat ini. Perhatikanlah kebangkitan bangsa-bangsa, kebangkitan bangsa-bangsa dilambangkan dengan kebangkitan para elit industrialis dan kapitalis yang menginginkan satu bahasa bersama, bea bersama, pajak bersama, perbatasan bersama, untuk menjalankan bisnis. Jadi, sedikit banyak, kebangkitan sebuah bangsa mengikuti kebangkitan kapitalisme. Sekarang kita punya bangsa-bangsa kapitalis, tapi bukan bangsa-bangsa modern. Mereka, pada dasarnya, adalah kerajaan feodal. Ada sebuah lelucon di Prancis, jika Anda bepergian di antara dua provinsi di Prancis, Anda harus mengubah mata uang dan pada waktu yang sama mengubah dialek. Kita tahu, tidak ada Prancis bersatu, tidak ada Prancis modern, tidak ada Inggris modern. Mata uang modern, bea modern, dan sistem pajak, adalah produk tambahan kapitalisme. Kini kita sedang memasuki sebuah sistem tipe satu di mana kita memiliki Uni Eropa. Kini semua pajak, dan mata uang dan bea bersama sedang dimodifikasi. Mengapa mereka melakukan itu? Untuk menghadapi NAFTA, karena NAFTA telah memiliki bahasa dan mata uang bersama, dan penurunan bea bersama. Jadi kita sedang melihat permulaan sistem ekonomi planeter, yang tidak setamak, tidak sebuas, ekonomi pada abad-abad lalu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi Anda mengesankan bahwa dengan memasuki luar angkasa dan berekspansi ke planet lain, maka pertumbuhan tak terbatas pada dasarnya adalah mungkin?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, karena Anda akan mendiami sistem bintang lain. Biar saya perjelas. Kita mungkin akan tetap di planet Bumi selama beberapa abad. Orang-orang bermimpi tentang membentuk Mars menjadi <em>terra</em> (area datar yang bisa diolah/dikembangkan-penj), tapi itu masih sangat jauh. Ada satu alasan, yaitu biaya; diperlukan puluhan ribu dolar, sepuluh sampai empat puluh ribu dolar, untuk meletakkan satu pon benda di orbit. Kita andaikan saja astronot John Glenn yang terbuat dari emas murni, astronot seharga emas murni. Seperti itulah biaya mengirim John Glenn ke luar angkasa. Sangat mahal! Itulah mengapa hanya orang Amerika, dan mungkin juga China, yang sekarang mampu mengalihkan sebagian aset nasional mereka untuk mengirim sesuatu ke orbit, yang membutuhkan banyak uang. Biaya itu dalam beberapa dekade ke depan mungkin tidak akan turun sangat banyak. Jadi saya pikir kita akan tetap di planet Bumi selama beberapa abad. Dan kita akan menghabiskan berabad-abad untuk mengatasi persaingan negara, sektarianisme, persaingan agama, dan saya menduga bahwa di luar angkasa sana mereka (penghuninya) juga memiliki permasalahan yang sama. Perjalanan luar angkasa juga sangat mahal untuk mereka. Dan pada saatnya kita berjumpa dengan mereka, mereka akan memiliki sifat cinta damai daripada kebuasan predator.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan mereka juga harus menemukan cara untuk hidup dengan sumber daya mereka yang terbatas serta permasalahan lainnya yang mereka miliki selama tinggal di planet mereka.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar. [Seperti itulah mereka] sebelum menjadi tipe dua dan bersifat <em>stellar</em> (bintang), sedangkan dalam tipe dua, mereka bisa langsung mengkonsumsi energi dari matahari.</p>
<p><strong>ST:</strong> Itu adalah masalah kelangsungan hidup. Saya pikir keadaan itu, setidaknya, sama bahayanya dengan persaingan.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya. Ada masalah kelangsungan hidup, karena cepat atau lambat planet mereka akan melemah dan mereka masih belum memiliki [teknologi] perjalanan ruang angkasa yang cukup murah untuk memanfaatkan tenaga matahari. Mereka tidak punya <em>solar collector</em> (pengumpul tenaga solar-penj) raksasa yang bisa mendapatkan energi tak terbatas dari matahari dan mereka terkurung dalam satu planet sehingga muncul masalah di sana. Tipe satu masih sedikit tidak stabil. Tipe dua relatif stabil karena mereka memiliki energi tak terbatas dari matahari, sedangkan tipe satu relatif tidak stabil. Jadi pada saatnya kita berjumpa dengan mereka, kemungkinan mereka telah menjadi tipe tiga. Dan bahkan bisa saja lebih dari itu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Atas skenario apa Anda bisa membayangkan bahwa sebuah peradaban tipe tiga akan tertarik pada peradaban yang lebih rendah.</p>
<p><strong>MK:</strong> Saya pikir mereka akan tertarik pada kita karena mereka kelak memiliki sifat ingin tahu. Itulah yang melambangkan kebangkitan mereka dari rawa. Evolusi di bumi sepertinya tak seberapa, makhluk istimewa adalah makhluk yang berakal, yang ingin tahu tentang lingkungannya dan bisa menjelajah dan memanfaatkan lingkungan baru; jadi saya pikir mereka akan memiliki keingintahuan untuk menjelajah dan mengadakan kontak dengan peradaban tipe satu.</p>
<p><strong>PG:</strong> Dengan kata lain, jika kita memikirkan adanya peradaban tipe tiga dan mereka cinta damai, karena kalau tidak, mereka tidak akan menjadi tipe tiga, dan jika mereka ingin menjelajah planet lain, adalah cukup mungkin bahwa mereka akan memberi kita, sebagai peradaban barbar, suatu jenis peradaban yang lebih tinggi&#8230;..</p>
<p><strong>ST:</strong> Mungkin saja, tapi saya kira kita terlalu primitif bagi mereka untuk diajak bermain-main. Beberapa orang mengatakan mengapa mereka tidak menemui kita dan memberi kita suatu teknologi dan hal-hal semacamnya, iya kan? Jika Anda menemui semut-semut di sarang semut (<em>anthill</em>), apakah Anda memberi mereka manik-manik, apakah Anda memberi mereka obat, apakah Anda memberi mereka ilmu fisika nuklir? Anda akan bilang tidak. Semut tidak akan bisa memahaminya. Akan berbahaya bagi mereka untuk memiliki teknologi ini.</p>
<p><strong>PG:</strong> Tapi semut tidak paham dan bahkan tidak mampu membayangkan pemikiran tentang eksisnya sesuatu (makhluk) seperti kita, sementara Anda dan yang lain telah mampu membayangkan pemikiran bahwa peradaban tipe tiga itu eksis, dan bahkan kita sedang menyelidiki mereka. Jadi semestinya kita menarik perhatian mereka.</p>
<p><strong>MK:</strong> Memang menarik perhatian beberapa dari kita, tapi untuk orang awam – semut awam – itu pasti menakutkan. Jika semut-semut ini bertemu dengan Anda, hal pertama yang mereka lakukan adalah lari, benar kan, jadi saya pikir mereka tidak akan mampu mencerna teknologi ini, mereka tidak akan mampu memahaminya. Jadi, jika saya berpikir lagi dari sudut pandang mereka (peradaban tipe satu), mereka tidak memperoleh apa-apa dalam pembicaraan dengan tipe nol.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya. Tapi kita punya entomolog (pakar serangga). Maka semestinya ada entomolog tipe tiga.</p>
<p><strong>MK:</strong> (Tertawa) Ehmm, tapi mereka bisa mendapatkan informasi itu dari kita dengan men-scan kita dari bulan atau mereka mungkin juga memiliki pangkalan di Bumi. Siapa tahu? Mungkin mereka mempunyai monolith di Bumi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Itu bisa Anda temukan pula dalam Star Trek; biasanya dari pangkalan-pangkalan tersamarkan di planet lain mereka mengamati peradaban buas.</p>
<p><strong>MK:</strong> Dan Anda mengamati karena tidak ingin menciptakan teror. Anda tidak ingin menimbulkan teror pada individu-individu ini, dan Anda tahu, kontak yang hendak Anda bangun akan sangat sangat spesifik. Anda tahu caranya mendapatkan informasi tertentu, Anda tahu caranya membangun kontak terbatas, tapi Anda tidak akan memberi mereka keunggulan teknologi global karena Anda tahu Anda bisa melakukan pengrusakan dengan teknologi ini, dan evolusi adalah teori yang sangat sangat bersifat persaingan. Maksud saya, kita punya aspek persaingan pada otak kita.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya. Benar sekali.</p>
<p><strong>MK:</strong> Dan jika Anda memberikan <em>ray gun</em> (senjata sinar) kepada manusia Cro-Magnon, mereka akan menyapu bersih Neandertal dalam hitungan minggu. Mereka akan tetap disapu bersih meski tanpa <em>ray gun</em>, jadi saya pikir adalah bahaya jika spesies yang sangat maju seperti itu memberikan senjata atau teknologi kepada spesies yang sangat sangat primitf, dan mereka akan menyelesaikan evolusi mereka dengan sangat sangat cepat dengan senjata itu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Mungkinkah mereka memiliki semacam etika kontak – seperti, lagi-lagi, dalam Star Trek?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ada kemungkinan.</p>
<p><strong>ST:</strong> Misalnya, Bumi dinyatakan sebagai area dilindungi, atau sepanjang status tipe satu belum tercapai, planet ini benar-benar di bawah perlindungan dan tidak boleh disentuh?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, kita bisa berspekulasi demikian. Tapi, mungkin area-area tertentu akan dibiarkan tidak dieksplorasi oleh mereka. Area-area tertentu yang tidak berharga untuk dieksplorasi, tak menimbulkan minat peradaban tipe satu, dan begitu banyak planet di galaksi yang kita anggap eksis, dan semuanya harus dikunjungi satu persatu. Jadi saya kira akan memerlukan waktu lama sebelum segala macam kontak dilakukan dan sekalipun suatu kontak telah dilakukan, mereka ingin meminimalkannya. Kita belum menjadi tipe satu. Sekali Anda menjadi tipe satu, Anda akan benar-benar memanfaatkan gagasan, pemikiran, dan kreatifitas puluhan miliar penghuni berpendidikan, daripada sekarang memiliki seorang elit yang memerintah sebagian besar masyarakat yang bodoh.</p>
<p><strong>PG:</strong> Pertanyaan lain. Tidak bisakah kita melihatnya jika memang di luar sana ada peradaban tipe tiga, mungkin mereka peradaban galaktik dan bisa mengontrol energi galaksi; jika kita memandang ke langit dan melihat semua galaksi, tidak bisakah kita mengenali sebuah galaksi yang tidak seperti yang lain yang&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm kami sudah memikirkan itu. Maksud saya, beberapa astronom telah mencatat bahwa ketika kita memandang ke luar angkasa, semua galaksi terlihat sama. Anda tidak melihat adanya sisa kehidupan. Sementara untuk memindahkan sesuatu di galaksi, sehingga kita bisa melihat mereka dari jauh, cukup sulit. Jika Anda memotret Bumi dengan menggunakan satelit-satelit kita, Anda akan temukan, sebagian besar satelit memperlihatkan bahwa di Bumi tidak ada kehidupan. Ini cukup menarik, tapi satelit Galileo mampu memperlihatkan bahwa ada kehidupan di Bumi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi ia dirancang untuk menemukan seluruh sidik jari, untuk menemukan jejak gas dan segala hal.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar. Cukup sulit untuk melihat adanya kehidupan di Bumi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi kita sedang mencari apa yang sebenarnya kita selidiki. Maksud saya, kita tahu apa yang kita cari.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar.</p>
<p><strong>ST:</strong> Sekarang kita tahu seperti apa tanda-tanda kehidupan, sehingga ketika kelak kita men-scan planet-planet <em>extrasolar</em> (di luar solar/tata surya kita-penj) dengan Darwin Project atau dengan sistem lain yang muncul di pertengahan abad, kita akan mencari ozon, kita akan mencari oksigen, kita akan mencari uap air dan jejak gas lain yang menjadi pertanda kehidupan.</p>
<p><strong>MK:</strong> Untuk tipe nol, ya? Ketika kita telah menjadi tipe satu, kita tidak lagi punya unsur kimia hidrokarbon.</p>
<p><strong>ST:</strong> Kita masih punya ozon di atmosfer, saya kira – saya harap.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya, untuk melindungi diri Anda. Tapi sekali lagi – jika Anda berada di tempat seperti bulan Europa, Anda bisa memiliki peradaban di sana tanpa karakteristik ini&#8230;.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi lagi-lagi kita tetap mencari sendiri?</p>
<p>MK: Benar. Di Europa (BulanYupiter), Anda temukan contoh lubang-lubang gunung berapi (<em>volcano vent</em>). Lubang-lubang gunung berapi bisa memberi Anda energi tanpa cahaya matahari. Mungkin dahulu kita bermula seperti itu. Jika Anda memikirkannya, cahaya matahari sangat penting bagi eksistensi kita, di mana semua mesin kita, mesin molekuler, dijalankan oleh cahaya matahari. Namun mungkin juga kita tidak bermula dengan cara itu. Kita mungkin bermula di dekat lubang-lubang gunung berapi, tidak bergantung kepada cahaya matahari. Unsur kimia kita mungkin didasarkan pada lubang-lubang gunung berapi dan itulah yang kita temukan di Europa. Kita menemukan sebuah lautan di bawah lapisan es. Kita menemukan lubang gunung berapi, mungkin kemudian kehidupan, yang berawal dari ikan. Ikan tanpa mata, ikan tanpa astronomi, tapi ikan yang mungkin memiliki suatu industri yang eksis di bawah lapisan es Europa dengan arsitektur yang sama sekali berbeda. Awalnya mereka tidak akan memiliki pesawat ruang angkasa karena mereka tidak tahu tentang eksistensi bintang-bintang, kecuali bintang laut.</p>
<p><strong>ST:</strong> Betul. <em>Jadi bagaimana seharusnya kita mencari peradaban-peradaban lain di alam semesta?</em></p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, tentu saja kita sendiri harus mencarinya, karena bagaimana lagi kita melakukannya? Bagaimanapun, kita harus mencari unsur kimia yang kaya, dan sejauh ini, unsur kimia yang kaya yang kita ketahui adalah yang berbasis karbon. Karbon memiliki empat ikatan. Dan, Anda tahu, silikon memiliki empat ikatan, tapi tidak kaya. Kita harus mencari unsur kimia berbasis karbon, dan kita harus mencari sumber energi. Untuk menciptakan kehidupan, Anda perlu energi, Anda harus punya stabilitas, Anda harus punya kompleksitas. Energi berasal dari matahari; Anda perlu stabilitas karena Anda berada di atas sebuah planet sirkular di Goldilock Zone, Anda perlu kompleksitas karena karbon dengan empat ikatannya. Selain daripada itu, segalanya bisa benar-benar terjadi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Terkait dengan Teori Daniken, ada juga pencarian artefak-artefak <em>extra-terrestrial</em>. Anda menyebutkan kemungkinan pangkalan di bulan, contohnya – sebagai pemikiran yang sangat hipotetis. Jika seseorang hendak mencari artefak <em>extra-terrestrial</em> di sistem solar, menurut Anda, apa yang seharusnya ia cari di sana?</p>
<p><strong>MK:</strong> Pertama-tama kita bukan harus mencari teknologi tipe nol. Kita harus mencari teknologi tipe tiga di Bumi, contohnya, <em>nano technology</em>. Banyak dari teori-teori mengenai <em>extra-terrestrial intelligence</em> ini dirumuskan pada tahun 30-an dan 40-an sebelum munculnya teknologi nano. Sekarang dengan teknologi nano, kita bisa me-miniatur-kan barang-barang, membuat barang-barang menjadi super kuat pada level molekuler dengan <em>carbon nano tube</em>, mungkin kita bisa membuat mesin atom, membuat laboratorium atom yang seukuran atom. Ketika Kubrik mengerjakan filmnya, ia menggunakan monolith setinggi lima belas kaki atau lebih. Sekarang, itu tidak <em>harus</em> setinggi lima belas kaki!</p>
<p><strong>ST:</strong> Mungkin tidak akan terlihat.</p>
<p><strong>MK:</strong> Bisa sekecil kotak roti. Hanya perlu memiliki simpanan informasi untuk mereplikasi diri dan memulai proses pencarian emisi tipe satu, mempelajari peradaban tipe satu, dan mereka bisa saja ada di Bumi. Tentu saja di Bumi terdapat lebih banyak erosi sehingga mereka kemungkinan tidak bisa bertahan lama. Di bulan mereka dapat bertahan selama miliaran tahun, tapi, Anda tahu, Bumi memiliki unsur karbon yang kaya. Jadi, terlepas dari pemikiran Anda tentang Bumi, Anda akan berpikir bahwa Bumi akan menjadi sebuah laboratorium untuk memulai bentuk kehidupan baru. Jika Anda adalah bentuk makhluk berakal yang mengunjungi sistem solar kami sebelum kedatangan manusia dan Anda melihat dinosaurus berjalan di muka Bumi, Anda bisa bilang pada diri Anda, “ehmm yeah, beri cukup waktu”, mungkin Anda mendapatkan dinosaurus cerdas. Lalu mengapa tidak mendaratkan satelit di sana? Mengapa tidak mendaratkan satelit dan membangun koloni, Anda tahu, cukup mendirikannya dan menginvestigasi semua hal lalu menunggu. Cukup menunggu. Dan, sekali lagi, makhluk-makhluk ini kemungkinan <em>semi-computerized</em>. Anda tahu, sebagian dari akal mereka mungkin adalah mesin. Jika kita bertemu dengan salah satu makhluk ini, mereka akan terlihat agak aneh menurut kita, karena kita berasumsi itu adalah teknologi tipe nol yang dipaksakan pada tipe nol. Teknologi tipe tiga akan menggunakan <em>nano technology</em>. Ini kemungkinan adalah penggabungan karbon dan silikon. Kemungkinan setengah hidup – jika Anda tinggalkan objek tersebut di belakang satelit, ia akan setengah hidup, ia akan di-miniatur-mikro-kan (<em>micro-miniaturized</em>) pada skala yang fantastis.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi jika saya pikir-pikir, teknologi ini bisa dipahami oleh kita sekalipun yang bukan tipe satu.</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi mungkin dalam kenyataannya, kita memang harus mengharapkan sesuatu yang bahkan tidak bisa kita bayangkan sedikit pun&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Bahkan mungkin yang tidak bisa dipahami sekalipun. Benar. Ingat, sebagaimana Anda katakan, teori-teori kita didasarkan pada pemikiran yang diproyeksikan di zaman sekarang.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan itu berubah secara dramatis hanya dalam tiga puluh tahun terakhir.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>. Hanya dalam periode sesingkat itu. Kita tidak lagi melihat model UFO tahun tiga puluhan atau empat puluhan. Kita melihat kemungkinan transportasi dimensi yang menembus dimensi meski tanpa pesawat ruang angkasa, contohnya. Kita mencari kemungkinan <em>micro-miniaturization</em> dan penggabungan karbon-silikon. Lima puluh tahun dari sekarang (tertawa). Itulah alasannya saya mendalami hukum fisika. Hukum fisika tidak berubah sebanyak itu. Butuh tiga ratus tahun bagi Einstein untuk mengganti Newton dan sekarang String Theory sedang berjalan tapi String Theory merupakan perluasan Quantum Theory, perluasan Teori Einstein. Jadi kita pikir hukum fisika akan tetap layak untuk ribuan tahun. Hukum biologi dan hukum sains komputer akan berubah sangat cepat. Tapi meski dalam waktu singkat kita menguasai ilmu biologi dan komputer, kita telah benar-benar percaya bahwa perjumpaan dengan makhluk luar angkasa nanti akan cukup berbeda dari perjumpaan pada tahun 1950-an atau 1940-an. (<em>Seekor burung hitam terbang turun naik di luar jendela kantor Erick V. Daniken</em>). Ada seekor burung yang sedang mencoba membangun kontak dengan kita, benar kan?</p>
<p><strong>ST:</strong> (Tertawa) mungkin itu robot alien&#8230;.</p>
<p><strong>MK:</strong> &#8230;..ia tidak bisa membayangkan adanya kaca. Mereka tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang seperti kaca, sehingga mereka menabrak benda-benda. Anda tahu ada benda lain yang seperti kaca&#8230;. Anda benar, kita tahu tidak ada yang lain. Itulah kenapa saya menjadi fisikawan dan itulah kenapa saya berpikir bahwa dari sudut pandang fisika, hukum fisika tidak akan berubah dalam seribuan tahun ke depan sampai kita menemukan lapisan baru dalam fisika.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi Anda tidak tahu sebenarnya seberapa besar porsi pengetahuan kita saat ini. Maksud saya, pengetahuan yang Anda ketahui saat ini mungkin ternyata hanya bintik kecil dari model yang jauh lebih besar.</p>
<p><strong>MK:</strong> Yeah. Namun kita pikir, tidak semua orang, ada satu Final Theory. Saya kira sekarang kita sangat dekat dengan Final Theory. Contohnya biologi – ketika akhirnya DNA terungkap, itu merupakan final theory. Mulai sekarang, semua riset dalam biologi berbasiskan DNA.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi Anda sedang menjelaskan alam realitas.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>, saya menginginkan DNA realitas. Benar. Ini yang kita inginkan – kode kosmik, yang dalam biologi telah ditemukan. Ahli biologi telah memiliki kode kosmik mereka sendiri. Kita sedang mencari DNA alam semesta, kode genetik yang membuat alam semesta kita tercipta.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan kemudian segalanya akan menjadi fisika terapan?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, lihat saja biologi. Biologi adalah DNA terapan. Dan lihat juga kimia. Kimia tak lain adalah fisika atom terapan dan fisika atom adalah fisika nuklir terapan. Dan fisika nuklir terapan adalah, kami pikir, String Theory terapan. String Theory sendiri, kami pikir, adalah DNA dari semua teori. Saya kira, kita tidak bisa membuktikannya, tapi semua indikasi menunjukkan bahwa ini merupakan final theory.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya, bukti merupakan masalah kita yang lain. Anda menyebutkan beberapa cara bagaimana ini bisa dibuktikan secara tidak langsung&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Ya. Satelit WMAP (Wilkinson Microwave Anisotropy Probe) pada Februari tahun ini mengambil gambar bayi alam semesta yang bertanggal 379.000 tahun setelah permulaan penciptaan. Ini memberi kita gambaran Big Bang paling detail, gambar-gambar setelah ledakan Big Bang. Lima belas tahun mendatang kita akan meluncurkan LISA (Laser Interferometry Space Antenna) ke luar angkasa. Tiga satelit yang akan mendeteksi gelombang gravitasi. Ini bukan gelombang udara (<em>shockwave</em>) setelah goncangan tapi gelombang udara sungguhan (dari Big Bang). Kita akan memotretnya dengan satelit-satelit kita lima belas tahun mendatang. Kita telah diberi persetujuan awal dari NASA, tiga satelit yang mengorbit membentuk segitiga yang dihubungkan oleh sinar laser saat mereka beredar di luar angkasa. Gelombang yang menyentuh ketiga sinar laser ini akan menggoncangkan mereka, membuat mereka mengalami fase yang berbeda-beda. Dan kita akan mampu mendeteksi black hole, bintang neutron, dan supernova di luar angkasa, serta penciptaan itu sendiri yang hingga kini masih bergema di seluruh alam semesta. Ini seharusnya menyelesaikan teori kita. Kita seharusnya bisa mendapat informasi penting. Orang-orang mengatakan Anda tidak bisa menguji String Theory karena kita tidak memiliki <em>atom smasher</em> (pemecah atom) seukuran galaksi. Kita punya sesuatu yang lebih hebat dari itu. Kita punya atom smasher seukuran alam semesta. Jika Big Bang itu sendiri adalah atom smasher, ia telah memecah banyak atom ketika alam semesta tercipta. Sementara gelombang udara gravitasi, kita akan memotretnya, berasal dari sepertriliun detik Big Bang, bukan 379.000 tahun setelah Big Bang. Ini seharusnya menjelaskan teori inflasi yang merupakan teori dominan dalam kosmologi; lebih dari itu, ini juga seharusnya memberi kita firasat mengenai String Theory.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi Anda masih sedang menanti masa-masa yang mengasyikkan.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>, ini adalah masa yang hebat untuk menjadi seorang fisikawan&#8230;.</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya bisa merasakan itu.</p>
<p><strong>MK:</strong> Karena sekarang kita tidak sekedar membual bahwa seharusnya ada sebuah <em>unified field theory</em>; kita benar-benar punya itu sekarang. Kita hanya harus membuktikan bahwa ini <em>memang</em> Unified Field Theory. Ini memaksa kita untuk berhadapan dengan hal-hal seperti <em>worm hole</em>, mesin waktu, dan <em>higher dimension</em> (dimensi yang lebih tinggi), yang biasanya tidak ingin kita pikirkan, tapi sekarang terpaksa kita harus berhadapan dengan ini, dan di sisi lain galaksi, makhluk berakalnya juga pasti akan mengalami hal yang sama. Mereka juga akan memecah atom, mereka juga akan mengerti bahwa ada sebuah <em>unifeid field theory</em> yang mendasari semua kedudukan fundamental dan mereka mengalami hal yang sama dengan kita. Dan mungkin jika mereka berada seratus ribu tahunan di depan kita, mereka menggunakan ini sebagai arena bermain aktivitas mereka. Dan satu hal lagi, kita tahu dari satelit WMAP bahwa alam semesta itu sedang berakselerasi dan ia mungkin akan mati dalam <em>big freeze</em> triliunan tahun dari sekarang. Pada titik tersebut, saya pikir kita semestinya meninggalkan alam semesta. Setiap makhluk berakal yang maju harus mempetimbangkan opsi meninggalkan alam semesta secara serius dan pergi menuju alam semesta yang lebih hangat.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi saya berasumsi jika Planck Energy bisa dimanfaatkan, maka hal ini bisa diulur untuk waktu yang sangat lama?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, perluasan alam semesta sepertinya terus meningkat. Dan miliaran tahun dari sekarang, ia bisa sangat dingin sehingga kita mungkin harus meninggalkan alam semesta ini, kita mungkin harus membuat sekoci penolong (<em>lifeboat</em>) untuk pergi ke alam semesta lain. Itu adalah tema dalam buku saya berikutnya.</p>
<p><strong>ST:</strong> Barangkali kita bisa menciptakannya sendiri.</p>
<p><strong>MK:</strong> O iya. Itulah yang disebutkan Allan Guth, bapak Inflationary Theory; suatu saat di masa depan dia mungkin akan memenangkan Hadiah Nobel. Dia secara aktif menulis tentang bayi alam semesta. Dia menyebutnya puteri alam semesta. Apa yang dibutuhkan untuk menciptakan alam semesta lain? Tentu saja temperaturnya setriliun triliun derajat celsius, tapi sekali lagi, kita bisa membayangkan bahwa sebuah teknologi maju pasti dapat menghasilkan setriliun triliun derajat celsius. Sinar laser contohnya. Ia kemungkinan mampu menciptakan sinar laser super yang mengkonsentrasikan cukup energi sehingga alam semesta virtual menjadi riil. Seperti di laboratorium, kita bisa memperoleh elektron virtual dan membuatnya menjadi riil. Sinar laser super mungkin mampu membuat alam semesta virtual dan menjadikannya riil.</p>
<p><strong>ST:</strong> Terkait Big Freeze – mungkin Anda pernah membaca atau setidaknya mendengar buku Freeman Dyson, <em>Time Without End</em>?</p>
<p><strong>MK:</strong> Tidak, apa itu buku baru?</p>
<p><strong>ST:</strong> Sudah lama – tahun tujuh puluhan –, dalam buku itu ia menyatakan, kebanyakan secara termodinamis, bahwa [proses termodinamika] akan sangat dingin tapi tidak akan pernah menyentuh level nol mutlak, dengan demikian setiap proses akan sangat lambat tapi tidak akan pernah benar-benar berhenti.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ia mungkin saja keliru. Ada sebuah artikel yang diterbitkan dalam Scientific American sekitar dua tahun lalu, karangan Lawrence Kraus, yang menyatakan bahwa Freeman Dyson mungkin keliru. Bagaimanapun, ia keliru karena adanya celah. Kita sekarang percaya bahwa ada sebuah konstanta kosmologis di alam semesta. <em>Dark energy</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi itu diajukan kembali!</p>
<p><strong>MK:</strong> Benar, diajukan kembali, diperkenalkan pada tahun 1960, namun sebenarnya pertama kali muncul pada tahun 1917; jika ada suatu <em>dark energy</em> maka seharusnya ada <em>floor</em> (level terendah). Ada suatu floor minimum dan Anda tak bisa hidup di bawah <em>floor</em> tersebut, dan oleh sebab itu, ketika alam semesta terus mendingin dan mencapai <em>floor</em>-nya, maka semua mesin akan berhenti. Pemrosesan informasi akan mustahil. Pemrosesan informasi hanya mungkin terjadi jika Anda mempunyai perbedaan temperatur. Jika delta T (perbedaan temperatur) nol maka proses informasi menjadi nol. Kehidupan bisa didefinisikan sebagai pemrosesan informasi, oleh karena itu, ketika kita mencapai <em>floor</em> (yaitu <em>dark energy</em>), semua pemrosesan informasi akan berhenti.</p>
<p><strong>ST:</strong> Anda benar – lagipula Freeman tidak punya suatu konstanta kosmologis.</p>
<p><strong>MK:</strong> Ia tidak punya? Benar juga. Itu baru diperkenalkan tiga sampai lima tahun terakhir.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya bukunya terbit tahun tujuh puluhan. Meski demikian, menurut saya tampak meyakinkan.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>, tampak meyakinkan. Benar.</p>
<p><strong>PG:</strong> Tadi Anda bicara tentang buku Anda di masa mendatang. Ada beberapa mahasiswa peneliti di AAS dan barangkali Anda bisa memberi mereka suatu nasehat bagaimana mengerjakan tema ini, mungkin sangat menarik, haruskah mereka mempelajari fisika atau haruskah mereka menghubungi Anda atau apa yang harus mereka lakukan? Bisakah Anda memberi nasehat?</p>
<p><strong>MK:</strong> Ehmm, saya pikir sains itu semacam membangun sebuah rumah. Pertama-tama Anda harus punya fondasi yang kokoh dan riil. Semakin kokoh fondasinya, semakin baik rumah yang Anda bangun. Kemudian Anda harus menjadi seorang arsitek agar mampu membuat ruangan, jendela, dan hal-hal semacamnya. Kemudian Anda harus menjadi seorang seniman. Anda harus menjadi seniman untuk memastikan bahwa rumah itu terlihat indah dan bagus. Jadi jika kita ingin menjadi seorang ilmuwan, pertama kita harus memahami landasan riil-nya. Kita harus memahami Quantum Theory. Anda harus memahami Relativitas. Anda harus memahami teknologi DNA, memiliki fondasi riil. Kemudian Anda harus membangun ruangan, Anda harus mampu berspekulasi, Anda harus mampu bermimpi tentang sebuah rumah, dan pada akhirnya Anda harus menjadi seorang seniman. Anda harus kreatif. Anda harus menjadi cahaya wawasan dan imajinasi, yang tidak bisa diajarkan dalam buku, tidak bisa dipelajari, dan itulah ciri-ciri ilmuwan besar. Banyak ilmuwan bisa membangun fondasi dan ruangan, tapi untuk menjadi ilmuwan besar Anda harus menjadi seniman. Dan begitulah dulu Einstein. Pada dasarnya ia adalah seorang seniman yang bisa menciptakan sesuatu dari bukan sesuatu. Sama dengan Isaac Newton. Kita harus bermimpi. Kita harus bermimpi, semakin kokoh fondasinya semakin banyak kita bisa bermimpi. Jadi saya pikir kita harus memiliki dasar, Anda tahu, dalam fisika, biologi, kimia – semakin banyak dasar yang kita miliki semakin banyak kita bisa bermimpi.</p>
<p><strong>PG:</strong> Oke. Terima kasih.</p>
<p><strong>ST:</strong> Satu spekulasi lagi mengenai alien pengunjung.</p>
<p><strong>MK:</strong> Baiklah.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ini yang terakhir. Kita berada pada titik sejarah yang mengasyikkan dalam kemanusiaan. Tanda-tandanya, semoga saja sebuah peradaban global yang damai akan terbentuk – atau mari kita katakan bahwa kita berada pada ambang batas sesuatu dan kita tidak cukup tahu akan seperti apa itu. Tidak mungkinkah, sebagaimana spekulasi sains fiksi sekarang, bahwa hanya akan ada sangat sedikit planet di galaksi ketika sebuah peradaban mencapai titik evolusi yang sangat spesifik ini, dan bahwa ini sangat menarik peradaban tipe tiga sehingga bisa menjadi alasan mengapa mereka mempelajarinya atau mungkin – lagi-lagi hanya spekulasi – mendukungnya, mengadakan kontak dengannya, dan membantunya menghindari kesalahan besar berupa penghancuran diri sendiri.</p>
<p><strong>MK:</strong> Itu mungkin saja. Film “2001”, sedikit banyak, didasarkan pada ide bahwa sebuah peradaban yang lebih maju, seperti tipe satu, akan sangat menarik. Dan itulah mengapa dalam film tersebut ada sebuah adegan di mana para astronot menyentuh obelisk, dan kemudian muncul bunyi. Ingat ada bunyi? Bunyi itu adalah pesan, suatu jam alarm yang mengatakan kami telah tiba. Hal ini selalu mungkin karena bahkan dalam film tersebut, mereka memiliki monolith yang muncul di depan kera-kera. Jadi ada sebuah situasi di mana peradaban alien sebetulnya membantu evolusi planet Bumi dan mereka menunggu. Mereka menunggu kita menjadi tipe satu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya berasumsi, waktu tidak berpengaruh pada mereka.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>, ini memang mungkin saja. Lagi-lagi, kita berspekulasi.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tentu saja.</p>
<p><strong>MK:</strong> Anda tahu, kita sedang berspekulasi dan mencoba memperhitungkan kemungkinan dari pemahaman evolusi tipe nol kita sendiri, pemahaman hukum fisika; mereka mungkin saja ingin membantu kita sedikit, tapi menurut saya bahaya juga jika terlalu banyak teknologi mereka yang hadir di luar sana, itu akan melebihi daya serap kita. Maksud saya, lihat saja bom atom. Bom atom adalah konsekuensi dari perang tahun 1930-an. Tapi peradaban kita, bahkan hingga hari ini, tidak siap mengurus bom atom dan itulah mengapa kita punya masalah proliferasi nuklir. Pikirkan tentang bom atom yang kita ciptakan sendiri sebagai suatu teknologi dan memakan waktu lama dan sulit untuk mengontrolnya. Jika mereka ingin memberikan beberapa teknologi mereka kepada kita dalam skala besar, itu dapat benar-benar membawa pada penghancuran diri sendiri. Tapi tak berarti bahwa mereka tidak akan membantu kita atau mendirikan suatu pangkalan, membangun kontak dengan kita. Anda tahu, [mereka akan] sedikit bekerja dengan kita, dan saya pikir mereka tidak akan memberi kita keunggulan teknologi mereka, itu terlalu berbahaya. Kita masih memiliki pikiran buas. Otak kita identik dengan pikiran orang-orang yang meninggalkan Afrika seratus ribuan tahun yang lalu. Bukti DNA, bukti fosil, mengindikasikan bahwa kita meninggalkan Afrika seratus ribuan tahun lalu sebagai manusia modern, manusia yang terlihat persis seperti kita. Tapi otak kita belum berubah. Masih buas, masih serakah, masih kejam. Tidak ada yang berubah, sungguh.</p>
<p><strong>ST:</strong> Memang tidak. Secara biologis, kita masih berada di Zaman Batu dan kita adalah manusia gua.</p>
<p><strong>MK:</strong> Jika Anda ambil contoh sekumpulan pekemah dan tiba-tiba mereka semua kehilangan kontak, karena ada badai salju, lalu mereka tersesat di hutan belantara, maka mereka akan segera kembali pada kebuasan yang sama seperti pada seratus ribuan tahun lalu, kembali pada struktur hirarkis yang sama. Segala hal yang kita tinggalkan seratus ribuan tahun lalu sebenarnya hanya tertinggal kemarin jika Anda tersesat di pegunungan dan memiliki cadangan makanan terbatas. Jadi, sekali lagi, bisa sangat berbahaya bagi tipe tiga untuk memberi kita manfaat teknologi mereka secara penuh, tapi tak ada alasan untuk tidak mengadakan kontak dengan kita, berinteraksi dengan kita; mungkin mereka memberi kita sesuatu, namun kemudian membiarkan kita sendirian, disebabkan fakta bahwa itu sangat berbahaya. Dan jika kita membangun kontak dengan menggunakan teknologi mereka, itu akan terasa seperti hadiah dari dewa. Seperti dikatakan Arthur C. Clarke, teknologi yang cukup maju tidak bisa dibedakan dari <em>magic</em>.</p>
<p>ST: Ini juga bagian dari teori Daniken – itulah mengapa ia mengatakan bahwa seandainya dahulu ada kontak, maka pengontak itu atau alien itu atau siapapun itu pasti dipersepsikan sebagai dewa oleh penduduk Bumi.</p>
<p><strong>MK:</strong> <em>Yeah</em>. Tak diragukan lagi bahwa hal-hal sederhana sekalipun – misalnya radio, geretan, cermin, dan benda lain yang menjadi bagian hidup sehari-hari, pasti dianggap sebagai hadiah dari dewa menurut perspektif mereka.</p>
<p><strong>ST:</strong> Sangat menarik. Sungguh.</p>
<p><strong>MK:</strong> Terima kasih.</p>
<p><strong>PF:</strong> (Terkait burung tadi yang terbang di luar jendela) Apa yang akan dipikirkan seekor burung jika ia melihat enam orang sedang duduk di udara, mungkin [ia menganggap mereka] peradaban tipe lima atau&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> &#8230;..Jika ada manusia sedang melayang di udara?</p>
<p><strong>PF:</strong> Tentang burung tadi itu. Jika ia melihat kita.</p>
<p><strong>MK:</strong> Apa yang ia lihat, begitu?</p>
<p>PF: Maka apa yang ia pikirkan?</p>
<p><strong>MK:</strong> Burung yang besar. Benar tidak?</p>
<p><strong>ST:</strong> (Tertawa) Tanpa sayap.</p>
<p><strong>MK:</strong> Kalau mereka tipe min satu; “Oh, ini adalah peradaban tipe min satu!” Burungnya besar segalanya besar. Begitukah? Tidak. Bill Gates pernah menulis sebuah buku berjudul “<em>The Road Ahead</em>”. Dia mencoba memprediksi masa depan di tahun 1995, dan ternyata buku itu sepenuhnya salah. Dia mengatakan bahwa kita akan memiliki PC yang besar. PC di mana-mana. Di sini, di sana, benar (tertawa). Buku itu sepenuhnya salah! (Sekarang ada) internet, <em>micro-miniaturization</em>, dan di masa depan PC akan lenyap&#8230;&#8230;</p>
<p><strong>ST:</strong> Itu tahun 1995?</p>
<p><strong>MK:</strong> Tahun 1995. <em>The Road Ahead</em>. Ditulis sebelum revolusi Internet benar-benar terjadi, dan dia berbicara tentang PC <em>stand alone</em> yang ada di mana-mana, PC <em>super powerful</em>. Itu bukan masa depan. Masa depan adalah ketika komputer lenyap di mana-mana, bukan begitu? Itulah mengapa meramalkan kemungkinan selalu berbahaya. Itulah mengapa menggunakan hukum fisika itu sedikit memudahkan kita, karena fisika tidak berubah dengan sangat cepat, sementara hukum sains komputer berubah sepanjang waktu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Saya juga ingin bertanya, apa yang Anda pikirkan mengenai <em>problem of complexity</em> (masalah kompleksitas)? Kita memahami prinsip fundamental alam semesta – atau, paling tidak, mulai memahaminya – tapi seringkali kita tidak memahami <em>complex system</em> (sistem kompleks) dengan sangat baik. Kita tidak sanggup memprediksikannya. Kita berakhir dalam Chaos Theory.</p>
<p><strong>MK:</strong> Chaos Theory hampir tidak memberikan kita apa-apa.</p>
<p><strong>ST:</strong> Ya, benar. Contohnya&#8230;?</p>
<p><strong>MK:</strong> Contohnya cuaca – Chaos Theory ditemukan untuk membantu kita memahami cuaca dengan <em>butterfly effect</em>. Teori ini sangat bagus, tapi <em>butterfly</em> yang mana yang mempengaruhi cuaca, kapan <em>butterfly</em> mempengaruhi cuaca, benar kan? Teori ini tidak memiliki kemampuan meramal [cuaca].</p>
<p><strong>ST:</strong> Tentu saja.</p>
<p><strong>MK:</strong> Dalam beberapa hal, otak boleh jadi merupakan hasil dari kompleksitas. Jika Anda memperhatikan jumlah gen, hanya ada tiga puluh ribu gen yang menyusun manusia. Sementara ada ratusan miliar <em>neuron</em> (sel syaraf) dalam otak manusia. Ratusan miliar. Masing-masing <em>neuron</em> terhubung dengan puluhan ribu <em>neuron</em> lainnya. Jadi bagaimana tiga puluh ribu gen tersebut bisa meng-<em>encode</em> informasi dari ratusan ribu <em>neuron</em>, sementara masing-masing <em>neuron</em> terhubung dengan puluhan ribu <em>neuron</em> lainnya? Ini mustahil! Secara matematis, ini mustahil. Satu-satunya cara untuk melakukan itu adalah <em>self-organization</em>, yaitu masing-masing <em>neuron</em> memiliki semacam <em>blueprint</em>, kode-kode tertentu yang tumbuh dalam arah tertentu di mana kekuatan kimiawi tertentu lebih besar. Begitulah masing-masing <em>neuron</em> tumbuh, tapi pada dasarnya <em>random</em>. Jadi, sebagian besar, otak merupakan <em>self-organized system</em> (sistem yang mengatur sendiri) dengan program yang sangat sangat sederhana, seperti sebuah <em>automaton</em> (mesin yang bergerak otomatis-penj) sel; hal ini menjelaskan bagaimana setiap <em>neuron</em> tumbuh. Selebihnya, hanya itu. Sekali Anda menghubungkannya, maka Anda mendapatkan bayi [berperilaku seperti bayi]. Bayi harus belajar bagaimana bertemu dengan banyak hal. Jadi ini adalah sebuah contoh di mana Complexity Theory menunjukkan pada kita bahwa kita mungkin memahami otak dari arah yang salah. Otak bukan komputer. Otak bukan Turing Machine. Ia tidak melakukan input, ataupun output; tidak ada CPU, tidak ada bagian-bagian yang terpisah, tidak ada chip Pentium. Otak kita bukan komputer. Ia adalah jaringan syaraf; jadi ini adalah situasi di mana Anda tidak bisa meramalkan kemungkinan atas dasar masa lalu, Anda harus mengandalkan pengertian yang kita peroleh dari Chaos Theory bahwa kesadaran dalam otak manusia pun adalah hasil sambilan Chaos Theory. [Chaos Theory] itu tidak membantu kita menjelaskan hal ini, tapi membantu kita memahami bahwa kita kemungkinan berjalan dalam arah yang salah. Dan sekarang Neural Network Theory sedang turun, karena kita sekarang punya pendekatan berbeda terhadap kecerdasan (<em>intelligence</em>). Kita memandangnya secara <em>bottom up</em>, tidak lagi <em>top down</em>. 99 persen kecerdasan artifisial termasuk dalam <em>top down</em>. Top down. Saya menginginkan CD Rom dengan semua kaidah kecerdasan; saya memasukkannya (kecerdasan artifisial) ke dalam CD Rom tersebut, lalu komputer mengatakan ‘<em>I think</em>’ (saya pikir). <em>I am conscious</em> (saya sadar). <em>I understand</em> (saya paham). Kemudian Anda keluarkan CD Rom, maka ia kembali menjadi komputer yang bodoh. Impian itu telah lenyap. Kita tak lagi percaya pada pendekatan <em>top down</em>. Pendekatan kita sekarang adalah <em>bottom up</em>. Dimulai dengan sekumpulan <em>neuron</em>, menghubungkan mereka secara <em>random</em> lalu membiarkan mereka belajar seperti bayi. Program Mars didasarkan pada hal itu sekarang. Semua penjelajah Mars merupakan jaringan syaraf. Jadi telah ada revolusi dalam teori kecerdasan artifisial; bukan <em>top down</em> tapi <em>bottom up</em>. Maka ketika kita mengirim satelit ke luar angkasa, kita harus tahu bahwa satelit kita mungkin berlandaskan pada teknologi <em>bottom up</em> bukan <em>top down</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Pertanyaan pusaka terkait kompleksitas: bagaimana kalau kita mengubah sistem kompleks yang tidak kita pahami – seperti alam, ekosistem, sistem iklim&#8230;..</p>
<p><strong>MK:</strong> Itu sangat berbahaya. Kita hidup dalam sebuah <em>web</em> (jaringan), bisa dikatakan demikian, dan jika Anda mengguncangkan jaringan, Anda kira hanya mata rantai berikutnya yang akan berubah, tapi tentu saja tidak. Itu mengubah seluruh mata rantai dalam rentetan itu, jadi cukup berbahaya jika kita bergantung kepada ekosistem kita dan banyak mengubah ekosistem kita. Contoh, lima jenis panen yang menghasilkan sebagian besar pangan manusia. Lima jenis panen, oke? Beras, gandum, dan semacamnya. Jagung. Lima jenis panen. Sangat berbahaya, karena jika kita duduk di puncak rantai makanan dan semua hama jagung atau hama gandum mempengaruhi produksi beras dan gandum dan jagung, miliaran manusia akan menderita kelaparan. Anda bisa mempengaruhi nasib bangsa-bangsa, jadi kita memang cukup bergantung kepada lingkungan kita, dan ia adalah lingkungan yang sangat terbatas. Lingkungan yang sangat terbatas – kita bergantung kepada sekumpulan binatang-binatang&#8230;..</p>
<p><strong>ST:</strong> Kita yang telah menciptakan kondisi ini.</p>
<p><strong>MK:</strong> Kita telah menciptakan suatu <em>bubble</em> (gelembung)! Gelembung di puncak rantai makanan. Dan tak perlu banyak hal untuk membuat kita keluar, karena kita hidup dalam <em>bubble</em>. Lima macam panen, serta binatang-binatang tempat kita bergantung. Lembu, domba, babi, ayam dan lima macam biji panen dasar. Ini sangat berbahaya. Dan, Anda tahu, 65 juta tahun yang lalu sebuah komet atau meteor menghantam Yucatan, Meksiko, dan kemungkinan itulah yang memusnahkan Dinosaurus. Dalam beberapa hal, kita adalah komet lain. Kita sekarang telah menghantam Bumi. Kita sekarang sedang menghancurkan kehidupan binatang pada skala yang tidak terlihat sejak 65 juta tahun lalu.</p>
<p><strong>ST:</strong> Tapi jika kita tetap di planet ini untuk ribuan tahun atau sedikitnya ratusan tahun berikutnya, bukankah kita pasti berhenti berkembang?</p>
<p><strong>MK:</strong> Tidak. Saya pikir yang akan terjadi adalah bahwa kelak akan ada beberapa kegoncangan besar sungguhan. Menurut saya, akan ada beberapa kegoncangan besar <em>sungguhan</em>.</p>
<p><strong>ST:</strong> Dan kemudian perkembangan juga berhenti.</p>
<p><strong>MK:</strong> Untuk sementara. Saya pikir akan ada kegoncangan. Kita akan segera kehabisan minyak, atmosfer sedang memanas dengan cepat. Kebanyakan manusia tidak melakukan apa-apa terkait hal ini karena mereka menyukai SUV (Sport Utility Vehicle/mobil <em>sport</em>) mereka, mereka menyukai gaya hidup mereka, sementara Bumi sedang berubah dengan sangat cepat sekarang, dan setahu saya belum ada yang dilakukan terkait hal ini. Jadi saya kira manusia tidak akan melakukan apapun, sangat disayangkan, hingga ada kegoncangan besar. Begitulah manusia bergerak. Manusia tidak bergerak sampai mereka diharuskan bergerak. Kenyataannya, saya yakin evolusi lebih menyukai organisme seperti itu. Otak kita dibangun untuk tidak melakukan apapun sebelum ada ancaman mematikan terhadap kita. Jadi, menurut saya akan ada suatu ancaman mematikan. Saya kira itu akan terjadi tepat ketika muncul <em>designer germ</em> (kuman perancang), barangkali ketika ada pelarian dari bom atom, ketika kutub es, kantong es di kutub, mulai mencari dan retak. Saya pikir itu akan membawa keadaan serius bagi banyak orang sehingga mereka terbangun. Yang sangat menyedihkan adalah bahwa mungkin di luar angkasa sana ada banyak tipe nol yang tidak pernah berhasil menjadi tipe satu. Mungkin ada banyak planet mati di mana bom atom telah padam. Atmosfer mereka adalah radioaktif. Atmosfer mereka sangat panas dan tak ada lagi kehidupan di sana. Tipe nol mungkin agak lazim. Tipe satu mungkin ganjil. Tipe nol agak lazim. Itu adalah pelajaran. Jika kita ingin menjadi tipe tiga, maka kita harus memastikan bahwa kita tidak akan menyerah.</p>
<p><strong>ST:</strong> Jadi kita sama sekali tidak boleh arogan.</p>
<p><strong>MK:</strong> Saya pikir kita mesti rendah hati terkait masalah ini.</p>
<p><strong>ST:</strong> Baiklah.</p>
<p><strong>MK:</strong> Oke.</p>
<p><strong>ST:</strong> Terima kasih banyak.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/368/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=368&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/11/09/wawancara-dengan-michio-kaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permusyawaratan Iblis</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/26/permusyawaratan-iblis/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/10/26/permusyawaratan-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 03:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Komunisme]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisme]]></category>
		<category><![CDATA[Wisdom & Wise Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Muhammad Iqbal
(Sumber: Abu&#8217;l-Hasan Ali Al-Nadli, “Islam Membangun Peradaban Dunia” (diterjemahkan oleh Drs. M. Ruslan Shiddieq), Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya dan PT Djambatan, Cet. I, 1988, hal 362)
Diceritakan, para setan dan komplotan-komplotan iblis dan para pendukungnya berkumpul dalam suatu majelis permusyawaratan dan berdiskusi tentang perjalanan dunia serta berbagai krisis dan bencana yang mengancam masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=358&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Muhammad Iqbal<br />
(Sumber: Abu&#8217;l-Hasan Ali Al-Nadli, “Islam Membangun Peradaban Dunia” (diterjemahkan oleh Drs. M. Ruslan Shiddieq), Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya dan PT Djambatan, Cet. I, 1988, hal 362)</strong></p>
<p>Diceritakan, para setan dan komplotan-komplotan iblis dan para pendukungnya berkumpul dalam suatu majelis permusyawaratan dan berdiskusi tentang perjalanan dunia serta berbagai krisis dan bencana yang mengancam masa depan mereka serta tentang kekhawatiran mereka pada ancaman terhadap pola kehidupan iblis dan kepentingan setan.</p>
<p>Mereka memperbincangkan berbagai kemungkinan bahaya yang mengepung mereka. Salah satu dari setan-setan itu memperingatkan bahaya republik dan memperhitungkannya benar-benar. Setan kedua menjawab, “Tak usah khawatir dengan republik; ia hanyalah monarki terselubung; dan justru kitalah yang menciptakan selubung republik itu untuk monarki. Ketika kita tahu bahwa manusia mulai menyadari harga dirinya dan mengkhawatirkan pemberontakan mereka terhadap pola hidup kita yang seringkali berakibat fatal, maka kita ciptakan paham republik itu untuk menipu mereka. Tak ada bedanya presiden atau raja. Monarki tidak terbatas pada kekuasaan sewenang-wenang dari seorang raja. Yang dinamakan monarki ialah jika manusia hidup bergantung pada orang lain, selalu mengincar harta milik orang lain, baik dalam bentuk bangsa atau individu. Tidakkah Anda melihat sistem republik di Barat yang di luarnya kelihatan berseri-seri, namun sebenarnya jiwanya lebih gelap daripada jiwa Jengis Khan.”</p>
<p>Iblis yang lain menjawab, “Kalau begitu sistem republik itu tidak berbahaya, asalkan jiwa monarkinya tetap ada. Tetapi apa yang akan dikatakan oleh anggota dewan yang terhormat terhadap bencana besar yang disebarkan oleh si Yahudi yang menamakan dirinya Karl Marx – yang bukan nabi tapi meninggalkan kitab suci untuk para pengikutnya itu? Apakah anda meramalkan bahwa ia akan bisa membangkitkan kaum proletar melawan kaum borjuis birokrat dan menciptakan tata aturan dunia baru sehingga mengguncangkan sendi-sendi kekuasaan dan pemerintahan yang ada?”<span id="more-358"></span></p>
<p>Setan yang lain pun berpidato ditujukan kepada pimpinan sidang, “Saudara Ketua yang mulia, para tukang sihir Eropa itu, walaupun mereka adalah murid-murid Anda yang setia, namun saya belum yakin akan semangat mereka itu. Lihatlah si Samiri Yahudi itu yang merupakan duplikat Mazdak (tokoh sosialisme Persia) yang hampir membinasakan dunia dengan prinsip-prinsipnya yang membuat kaum proletar berani berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan para raja. Semula kita memandang ringan pada propaganda gerakan sosialisme ini, tapi sekarang itu benar-benar telah membahayakan masa depan dunia kita. Saudara, dunia yang Saudara pimpin ini akan ambruk menimpa Anda, dan situasi dunia pun akan terbalik.”</p>
<p>Maka Iblis, pimpinan majelis itu, berbicara, “Aku punya kuasa atas dunia ini; aku bisa menentukan hitam putihnya sekehendak hatiku. Dan dunia pun akan kagum ketika aku berhasil mengadu domba bangsa-bangsa Eropa sehingga saling menggigit bagaikan anjing, saling menerkam seperti serigala. Manakala aku berbisik di telinga para pemimpin politik dan pemimpin rohani, mereka pun kehilangan akal sehat dan menjadi gila. Adapun yang kalian sebut-sebut sebagai sosialisme itu, yakinlah bahwa naluri manusia tidak bisa dibelokkan begitu saja oleh logika Mazdakisme (filsafat sosialisme). Orang-orang sosialis terkutuk dan para proletar tolol itu tak akan membuatku takut.</p>
<p>Jika aku harus merasa takut, maka yang kutakuti ialah suatu umat yang senantiasa memendam semangat hidup dalam hati nuraninya, yang memiliki orang-orang yang senantiasa khusyuk beribadah siang dan malam dan air matanya mengalir lantaran takut kepada Allah. Tak salah lagi, bagi orang yang cerdik dan punya firasat, Islamlah yang merupakan bencana dan ancaman masa depan, bukan sosialisme.</p>
<p>Aku tidak menutup mata bahwa umat ini memang telah berpaling dari ajaran Al-Qur&#8217;an, dan telah terpukau oleh harta dunia, sibuk mengumpulkan dan menyimpannya, tak ubahnya seperti bangsa-bangsa lain. Aku maklum bahwa dunia Timur sedang gelap gulita, dan bahwa para ulama Islam dan tokoh-tokohnya tidak memiliki cahaya penerang bagi kegelapan dunia itu; tetapi aku khawatir kalau-kalau segala bencana dan ujian umat Islam sekarang ini justru akan membangkitkan mereka dari tidurnya dan membawanya kembali kepada hukum syariat yang telah kuperingatkan kalian akan bahayanya, yakni syariat yang bersumber dari agama Muhammad &#8212; agama yang melindungi kehormatan dan menjaga harga diri manusia, agama kemuliaan dan keagungan, agama keterpercayaan dan kesucian jiwa, agama keagungan, agama kepribadian luhur dan heroisme, agama pertahanan dan perjuangan yang menghapuskan segala bentuk perbudakan dan melenyapkan segala manifestasi penindasan manusia atas manusia (exploitation de &#8216;l homme par &#8216;l homme) yang tidak membeda-bedakan antara sang raja dan si budak, yang tidak mengistimewakan penguasa dan merendahkan kaum nestapa, yang membersihkan harta benda dari kekotorannya hingga bersih jernih sehingga kaum hartawan menjadi orang-orang yang terpercaya yang mendapat kepercayaan Allah sebagai khalifah (pengelola) harta mereka; lalu adakah suatu gerakan revolusioner yang lebih besar dan lebih berbahaya daripada gerakan yang dibangkitkan oleh agama Islam ini ke dalam alam pikiran dan perbuatan ketika agama itu berseru bahwa bumi dan segala isinya ini milik Allah, bukan milik para raja dan penguasa.</p>
<p>Karena itu kerahkanlah segenap upaya kalian untuk menjauhkan agama itu dari perhatian manusia. Yakinlah bahwa orang Muslim itu sendiri lemah kepercayaannya kepada Tuhannya, tipis imannya kepada agamanya. Maka tak ada alternatif lain bagi kita selain membiarkan si Muslim sibuk dengan ilmu-ilmu filsafat teologi dan interpretasi ayat-ayat kitab suci. Tutuplah telinga Muslim, karena ia bisa mematahkan mantra-mantra dunia dan menggagalkan sihir kita dengan azan dan takbirnya. Usahakan benar-benar agar si Muslim lebih lama tertidur nyenyak. Wahai Saudara-saudaraku kaum setan, usahakanlah agar si Muslim lalai dari bekerja keras sehingga ia tertinggal dalam persaingan dunia. Akan tetapi lebih baik bagi kita jika Muslim tetap menjadi budak sesamanya dan menjauhi kehidupan dunia ini dan menyerahkannya kepada orang lain karena tidak menyukainya dan menganggap kecil peranannya. Alangkah celakanya kita seandainya umat Islam sadar dan bangkit memimpin dan menyelamatkan dunia dari kehancurannya, sebagaimana diserukan oleh agamanya.”</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Komunisme adalah upaya untuk mendistribusikan kemiskinan dan kemelaratan. Kapitalisme adalah persekongkolan dari sejumlah kecil manusia untuk mencuri hak orang banyak. Sosialisme adalah kosmetik untuk memperindah wajah komunisme dan kapitalisme.” (Kutipan)</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=358&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/10/26/permusyawaratan-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Atlantis &#8211; Dunia Purba (Bab I &#8211; Subbab I)</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/22/atlantis-dunia-purba-bab-i-subbab-i/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/10/22/atlantis-dunia-purba-bab-i-subbab-i/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 09:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ancient Civilization]]></category>
		<category><![CDATA[Atlantis]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[ATLANTIS &#8211; The Antediluvian World
(c) Ignatius Donnelly
New York: Harper &#38; Brothers (1882)
Dunia telah mencapai banyak kemajuan seperti komet
Akhir-akhir ini, kepada sains kita barangkali hampir berharap,
sebelum kita mati membusuk, untuk mengetahui
sesuatu tentang masa awal kita; ketika pernah hidup
ras bermata lebar, terdahulu, dan hebat, yang telah punah
yang pengetahuannya, seperti bebatuan penopang lautan,
telah membentuk dasar kisah jatuh-bangunnya dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=340&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>ATLANTIS &#8211; The Antediluvian World</strong><br />
(c) Ignatius Donnelly<br />
New York: Harper &amp; Brothers (1882)</p>
<p><em>Dunia telah mencapai banyak kemajuan seperti komet<br />
Akhir-akhir ini, kepada sains kita barangkali hampir berharap,<br />
sebelum kita mati membusuk, untuk mengetahui<br />
sesuatu tentang masa awal kita; ketika pernah hidup<br />
ras bermata lebar, terdahulu, dan hebat, yang telah punah<br />
yang pengetahuannya, seperti bebatuan penopang lautan,<br />
telah membentuk dasar kisah jatuh-bangunnya dunia ini</em><br />
<strong>(FESTUS)</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jookut.files.wordpress.com/2009/10/profil-atlantis.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-342" title="Profil Atlantis" src="http://jookut.files.wordpress.com/2009/10/profil-atlantis.jpg?w=450&#038;h=270" alt="Profil Atlantis" width="450" height="270" /></a><br />
<strong>Gambar muka: Profil Atlantis</strong></p>
<p><strong>Bab I Sejarah Atlantis &#8211; Subbab I Tujuan Penulisan Buku</strong><br />
Buku ini adalah sebuah upaya untuk memperlihatkan beberapa proposisi (dalil) yang nyata dan roman. Yaitu:</p>
<p>1. Bahwa dahulu pernah eksis di Samudera Atlantik, yang berhadapan dengan mulut Laut Mediterania, sebuah pulau besar yang merupakan sisa benua Atlantik dan di zaman kuno dikenal sebagai Atlantis.</p>
<p>2. Bahwa deskripsi Plato mengenai pulau ini bukanlah, sebagaimana telah lama diprasangkakan, dongeng, tetapi benar-benar merupakan sejarah.</p>
<p>3. Bahwa Atlantis merupakan daerah di mana manusia untuk pertama kalinya naik dari barbarisme menuju keberadaban.<span id="more-340"></span></p>
<p>4. Bahwa Atlantis, dalam perjalanan zaman, menjadi sebuah bangsa yang sangat kuat dan berpenduduk padat, yang dari luapan (penghuni)nya pantai-pantai Teluk Meksiko, Sungai Mississippi, Amazon, pantai pasifik Amerika Selatan, Mediterania, pantai barat Eropa dan Afrika, Baltik, Laut Hitam, dan Kaspia, ditinggali oleh bangsa-bangsa beradab.</p>
<p>5. Bahwa Atlantis adalah Antediluvian World sungguhan; Garden of Eden, Gardens of Hesperides, Elysian Fields, Gardens of Alcinous, Mesomphalos, Olympos, dan Asgard dari tradisi bangsa-bangsa kuno melambangkan satu ingatan universal mengenai sebuah tanah mulia, yang ditinggali manusia selama berabad-abad dalam damai dan bahagia.</p>
<p>6. Bahwa dewa-dewa dan dewi-dewi Yunani kuno, Phoenician, Hindoo, dan Skandinavia sebenarnya merupakan raja, ratu, dan pahlawan Atlantis; dan gambaran yang diatributkan kepada mereka dalam mitologi merupakan peringatan peristiwa sejarah sungguhan secara keliru.</p>
<p>7. Bahwa mitologi Mesir dan Peru merepresentasikan agama asli Atlantis, yaitu penyembahan terhadap matahari.</p>
<p>8. Bahwa koloni tertua yang didirikan oleh Atlantean (bangsa Atlantis-penj) mungkin saja berada di Mesir, yang peradabannya merupakan reproduksi peradaban yang ada di pulau Atlantik.</p>
<p>9. Bahwa alat-alat “Zaman Perunggu” di Eropa berasal dari Atlantis. Atlantean juga merupakan pembuat besi pertama.</p>
<p>10. Bahwa alfabet Phoenician, induk semua alfabet Eropa, berasal dari alfabet Atlantis yang juga dibawa ke Maya di Amerika Tengah.</p>
<p>11. Bahwa Atlantis merupakan tempat awal keluarga bangsa Arya atau Indo-Eropa, serta kaum Semit, dan mungkin juga ras Turanian.</p>
<p>12. Bahwa Atlantis musnah dalam goncangan alam mengerikan, sehingga seluruh pulau itu tenggelam ke dalam laut beserta hampir semua penghuninya.</p>
<p>13. Bahwa beberapa penghuni melarikan diri, dengan kapal dan rakit menuju bangsa-bangsa timur dan barat, dari bencana air pasang yang mengerikan, yang hingga hari ini masih terus hidup dalam legenda-legenda Banjir dan Bah di berbagai bangsa di zaman lama dan baru.</p>
<p>Jika proposisi-proposisi ini bisa dibuktikan, ia akan memecahkan banyak persoalan yang saat ini masih membingungkan manusia; ia dalam banyak hal akan bisa menegaskan pernyataan-pernyataan dalam pembukaan bab Genesis; ia akan memperlebar area sejarah manusia; ia akan menjelaskan keserupaan menakjubkan yang terdapat di antara peradaban-peradaban yang ditemukan di pantai-pantai seberang Samudera Atlantik, di zaman lama dan baru; dan ia akan membantu kita merehabilitasi nenek-moyang peradaban kita, darah kita, dan gagasan fundamental kita—leluhur kita yang hidup, mencintai, dan bekerja pada abad-abad sebelum Arya singgah di India, atau sebelum Phoenician menetap di Syiria, atau sebelum Goth mencapai pantai Baltik.</p>
<p>Fakta bahwa selama seribuan tahun kisah Atlantik dianggap sebagai fabel tidaklah menjadi masalah. Ada ketidakpercayaan yang tumbuh karena ketidakpedulian, sebagaimana ada skeptisme (sifat ingin tahu) yang lahir karena kecerdasan. Orang-orang yang paling dekat dengan masa lalu tidak selalu paling tahu tentang masa lalu.</p>
<p>Selama seribuan tahun orang-orang percaya bahwa legenda kota Pompeii dan Herculaneum yang terkubur hanyalah mitos: keduanya disebut sebagai “kota dongeng”. Selama seribuan tahun dunia terpelajar tidak mempercayai keterangan-keterangan yang diberikan oleh Herodotus mengenai keajaiban-keajaiban peradaban-peradaban kuno di Nil dan Chaldea. Herodotus dijuluki sebagai “bapak para pendusta”. Bahkan Plutarch mencemoohnya. Namun sekarang, dalam bahasa Frederick Schlegel, “Semakin dalam dan komprehensif riset modern, semakin tinggi penghormatan dan penghargaan riset itu terhadap Herodotus.” Buckle mengatakan, “Informasi kecilnya tentang Mesir dan Asia Kecil diterima oleh semua ahli geografi.”</p>
<p>Dulu cerita tentang pengiriman ekspedisi oleh Firaun Necho untuk mengelilingi Afrika sangat diragukan, karena para penjelajahnya menyatakan bahwa setelah mereka mencapai jarak tertentu, matahari berada di utara dari mereka; posisi tersebut, yang pada saat itu diragukan, kini membuktikan pada kita bahwa para navigator Mesir benar-benar telah melewati khatulistiwa, dan—setelah 2.100 tahun—telah diantisipasi oleh Vasco da Gama dalam penemuan Tanjung Harapan.</p>
<p>Seandainya saya berhasil menunjukkan kebenaran proposisi menakjubkan yang saya kemukakan di awal bab ini, maka itu hanya akan terjadi jika saya dapat mempertemukan petunjuk-petunjuk mengenai Atlantis dari berbagai penelitian para ilmuwan di berbagai bidang pemikiran modern. Saya yakin, investigasi dan penemuan lebih jauh akan bisa memperkuat kebenaran kesimpulan yang telah saya ambil.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=340&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/10/22/atlantis-dunia-purba-bab-i-subbab-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jookut.files.wordpress.com/2009/10/profil-atlantis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Profil Atlantis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nabi Sulaiman dan Burung Hudhud</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/15/nabi-sulaiman-dan-burung-hudhud/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/10/15/nabi-sulaiman-dan-burung-hudhud/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 05:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Wisdom & Wise Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[(Sumber: Imam Ahmad Ibnu Nizar, “Nabi Sulaiman dan Burung Hudhud”, Yogyakarta: DIVA Press, Cet. I, Mei 2009, hal. 19-25)
Ketika Nabi Sulaiman menyadari bahwa karunia Allah yang diberikan kepada beliau sangat besar, kini beliau tampak ingin mencoba seberapa besar kekuatan kerajaannya dalam memberi makan makhluk di seluruh persada ini. Di samping itu, beliau ingin bershadaqah kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=332&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>(Sumber: Imam Ahmad Ibnu Nizar, “Nabi Sulaiman dan Burung Hudhud”, Yogyakarta: DIVA Press, Cet. I, Mei 2009, hal. 19-25)</strong></p>
<p>Ketika Nabi Sulaiman menyadari bahwa karunia Allah yang diberikan kepada beliau sangat besar, kini beliau tampak ingin mencoba seberapa besar kekuatan kerajaannya dalam memberi makan makhluk di seluruh persada ini. Di samping itu, beliau ingin bershadaqah kepada mereka.</p>
<p>Pada kesempatan yang dirasakan amat memungkinkan, beliau bermunajat kepada Allah, “Ya Allah, hendaklah Engkau memberi kesempatan kepada hamba-Mu yang lemah ini untuk memberi makan para makhluk-Mu barang sebulan saja!”</p>
<p>Hal ini langsung dijawab Allah, “Wahai Sulaiman, engkau tidak akan mampu menanggung rezeki mereka dalam jangka itu.” Begitu jawaban yang diterima beliau.</p>
<p>“Kalau begitu, hendaklah Engkau izinkan memberi rezeki mereka barang seminggu saja,” begitu pinta beliau masih belum puas.<span id="more-332"></span></p>
<p>“Engkau juga tidak akan mampu, wahai Sulaiman,” sahut Allah lebih lanjut.</p>
<p>Tetapi, Nabi Sulaiman tetap mendesak, “Kalau begitu, izinkan untuk memberi makan mereka dalam satu hari saja!”</p>
<p>“Engkau tetap tidak akan mampu, Sulaiman,” jawab Allah swt.</p>
<p>Mendapat jawaban ini, Nabi Sulaiman hanya garuk-garuk kepala, kemudian memaksakan diri bermunajat pada kali yang terakhir, “Ya Allah, berilah izin hamba-Mu untuk memberi makan mereka, kendati barang sehari.”</p>
<p>Menyadari atas kenekatan Nabi Sulaiman, Allah pun memberi izin kepada beliau untuk mencobanya agar ia tahu seberapa kekuatan kerajaannya itu.</p>
<p>Mendapat izin ini, hati Nabi Sulaiman amatlah lega. Segera saja beliau mengumpulkan para prajurit yang terdiri dari bangsa jin dan manusia agar mereka segera mendatangkan berbagai bahan makanan, baik yang akan dikonsumsi bangsa jin, manusia, ataupun binatang. Didatangkan pula berbagai lauk dari seluruh penjuru dunia, baik berupa sapi, kerbau, ataupun domba-domba yang siap untuk disembelih.</p>
<p>Setelah bahan makanan beserta lauk-pauknya dirasakan siap, mereka segera diperintahkan untuk memasang periuk-periuk besar yang mampu untuk menanak nasi dalam jumlah besar. Periuk itu tidak cukup diletakkan di atas tanah, namun harus diletakkan sedemikian rupa, sehingga untuk menuangkan bahan makanan saja diperlukan tangga yang cukup tinggi. Lauk-pauk pun segera dimasak dengan rempah yang mengundang selera.</p>
<p>Setelah dirasakan siap, seluruh makanan itu dihamparkan di atas alas di tanah lapang yang luasnya sepanjang mata memandang, sehingga diperkirakan jaraknya adalah sama dengan jarak dua bulan perjalanan. Beliau memilih tempat yang amat strategis, sehingga akan mudah dijangkau oleh seluruh makhluk, baik yang berada di lautan ataupun di daratan. Dalam hal ini, diperintahkannya pula angin <em>shiba</em> agar bertiup sedang untuk menjaga agar makanan itu tidak basi.</p>
<p>Setelah semuanya dirasakan siap, Allah pun bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Wahai Sulaiman, siapa yang lebih dahulu engkau kehendaki untuk menyantap hidanganmu, apakah dari bangsa jin, manusia, atau binatang?”</p>
<p>“Ya Allah, aku menginginkan, hendaklah, binatang samudera yang lebih dahulu menyantap hidanganku ini,” jawab Nabi Sulaiman dengan sopannya.</p>
<p>Ketika itu, Allah segera memberitahu kepada seluruh binatang laut bahwa rezeki mereka pada hari itu bukan lagi Allah yang memberi, namun ditanggung oleh hamba-Nya yang bernama Sulaiman.</p>
<p>Pagi-pagi sekali, seekor ikan samudera yang sangat besar bergerak menuju kerajaan Nabi Sulaiman untuk mendapatkan rezekinya. Ia diperintahkan Allah untuk menyantap hidangan itu terlebih dahulu sebelum ikan-ikan yang lebih kecil. Setelah ikan besar itu bertemu Nabi Sulaiman, ia berkata, “Wahai Nabi Sulaiman, aku mendengar bahwa rezekiku hari ini tidak ditanggung Allah lagi, namun engkau yang menanggung. Adakah berita itu benar?”</p>
<p>Menyadari datangnya binatang sebesar itu, hati Nabi Sulaiman mulai ragu, adakah rezeki yang dipersiapkan itu bisa mencukupi? Bagaimana jika jumlah binatang seperti itu mencapai puluhan, bahkan ratusan? Dengan tubuh yang mulai lesu, Nabi Sulaiman mempersilakan binatang itu untuk mulai menyantap hidangannya. Segera saja, binatang itu bergerak mendekati hidangan yang diperkirakan beliau cukup untuk seluruh makhluk. Namun apa yang terjadi? Binatang itu segera saja melahap hidangan tersebut mulai dari permulaan sampai habis seluruhnya dalam sekejap mata. Bahkan, setelah itu, ia masih berteriak-teriak, “Wahai Nabi Sulaiman, aku belum kenyang, makanan itu hanya menempati sebagian ruangan di perutku. Untuk itu, hendaklah engkau menambah lagi!”</p>
<p>Mendapatkan permintaan seperti ini, Nabi Sulaiman marah besar sembari mengatakan, “Wahai binatang yang tidak mengerti aturan, betapa banyak makanan yang kamu habiskan, betapa rakus dan tamaknya dirimu, sehingga makhluk lain tak mendapatkan bagian.”</p>
<p>Mendapat jawaban seperti ini, sang binatang segera menyergah, “Betapa tidak pantas ucapan sang tuan rumah. Hendaklah engkau ketahui, wahai Nabi Sulaiman, bahwa porsi makananku setiap hari adalah tiga kali lipat dari apa yang engkau sediakan, sehingga engkaulah penyebab utama hari ini aku kelaparan. Engkau ceroboh, wahai Nabi Sulaiman.”</p>
<p>Mendapat jawaban seperti itu, Nabi Sulaiman pun langsung bersujud kepada Allah atas ketidakmampuan beliau memberi rezeki para Makhluk-Nya. Setelah itu, beliau segera bermunajat kepada Allah:</p>
<p>“Ya Allah, mulai detik ini, tanggung jawabku memberi makan para makhluk-Mu aku kembalikan kepada-Mu, maafkanlah kecerobohanku, dan segera teimalah permohonanku ini sebelum para makhluk-Mu ramai-ramai menuntut rezeki mereka kepadaku, Engkau Maha Suci, ya Allah.”</p>
<p>Tepat ketika Nabi Sulaiman bermunajat seperti itu, burung Hudhud sedang berada di dekatnya. Ia tidak kasihan melihat nabinya merintih dan berdoa mengembalikan mandat memberi rezeki kepada Sang Pencipta, bahkan ia tampak riang gembira, sebagai tanda mendapatkan akal untuk bercengkerama dengan Nabi Sulaiman agar dukanya segera terobati. Tiba-tiba saja Hudhud berkata, “Wahai Nabiyullah, aku sangat ingin membahagiakan hati Baginda hari ini!”</p>
<p>Mendapat tawaran ini, Nabi Sulaiman segera berkata, “Apa yang akan engkau lakukan, wahai Hudhud, untuk mengobati hatiku yang sedang duka ini?”</p>
<p>“Aku ingin menjamu Baginda barang sehari saja,” jawab Hudhud lagi.</p>
<p>“Adakah hidanganmu itu engkau khususkan untuk diriku, atau beserta para prajuritku?” sambung Nabi Sulaiman lebih lanjut.</p>
<p>Dengan bangganya Hudhud mengatakan, “Bahkan Baginda beserta seluruh prajurit dan rakyat Baginda, baik yang terdiri dari bangsa jin, manusia, ataupun binatang lain selain diriku.”</p>
<p>Maka, antara Nabi Sulaiman dan Hudhud pun segera membuat kesepakatan dan menentukan hari untuk menyantap jamuan yang disediakan Hudhud itu.</p>
<p>Setelah dirasakan siap, prajurit Nabi Sulaiman beserta rakyatnya pun bergerak menuju arah yang ditunjukkan Hudhud yang tampaknya menuju ke tepi lautan. Setelah rombongan ini berada di dekat laut, segera saja Hudhud menyambar seekor belalang dengan paruhnya, kemudian ia mencekiknya hingga mata belalang tersebut melotot dan kemudian mati. Lalu dilemparkannya belalang tersebut ke laut. Setelah itu Hudhud berkata, “Wahai Nabi Allah, hendaklah Baginda segera menyantap hidangan yang telah aku sediakan berupa daging. Dan, barangsiapa tidak kebagian, ia bisa menyantap kuahnya.”</p>
<p>Mendapat akal-akalan Hudhud ini, Nabi Sulaiman hanya tertawa lebar, menyadari bahwa ulah beliau bermunajat kepada Allah untuk memberi rezeki para makhluk-Nya kini ditirukan oleh Hudhud dengan kelicikannya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Makin bertambah ilmuku maka aku mengenal (mengetahui) kebodohanku.” (Pepatah)</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=332&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/10/15/nabi-sulaiman-dan-burung-hudhud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Awal Penciptaan</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/11/kisah-awal-penciptaan/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/10/11/kisah-awal-penciptaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 09:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Semesta]]></category>
		<category><![CDATA[Astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[Do you know]]></category>
		<category><![CDATA[Geografi]]></category>
		<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[(Sumber: Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas, “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” (diterjemahkan oleh Abdul Halim), Bandung: Pustaka Hidayah, Cet. I, Oktober 2002, hal. 13-72)
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari ‘Amir al-Aqli ra bahwasanya dia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, di manakah Tuhan kita berada sebelum Dia menciptakan langit dan bumi?’ Beliau menjawab, ‘Sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=315&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>(Sumber: Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas, “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” (diterjemahkan oleh Abdul Halim), Bandung: Pustaka Hidayah, Cet. I, Oktober 2002, hal. 13-72)</strong></p>
<p>Imam Ahmad meriwayatkan dalam <em>Musnad</em>-nya dari ‘Amir al-Aqli ra bahwasanya dia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, di manakah Tuhan kita berada sebelum Dia menciptakan langit dan bumi?’ Beliau menjawab, ‘Sebelum menciptakan langit dan bumi, Dia berada di <em>ghamaam</em> (awan) yang di atas dan di bawahnya ada <em>hawaa</em> (udara); kemudian Dia menciptakan ‘Arasy-Nya di atas air.’” Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan <em>ghamaam</em> adalah kabut.</p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tentang apa yang diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan ‘Arasy-Nya. At-Tirmidzi meriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit ra, dia mengatakan, “Rasulullah saw bersabda, ‘Yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah <em>qalam</em> yang berasal dari cahaya.’ Menurut sebuah pendapat, <em>qalam</em> berasal dari permata putih yang panjangnya hampir sama antara langit dan bumi. ‘Kemudian Dia menciptakan <em>Lauh Mahfuzh</em> (Lembaran yang Terjaga) dari mutiara putih yang berasal dari <em>yaqut</em> (batu mulia) merah, yang panjangnya antara langit dan bumi, sedangkan lebarnya antara barat dan timur.’”</p>
<p>Anas bin Malik mengatakan, “Rasulullah saw bersabda, ‘Allah memiliki <em>lauh</em> (lembaran) yang salah satu permukaannya terbuat dari yaqut merah dan permukaan lainnya dari zamrud hijau, sedangkan <em>qalam</em>-nya berasal dari cahaya.’”</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Sebelum Allah menciptakan makhluk, Dia telah menciptakan <em>qalam</em>. Dia berada di atas ‘Arasy; kemudian Dia melihat <em>qalam</em> dengan penglihatan <em>haibah</em> (kebesaran) sehingga <em>qalam</em> itu terbelah dan meneteskan tinta.” Ibnu Abbas menambahkan bahwa <em>qalam</em> itu terbelah dan dari belahan itulah keluar tinta hingga hari kiamat.<span id="more-315"></span></p>
<p>Sa’id bin Manshur mengabarkan bahwa yang pertama kali dituliskan oleh <em>qalam</em> adalah, <em>“Aku adalah Yang Maha Menerima tobat. Aku akan menerima tobat orang yang bertobat.”</em> Sementara Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa yang pertama kali dituliskan oleh qalam adalah, <em>“Sesungguhnya rahmat-Ku melampaui kemarahan-Ku.”</em> Masih banyak lagi pendapat-pendapat yang meriwayatkan tentang hal ini, dan yang paling shahih adalah yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas ra, yaitu pada saat itu qalam menuliskan apa yang bakal terjadi hingga Hari Kiamat dan tentang ketentuan baik, jelek, bahagia, dan celaka. Itulah firman Allah: <em>“Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata.”</em> (QS Yaasiin [36]: 12), yakni di dalam <em>Lauh Mahfuzh</em>.</p>
<p>‘Amr bin al-‘Ash mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Allah telah mencatat takdir-takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.’” Hadits tersebut menunjukkan bahwa <em>qalam</em> diciptakan lebih dahulu daripada ‘Arasy. ‘Arasy merupakan ciptaan yang paling awal. Setelah itu, barulah diciptakan Lauh Mahfuzh.</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Sesungguhnya Allah memiliki <em>lauh</em> yang berasal dari mutiara putih. Dia suka melihatnya 360 kali dalam sehari semalam. Dalam setiap kali lihatan, Dia mencipta, memberi rezeki, mematikan, menghidupkan, mencabut kerajaan, memberikan kerajaan, dan mengerjakan apa pun sekehendak-Nya.”</p>
<p>Demikianlah Allah berfirman: <em>“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.”</em> (QS Al-A’raaf [7]: 54).</p>
<p>Dan firman Allah: <em>“Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”</em> (QS Faathir [35]: 11)</p>
<p>Ibnu Abi Hatim di dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa Allah telah menciptakan ‘Arasy-Nya dari cahaya-Nya, <em>Kursi</em>-Nya menempel pada ‘Arasy itu. Di sekitar ‘Arasy terdapat 4 buah sungai, yakni sungai cahaya yang berkilauan, sungai api yang menyala-nyala, sungai salju yang putih, dan sungai air. Di sungai-sungai tersebut terdapat malaikat-malaikat yang bertasbih.</p>
<p>Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan bahwa Allah menciptakan ‘Arasy dari zamrud hijau. ‘Arasy ini memiliki 4 penyangga yang berasal dari yakut merah. Antara satu penyangga dengan penyangga lainnya berjarak 80.000 tahun lama perjalanan dan luasnya pun seperti itu. ‘Arasy itu bagaikan tempat tidur. Penyangga-penyangganya dipikul oleh 8 malaikat. Dan kalau diibaratkan, ‘Arasy itu seperti kubah bagi malaikat dan bagi alam semesta.</p>
<p>Masih diriwayatkan dari Ibn Abi Hatim, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya ‘Arasy sebelumnya berada di atas air. Setelah Allah menciptakan langit (yang tujuh), ‘Arasy itu ditempatkan di langit yang ke tujuh. Dia jadikan awan sebagai saringan untuk hujan. Apabila tidak dijadikan seperti itu, tentu bumi akan tenggelam terendam air.”</p>
<p>Ada yang mengatakan bahwa ketinggian awan dari permukaan langit adalah 12 mil. ‘Ikrimah mengatakan, “Sesungguhnya Allah menurunkan tetesan hujan dari langit sebesar unta. Seandainya tidak ada awan dan angin yang memecah-mecahkannya, tentu tanaman-tanaman dan binatang yang terkena hujan itu akan rusak. Allah berfirman: <em>Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.</em> (QS Al-A’raaf [7]: 57).”</p>
<p>Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra diceritakan bahwa dia mengatakan, “Sesungguhnya di bawah ‘Arasy terdapat laut. Di laut itu ada ikan-ikan bersayap yang dipakainya untuk terbang ke bumi. Matahari membakar sayapnya sehingga ia jatuh ke awan. Kemudian awan melemparkannya ke laut tersebut. Di sanalah ia tumbuh dan membesar.”</p>
<p>Allah berfirman: <em>“Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas Arasy.”</em> (QS Al-A’raaf [7]: 54). Para ulama berbeda paham tentang ukuran hari yang terdapat dalam firman-Nya “dalam enam masa atau hari”—apakah hari itu termasuk hari menurut waktu dunia atau hari menurut waktu akhirat. Ibnu Abbas ra, Mujahid, adh-Dhahhak, dan beberapa ulama yang lainnya berpendapat bahwa hari tersebut adalah hari menurut waktu dunia. Sementara Ka’ab al-Ahbar dan Ibnu Jarir berpendapat hari-hari tersebut menurut waktu akhirat yang ukuran setiap harinya sama dengan 1.000 tahun hari dunia. Pendapat yang paling shahih adalah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan adh-Dhahhak.</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Tatkala Allah berkehendak menciptakan bumi, Dia menyuruh semua angin untuk bergejolak. Angin-angin itu bergejolak sehingga air pun bergejolak dan timbul gelombang yang satu sama lain saling berbenturan. Angin terus-menerus menerpa air sehingga air tersebut berbuih. Buih-buih itu bergulung sehingga dari gulungan tersebut jadilah karang putih. Karang putih itu kemudian membukit seperti bukit yang besar. Air menjadi berkurang dan buih kian membesar dengan kekuasaan Allah sampai besaran yang tak terhingga dan sekitarnya dikelilingi dengan air; lalu jadilah bumi seperti bola yang ada di dalam air.”</p>
<p>Wahab bin Munabbih mengatakan, “Tatkala Allah menciptakan bumi, asalnya adalah satu lapis; kemudian Dia memisah-misahkan lapisan tersebut hingga tujuh, seperti yang Dia lakukan terhadap langit. Dia membuat jarak antara lapisan yang satu dengan lapisan yang lainnya sejauh jarak yang bisa ditempuh selama 500 tahun. Itulah firman Allah: <em>Kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.</em> (QS Al-Anbiyaa’ [21]: 30).&#8221;</p>
<p>Wahab bin Munabbih juga mengatakan, “Setelah Allah memisah-misahkan lapisan bumi sampai tujuh, maka nama lapisan yang pertama adalah <em>Adim</em> (yang terlihat dari permukaan), lapisan yang kedua adalah <em>Basith</em> (yang menghampar), lapisan yang ketiga adalah <em>Tsaqil</em> (yang berat), lapisan keempat adalah <em>Batih</em> (yang melebar), lapisan yang kelima adalah <em>Hayin</em>, lapisan keenam adalah <em>Masikah</em> (yang mengunci), dan lapisan yang ketujuh adalah <em>Tsara</em> (tanah yang basah/liat). Dalam sebagian riwayat yang lain, nama lapisan-lapisan tersebut berbeda-beda.”</p>
<p>Ats-Tsalabi mengatakan, “Bumi lapisan yang kedua mengeluarkan angin dan penduduknya adalah umat yang bernama <em>Thamas</em> yang makanan mereka adalah daging mereka sendiri, dan minumannya adalah darah mereka sendiri. Bumi lapisan ketiga penduduknya adalah umat yang wajah mereka seperti wajah manusia, bibir mereka seperti bibir anjing, tangan mereka seperti tangan manusia, kaki mereka seperti kaki sapi, telinga mereka seperti telinga sapi, dan di sekujur tubuh mereka ada bulu seperti bulu domba. Bulu tersebut adalah pakaian mereka. Konon, siang di kita (manusia) adalah malamnya mereka dan malam di mereka  adalah siang di kita. Bumi lapisan keempat penduduknya adalah umat yang bernama <em>Halham</em> yang tidak mempunyai mata dan kaki, tetapi mereka mempunyai sayap seperti sayap burung. Bumi lapisan kelima ditempati oleh umat yang bernama <em>Khasyan</em>. Rupa mereka seperti bagal (peranakan keledai/turunan kuda jantan dengan keledai betina). Mereka berbuntut panjang, setiap buntutnya mencapai 300 siku. Di lapisan bumi ini terdapat banyak ular yang sangat panjang dan mempunyai punuk seperti unta. Bumi lapisan keenam ditempati oleh umat yang bernama <em>Hatsum</em> yang berbadan hitam dan mempunyai cakar seperti cakar binatang buas. Konon, umat ini dikuasakan oleh Allah kepada Ya’juj dan Ma’juj ketika mereka menyerbu manusia dan menghancurkan mereka. Dan di bumi lapisan ketujuh ada tempat tinggal Iblis yang terlaknat dan bala tentaranya, yaitu setan yang suka mendorong pada kejahatan.”</p>
<p>Ka’b al-Ahbar mengatakan, “Allah menciptakan 80.000 umat. Setengahnya disimpan di laut dan setengahnya lagi disimpan di darat. Bentuk mereka bermacam-macam.”</p>
<p>Dalam salah satu hadits dari Rasulullah saw diriwayatkan bahwasanya beliau bersabda, “Allah menciptakan kawasan berwarna putih seperti perak. Ukurannya 30 kali lipat ukuran dunia. Di sana, tinggal berbagai umat yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah sedetik pun.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka termasuk keturunan Adam?” Beliau menjawab, “Tidak ada yang mengetahui mereka kecuali Allah. Dan mereka tidak memiliki pengetahuan tentang Adam.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana dengan Iblis terhadap mereka?” Beliau menjawab, “Mereka tidak mengetahui Iblis.” Kemudian beliau membacakan firman Allah: <em>Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.</em> (QS An-Nahl [16]: 8).</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Sesungguhnya di sekeliling dunia ada yang gelap dan di balik yang gelap itu terdapat gunung-gunung yang kukuh.” Dia meriwayatkan bahwa setelah Allah menciptakan bumi maka bumi itu berada di angkasa. Kemudian angin menggerakkannya sehingga bumi itu terpontang-panting dan berguncang. Lalu bumi mengadukan hal tersebut kepada Tuhannya. Ia berkata, “Wahai Tuhanku, kekuatanku telah melemah dan angin menganggapku ringan serta menggerakkanku.” Allah menyerunya, “Aku akan membantumu dengan gunung.” Maka, setelah itu bumi tidak berguncang lagi.</p>
<p>Wahab bin Munabbih mengatakan, “Gunung diciptakan dari gelombang lautan. Allah berfirman: <em>Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Dia memancarkan darinya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh.</em> (QS An-Naazi’aat [79]: 30-32). Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah menciptakan langit jauh beberapa lama sebelum menciptakan bumi.”</p>
<p>Ats-Tsa’labi mengatakan, “Setelah Allah menciptakan bumi, Dia mengutus seorang malaikat yang berasal dari bawah ‘Arasy. Malaikat itu muncul dari dasar bumi, ia mengeluarkan salah satu tangannya dari arah timur dan tangan yang lainnya dari arah barat, kemudian dia berpegangan pada ujung bumi karena kakinya tidak memiliki tempat berpijak. Maka, Allah menurunkan seekor banteng dari surga, namanya Nun, yang mempunyai 40.000 tanduk dan 40.000 penyangga. Dari satu tanduk ke tanduk yang berikutnya kalau ditempuh dengan jarak perjalanan memakan waktu sekitar 500 tahun. Oleh karena itu, kaki malaikat tersebut bisa berpijak dengan seimbang pada banteng itu.</p>
<p>Akan tetapi, kaki-kaki banteng itu tidak memiliki tempat untuk berpijak. Maka, Allah menurunkan yakut hijau yang berasal dari surga yang telah dikeraskan selama 500 tahun. Oleh karena itu, kaki-kaki banteng itu bisa berpijak dengan seimbang di atas yakut hijau tersebut. Kemudian Allah menciptakan <em>shakhrah</em> (batu) setebal langit dan bumi. Itulah batu yang dikatakan oleh Luqman kepada anaknya: <em>‘Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.’</em> (QS Luqman [31]: 16).</p>
<p>Nama batu tersebut adalah Shaikhur. Diriwayatkan bahwa di dalam batu ini terdapat 9.000 lubang. Di dalam setiap lubang tersebut ada lautan yang luasnya hanya diketahui oleh Allah. Yakut hijau itu bertempat di atasnya (batu). Tatkala batu itu tidak memiliki tempat untuk menetap, untuknya Allah menurunkan seekor ikan yang sangat besar dari laut ketujuh yang berada di bawah ‘Arasy. Ikan tersebut bernama <em>Bahmut</em>. Menurut riwayat lain, <em>Balhut</em>. Batu itu bertempat di atas pundak ikan tersebut.</p>
<p>Menurut sebuah riwayat, siapa pun tidak akan mampu melihat ikan tersebut karena kilatan yang timbul dari matanya. Seandainya semua lautan dunia diletakkan di salah satu dari dua lubang hidungnya, maka lautan tersebut layaknya biji sawi yang ada di lapangan yang luas.</p>
<p>Ikan tersebut menetap di atas air. Ia diam di tempatnya dan tidak bergerak-gerak. Ia berkata, ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Karena-Mu aku kuat, dengan pertolongan-Mu aku berkemampuan. Seandainya tidak ada pertolongan-Mu, tentu aku tidak mempunyai kekuatan untuk memikul beban yang telah Engkau berikan kepadaku. Maka izinkanlah aku, wahai Tuhanku, untuk bersujud sebagai ungkapan rasa syukurku kepada-Mu atas semua itu.’</p>
<p>Allah mengizinkannya untuk bersujud. Maka, ikan itu membenamkan kepalanya ke dalam air hingga tidak kelihatan, kemudian ia memunculkannya dari dalam air. Ikan itu terus-menerus bersujud setiap hari hingga Hari Kiamat. Selanjutnya di dasar air tersebut Allah membuat udara. Di bawah udara itu ada kegelapan dan mulai dari sana pengetahuan makhluk terputus.</p>
<p>Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Allah mempercayakan ikan tersebut kepada para malaikat. Mereka mendatanginya setiap hari dengan membawa makanan untuknya sebanyak yang membuatnya kenyang. Mereka datang kepadanya dari laut yang bergelombang dengan membawa seribu ikan. Setiap ikan panjangnya seukuran menempuh perjalanan satu hari satu malam. Adapun benteng oleh Allah dipercayakan kepada malaikat yang membawa makanannya setiap hari 1000 pepohonan dari kebun-kebun <em>qudrah</em> (kekuasaan Allah). Setiap pohon panjangnya seukuran dengan menempuh perjalanan sehari semalam. Mahasuci Zat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.</p>
<p>Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Iblis terlaknat senantiasa membenam ke bumi lapisan ketujuh hingga sampai kepada ikan yang bernama Bahmut itu. Dia datang kepadanya dan berkata, ‘Hai Bahmut, sesungguhnya banteng berkata kepadamu bahwa ia adalah yang memikul batu yang di atasnya ada bumi yang berlapis-lapis, sedangkan engkau tidak memikul beban yang sebanding dengan beban yang dipikulnya. Seandainya engkau dibebani untuk memikulnya, tentu engkau tidak akan kuat walaupun engkau adalah yang memikulnya dan memikul batu itu. Padahal seandainya banteng dibebankan untuk memikulnya tentu dia tidak akan kuat.’</p>
<p>Maka, ikan (Bahmut) tersebut merasa takjub terhadap dirinya dan kekuatannya. Si Iblis terkutuk menyangka bahwa dia telah berhasil menggoda si ikan sehingga dia akan merusak apa yang ada di atasnya. Memang sang ikan kemudian berguncang-guncang di bawah kaki-kaki banteng, tetapi kemudian Allah mengutus satu binatang kecil berukuran sebesar negngat yang bernama Amah untuk menguasainya. Allah menempatkan binatang tersebut di antara dua mata ikan. Binatang tersebut membuat lubang yang menuju ke arah otak ikan hingga sampai ke tulang otaknya. Oleh karena itu, ikan itu takluk dan diam di tempatnya, tidak bergerak dan diam merasakan kepedihan yang ditimbulkan oleh si binatang kecil.</p>
<p>Melihat itu, si Iblis terkutuk datang kepada banteng, kemudian dia menggodanya, sebagaimana dia telah menggoda ikan. Karena tergoda, banteng itu berguncang-guncang, seperti ikan. Maka, kepada banteng tersebut, Allah menguasakan seekor binatang kecil dan menempatkannya di lubang hidungnya. Oleh karena itu, banteng tersebut takluk dan diam, seperti ikan. Tipu muslihat untuk menimbulkan kerusakan yang direncanakan oleh si Iblis terkutuk tidak berhasil.” Demikian diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi.</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Allah menciptakan bumi pada hari Sabtu, menciptakan gunung pada hari Ahad, menciptakan pepohonan pada hari Senin, menciptakan krom (elemen logam) pada hari Selasa, menciptakan gelap dan cahaya pada hari Rabu, menciptakan binatang pada hari Kamis, menciptakan Adam as pada hari Jumat.”</p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tentang hari pertama Allah menciptakan para makhluk. Dalam hal ini ada tiga pendapat yang berbeda. Menurut Ibn Ishaq, hari Sabtu. Menurut Ka’ab al-Ahbar, hari Ahad, sementara menurut Ahli Injil, hari Senin. Nabi saw sendiri mengatakan, “Pada hari Jumat, Allah menciptakan matahari, bulan, bintang, dan para malaikat hingga lewat tiga jam (masa) dari hari Jumat. Dia menciptakan Adam as di akhir hari Jumat dan menurunkannya dari surga menjelang matahari terbenam di hari Jumat.”</p>
<p>Wahab bin Munabbih mengatakan, “Hari tersebut disebut hari Jumat karena tanah cikal bakal Adam as dikumpulkan pada hari tersebut. Oleh karena itu, disebut Jumat.”</p>
<p>Hudzaifah al-Yamani mengatakan, “Diriwayatkan dalam salah satu kabar bahwa jarak dunia kalau ditempuh dengan perjalanan adalah sejauh menempuh perjalanan 500 tahun: jarak 300 tahun adalah lautan dan gunung, 100 tahun adalah wilayah kehidupan, dan 100 tahun yang lainnya adalah lahan kosong.”</p>
<p>Sebagian ulama astronomi berpendapat bahwa <em>jihah</em> (arah) itu ada enam. Pertama, timur, yaitu tempat terbitnya matahari, bulan, dan bintang. Kedua, barat, yaitu tempat terbenam. Ketiga, selatan, yaitu tempat beredarnya bintang Capricornus. Di sana itu sangat dingin. Keempat, utara, yaitu tempat beredarnya bintang Canopus. Kelima, bawah, yaitu yang mendekati pusat bumi. Dan keenam adalah atas, yaitu yang mendekati falak.</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Setelah Allah menyempurnakan penciptaan langit dan bumi dengan sifatnya yang telah diceritakan dalam pembahasan terdahulu, gunung-gunung telah ditancapkan, angin telah dilepaskan, di bumi telah ada binatang-binatang liar dan bermacam-macam burung, maka buah-buahan mengering dan berjatuhan ke bumi dan di bumi tumbuh rerumputan yang satu sama lain saling tumpang tindih. Pada saat itu, bumi mengadukan persoalan tersebut kepada Tuhannya. Atas pengaduan itu, Allah menciptakan umat yang beraneka ragam dan berlainan jenis, yang diberi nama Jin.</p>
<p>Mereka diciptakan oleh Allah dari angin, kilat, dan awan. Mereka memiliki jiwa dan aktivitas. Lalu mereka bertebaran seperti debu halus karena jumlah mereka yang sangat banyak. Tanah datar, pegunungan, dan berbagai pelosok dunia telah dipenuhi oleh mereka. Mereka menempati permukaan bumi dalam jangka waktu yang dikehendaki oleh Allah. Di antara mereka ada yang putih, hitam, merah, kuning, bercak-bercak, totol-totol, tuli, buta, menawan, jelek, kuat, lemah, perempua, dan laki-laki. Satu sama lain kawin dan melahirkan keturunan. Mereka disebut Jin karena mereka samar, tidak kelihatan.</p>
<p>Setelah mereka menyesaki bumi dan dunia kian menyempit karena mereka terus bertambah, bertambah pula bencana karena mereka, maka Allah mengirimkan angin topan kepada mereka. Angin tersebut membinasakan mereka. Hanya sedikit dari mereka yang tersisa. Mereka adalah yang pertama kali membuat rumah, membelah batu, memburu burung, dan binatang liar. Semua itu terus-menerus mereka lakukan dalam waktu yang lama. Kemudian satu sama lain di antara mereka saling berlaku aniaya: akibatnya, mereka saling berperang. Akan tetapi, perangnya bukan menggunakan senjata. Sebagian di antara mereka melenyapkan sebagian yang lain dengan memblokade rumah-rumah sehingga mereka yang terkepung binasa karena lapar dan haus.</p>
<p>Setelah tindakan perusakan yang dilakukan mereka kian memuncak, maka Allah mengirimkan umat yang berasal dari laut kepada mereka yang jasad-jasadnya lebih besar daripada mereka dan bentuknya lebih menakjubkan, yang disebut dengan Bin. Umat tersebut menyerbu mereka sehingga kaum Jin binasa, tidak satu pun yang tersisa.</p>
<p>Jin tinggal di bumi kurang lebih 500 tahun. Setelah itu, bumi dikuasai oleh Bin. Mereka menikah satu sama lain, melahirkan keturunan dan berkembang biak semakin banyak sehingga bumi kian penuh. Sebagian di antara mereka suka membenam ke bumi lapis ketujuh dan menetap di sana untuk beberapa hari. Bagi mereka tidak ada tempat yang terhalang. Mereka adalah yang pertama kali menggali sumur, membuat sungai, dan mengalirkan air dari sumber-sumbernya dan dari laut. Mereka adalah yang pertama kali membuat mesin/roda, membangun jembatan di atas air, menangkapi ikan di lautan, dan memburu binatang-binatang liar di wilayah yang tidak berpenduduk.</p>
<p>Oleh karena itu, semua binatang, baik di daratan maupun di lautan, mengadukan urusan tersebut kepada Allah dan kerusakan yang disebabkan oleh mereka kian bertambah. Maka, Allah menciptakan Jan.”</p>
<p>Ibnu Abbas ra mengatakan, “Allah menciptakan Jan dari nyala api&#8230;” Beliau juga mengatakan bahwa Jan adalah golongan Jin laki-laki. Mereka memiliki jenis yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang disebut dengan Nahabir; ada juga yang disebut Nahamir. Umat ini layaknya seperti manusia, suka makan, minum, dan berketurunan. Di antara mereka ada yang Mu’min dan ada juga yang kafir. Dan nenek moyang mereka adalah Iblis yang dikutuk oleh Allah.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Allah menjadikan malaikat sebagai penghuni langit dan menjadikan Jan sebagai penghuni bumi. Setelah binatang liar dan burung mengadukan perbuatan Jin dan Bin, Allah menciptakan Jan, sebagaimana telah diceritakan. Setelah Allah menciptakan Jan, maka Dia menempatkan mereka di bumi. Setelah tinggal di bumi, mereka berperang dengan Bin. Jan terlalu kuat bagi Bin hingga mereka mampu menghancurkan Bin sampai tidak ada satu pun yang tersisa. Tinggallah Jan di bumi. Mereka menikah satu sama lain dan melahirkan keturunan sampai bumi ini penuh.</p>
<p>Selanjutnya, di antara mereka timbul kedengkian dan aniaya. Di antara mereka banyak terjadi pertumpahan darah. Sebagian dari mereka mengganggu sebagian lainnya. Atas kejadian ini, bumi mengadu kepada Tuhannya. Maka, ketika itu, kepada mereka Allah mengutus bala tentara malaikat. Dalam rombongan tersebut ada Iblis yang dahulunya bernama ‘Azazil. Dahulunya dia merupakan ketua malaikat. Dia bersama rombongannya mengusir Jan dari bumi. Akibatnya mereka mengungsi ke gunung-gunung dan tinggal di sana dan Iblis merampas bumi dari mereka.</p>
<p>Pada awalnya, si Iblis ini menyembah kepada Allah, baik di bumi maupun di langit. Akan tetapi, kemudian dia ujub dengan dirinya dan dia terasuki ketakaburan (merasa besar). Dalam keadaan demikian, Allah melihat apa yang ada di dalam hatinya, maka Zat Yang Mahaagung berfirman: <em>Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”</em> (QS Al-Baqarah [2]: 30).</p>
<p>Pernyataan para malaikat, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah&#8230;”, maksudnya seperti makhluk-makhluk yang diceritakan terdahulu, yaitu Jin dan Bin. Sebab, mereka telah melakukan kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=315&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/10/11/kisah-awal-penciptaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaikat pun Beramai-ramai Menziarahi Makam Tsa&#8217;labah</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/09/malaikat-pun-beramai-ramai-menziarahi-makam-tsalabah/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/10/09/malaikat-pun-beramai-ramai-menziarahi-makam-tsalabah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 00:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Wisdom & Wise Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[(Sumber: Mohamad Zaka Al Farisi, “Like Father Like Son, Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah”, Bandung: MQ Gress, Cet. II, Maret 2008, hal. 251-258)
Tersebutlah seorang pemuda bernama Tsa&#8217;labah Abdurrahman—yang berasal dari kalangan Anshar—masuk Islam. Setelah memeluk Islam, Tsa&#8217;labah sangat mencintai Rasulullah saw dan selalu siap melayani keperluan beliau.
Suatu ketika, Rasulullah saw mengutus Tsa&#8217;labah bin Abdurrahman untuk suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=310&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>(Sumber: Mohamad Zaka Al Farisi, “Like Father Like Son, Untaian Kisah-kisah Penuh Hikmah”, Bandung: MQ Gress, Cet. II, Maret 2008, hal. 251-258)</strong></p>
<p>Tersebutlah seorang pemuda bernama Tsa&#8217;labah Abdurrahman—yang berasal dari kalangan Anshar—masuk Islam. Setelah memeluk Islam, Tsa&#8217;labah sangat mencintai Rasulullah saw dan selalu siap melayani keperluan beliau.</p>
<p>Suatu ketika, Rasulullah saw mengutus Tsa&#8217;labah bin Abdurrahman untuk suatu keperluan. Tsa&#8217;labah berangkat menuju tempat yang dimaksud. Dia melewati rumah-rumah penduduk. Tiba-tiba, matanya melihat sesuatu yang menarik. Saat itu, dia melintas di depan rumah salah seorang wanita Anshar.</p>
<p>Beberapa saat Tsa&#8217;labah tidak beranjak. Matanya tidak berkedip memandangi wanita Anshar yang sedang mandi. Setelah agak lama, barulah Tsa&#8217;labah tersentak. Dia sendiri kaget dengan apa yang baru saja diperbuatnya, bahwa mengintip itu termasuk perbuatan dosa. Tsa&#8217;labah berkali-kali beristighfar. Ada satu kekhawatiran menyelinap di dalam dirinya, akan ada wahyu yang turun kepada Rasulullah saw berhubungan dengan ulahnya yang memalukan.<span id="more-310"></span></p>
<p>Perasaan bersalah membuat Tsa&#8217;labah merasa tidak tenang. Tanpa membuang-buang waktu, dia berlari sekencang-kencangnya menuju sebuah bukit yang terletak di antara Mekkah dan Madinah. Dia terus mendaki bukit itu dan tinggal di sana beberapa lama.</p>
<p>Selama empat puluh hari, Tsa&#8217;labah menghilang. Banyak sahabat yang bertanya-tanya, ke mana gerangan Tsa&#8217;labah, termasuk Rasulullah saw juga merasa kehilangan dia.</p>
<p>Hingga pada suatu hari, turunlah Malaikat Jibril. Malaikat penyampai wahyu ini kemudian menghampiri Rasulullah saw.</p>
<p>“Muhammad, Allah menyampaikan salam untukmu dan menyampaikan bahwa ada seorang pemuda dari umatmu berada di sebuah bukit. Pemuda ini sedang memohon perlindungan kepada-Nya.”</p>
<p>Mendengar kabar seperti itu, segera saja beliau menyuruh Umar dan Salman untuk mencari Tsa&#8217;labah bin Abdurrahman. Mereka pun pergi menyusuri perbukitan di sekitar Mekkah dan Madinah. Dalam pencarian itu, mereka berjumpa dengan seorang penggembala asal Madinah yang bernama Dzufafah.</p>
<p>“Nak, apakah engkau pernah melihat seorang pemuda tinggal di sekitar perbukitan ini?”</p>
<p>“Jangan-jangan, yang Tuan maksud itu seorang pemuda yang kabur dari neraka Jahanam?”</p>
<p>“Mengapa engkau menyebut pemuda itu kabur dari neraka Jahanam?” Umar terkejut mendengar ucapan si penggembala.</p>
<p>“Pemuda itu sangat misterius, kelakuannya juga aneh. Bila malam tiba, dia turun dari perbukitan ini dengan meletakkan tangan di atas kepala. Seperti orang yang sangat menyesal, pemuda itu mengulang-ngulang perkataan, &#8216;Ya Allah, mengapa tidak Engkau cabut saja nyawaku. Mengapa tidak Engkau binasakan saja tubuhku ini. Mengapa tidak Engkau biarkan aku menunggu keputusan-Mu di pengadilan akhirat saja!&#8217;”</p>
<p>“Nah, sepertinya pemuda itu yang sedang kami cari,” tanggap Umar girang.</p>
<p>Kemudian, mereka bertiga menyusuri perbukitan. Si penggembala berjalan di depan sebagai penunjuk jalan. Benar apa yang dikatakan si penggembala. Menjelang malam, pemuda yang dimaksud keluar. Sosoknya muncul dari arah sebuah bukit. Seperti kata si penggembala, pemuda ini meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata, “Ya Allah, mengapa tidak Engkau cabut saja nyawaku. Mengapa tidak Engkau binasakan saja tubuhku ini. Mengapa tidak Engkau biarkan aku menunggu keputusan-Mu di pengadilan akhirat saja!”</p>
<p>Umar terharu mendengar kata-kata yang diucapkan Tsa&#8217;labah. Apalagi setelah melihat kondisi tubuh Tsa&#8217;labah yang sangat memprihatinkan. Rambutnya kusut, baju kotor, dan tubuh kurus. Beberapa saat kemudian Umar menghampiri dan memeluk Tsa&#8217;labah.</p>
<p>“Umar, apakah Rasulullah saw sudah mengetahui perbuatanku?”</p>
<p>“Sungguh, saya tidak tahu pasti. Hanya,  kemarin beliau menyebut-nyebut namamu. Beliau lantas mengutus aku dan Salman untuk mencari kamu.”</p>
<p>“Umar, saya minta satu hal. Tolong bawa saya menghadap Rasulullah saw saat beliau shalat.”</p>
<p>Umar mengangguk setuju. Setelah mengucapkan terima kasih kepada si penggembala, ketiga sahabat Rasulullah saw ini pun kembali ke Madinah. Perjalanan mereka diatur sedemikian rupa agar bisa sampai ke Madinah pada saat Rasulullah saw sedang menunaikan shalat.</p>
<p>Umar, Salman, dan Tsa&#8217;labah segera bergabung mengisi shaf. Ketika mendengar bacaan Rasulullah saw, Tsa&#8217;labah tersungkur pingsan. Setelah selesai shalat, para sahabat heran melihat Tsa&#8217;labah pingsan.</p>
<p>“Umar! Salman! Apa yang terjadi dengan Tsa&#8217;labah?” tanya Rasulullah saw sambil mendekat ke tubuh Tsa&#8217;labah yang sedang tergolek pingsan.</p>
<p>“Kami tidak tahu, ya Rasulullah saw!”</p>
<p>Kemudian, Tsa&#8217;labah tersadar dari pingsannya.</p>
<p>“Tsa&#8217;labah, darimana saja kamu? Tiba-tiba saja kamu menghilang sekian lama. Sekarang, datang tiba-tiba pingsan.”</p>
<p>“Saya telah berbuat dosa, ya Rasulullah!” jawab Tsa&#8217;labah nyaris tak terdengar. Kepalanya menunduk, dari sudut matanya menetes beberapa titik air mata.</p>
<p>“Dulu, aku pernah mengajarimu doa, apabila kamu baca, akan menghapus dosamu. Kamu masih ingat?”</p>
<p>“Masih, ya Rasulullah. &#8216;Ya Tuhan kami, sudilah Engkau memberi kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Lindungilah kami dari azab neraka.&#8217;“</p>
<p>“Nah, itu dia!”</p>
<p>“Tapi, ya Rasulullah, saya rasa, dosa saya ini sangat besar.”</p>
<p>“Al-Quran adalah Kalamullah. Kalamullah jauh lebih besar daripada dosamu.”</p>
<p>“Rasulullah saw kemudian mengantar Tsa&#8217;labah pulang ke rumahnya. Tubuh Tsa&#8217;labah masih lemah dan kondisinya bertambah parah. Tsa&#8217;labah harus terbaring di tempat tidur selama delapan hari.</p>
<p>Mendengar kabar Tsa&#8217;labah sakit, Salman menjenguk ke rumahnya. Sekembali dari rumah Tsa&#8217;labah, dia tidak langsung pulang, tetapi mampir ke rumah Rasulullah saw serta mengabari beliau ihwal sakitnya Tsa&#8217;labah.</p>
<p>“Rasulullah, sudah beberapa hari Tsa&#8217;labah sakit keras,” ungkap Salman.</p>
<p>Rasulullah bersiap-siap untuk menengok Tsa&#8217;labah. Sesampai di rumah Tsa&#8217;labah, Rasulullah saw meletakkan kepala Tsa&#8217;labah di atas pangkuannya. Namun, Tsa&#8217;labah malah menggeserkan kepalanya dari pangkuan beliau.</p>
<p>“Mengapa kamu tidak mau merebahkan kepalamu di atas pangkuanku?” tanya beliau.</p>
<p>“Saya merasa tidak pantas. Saya telah berbuat dosa, ya Rasulullah.”</p>
<p>“Bagaimana keadaanmu kamu sekarang? Apa yang kamu rasakan?”</p>
<p>“Saya merasa tidak enak badan. Tulang, daging, dan kulit saya terasa seperti dikerubuti banyak semut.”</p>
<p>“Apa yang kamu inginkan?”</p>
<p>“Ampunan Allah,” jawab Tsa&#8217;labah lirih.</p>
<p>Selang beberapa saat kemudian, Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah saw.</p>
<p>“Muhammad, Allah menitipkan pesan, &#8216;<em>Andaikan hamba-Ku ini menghadap ke Hadirat-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, niscaya Kutemui dia dengan ampunan sepenuh bumi pula.</em>&#8216;“</p>
<p>Kabar gembira ini kemudian disampaikan beliau kepada Tsa&#8217;labah. Demi mendengar kabar ini, Tsa&#8217;labah menjerit histeris. Saking gembira, tubuh Tsa&#8217;labah terkulai lemas. Kali ini bukan sekadar pingsan, tetapi dia meninggal dunia.</p>
<p>Suasana berkabung, para sahabat berdatangan melayat. Rasulullah saw memerintahkan beberapa orang untuk mengurus jenazah Tsa&#8217;labah. Tsa&#8217;labah dimandikan dan dikafani.</p>
<p>Ada kejadian aneh seusai Tsa&#8217;labah dishalatkan. Para sahabat merasa heran melihat Rasulullah saw berjalan sambil berjingkat-jingkat.</p>
<p>Selesai pemakaman, barulah ada seorang sahabat yang memberanikan diri bertanya, “Ya Rasulullah, tadi kami melihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat. Ada apa sebenarnya?”</p>
<p>“Demi Allah, saya berjalan sambil berjingkat-jingkat karena makam Tsa&#8217;labah dipenuhi malaikat yang menziarahinya.”</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR Al-Hakim)</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=310&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/10/09/malaikat-pun-beramai-ramai-menziarahi-makam-tsalabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penelitian Ilmiah di Laut Selatan</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/04/penelitian-ilmiah-di-laut-selatan/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/10/04/penelitian-ilmiah-di-laut-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 06:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do you know]]></category>
		<category><![CDATA[Geografi]]></category>
		<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Nature]]></category>
		<category><![CDATA[Oseanologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[(Sumber: Haris Firdaus, “Misteri-misteri Terbesar Indonesia”, Solo: Katta, Cet. I, Desember 2008, hal. 158-159)
Penelitian ilmiah yang dilakukan sejumlah geolog dari Indonesia dan Jepang pada 2002 di kawasan Laut Selatan—termasuk juga selatan Bali—telah mengungkap sisi lain di balik keberadaan kekuatan mistis. Hasil dari penelitian yang dikoordinasikan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu mengungkap fakta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=300&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>(Sumber: Haris Firdaus, “Misteri-misteri Terbesar Indonesia”, Solo: Katta, Cet. I, Desember 2008, hal. 158-159)</strong></p>
<p>Penelitian ilmiah yang dilakukan sejumlah geolog dari Indonesia dan Jepang pada 2002 di kawasan Laut Selatan—termasuk juga selatan Bali—telah mengungkap sisi lain di balik keberadaan kekuatan mistis. Hasil dari penelitian yang dikoordinasikan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu mengungkap fakta bahwa di dasar laut selatan Bali sampai ujung Jawa Barat ternyata terdapat palung-palung atau jurang-jurang yang sangat curam. Kedalaman palung-palung itu ada yang mencapai di atas 300 km.</p>
<p>Selain fakta itu, di kawasan tersebut juga ditemukan ratusan gunung berapi aktif. Keberadaan palung-palung yang amat dalam dan gunung berapi yang masih aktif itu, menurut para peneliti, merupakan akibat dari pergerakan terus-menerus kerak bumi yang ada di kedalaman dasar laut wilayah tersebut. Kondisi inilah yang juga menyebabkan banyaknya gempa di kawasan selatan Jawa. Dengan kondisi yang seperti itu, kata para peneliti, wajar saja jika kawasan Laut Selatan Jawa seringkali diguncang gempa bumi yang dahsyat.<span id="more-300"></span></p>
<p>Hasil penelitian tahun 2002 itu diperkuat oleh hasil ekspedisi Umitaka Maru pada akhir 2003 yang juga merupakan gabungan peneliti dari Indonesia dan Jepang. Ekspedisi yang bertujuan utama untuk mengeksplorasi kekayaan perikanan di Samudera Hindia itu membuktikan keberadaan palung-palung curam dan gunung berapi aktif di dasar Laut Selatan Jawa. Hasil rekaman sonar Kapal Umitaka Maru menunjukkan, pada kedalaman 0-3.000 m dari permukaan laut, dasar Laut Selatan Jawa dipenuhi tebing-tebing terjal dan palung curam sedalam 3.500 m. Palung dan tebing itu berada di sejumlah kawasan, mulai dari perairan Parigi, Pangandaran, sampai Cilacap. Rekaman sonar juga berhasil menemukan gunung laut yang menonjol hingga hampir mencuat ke permukaan laut. Gunung itu berada sekitar 120 mil laut atau 222,24 km dari daratan Cilacap dan ditemukan di kedalaman 3.000 m dengan tinggi sekitar 1.500 m.</p>
<p>Keberadaan palung-palung yang amat dalam serta gunung berapi—yang ketinggiannya melebihi tinggi gunung-gunung berapi di daratan Bali dan Jwa—itu juga telah membuat gelombang ombak di kawasan selatan Jawa dan Bali bisa berubah seperti magnet raksasa yang arus baliknya bisa menyedot apa saja yang berada di pantai kawasan tersebut. Kondisi gelombang ombak yang demikianlah yang sering membuat orang-orang yang tersedot gelombang Laut Selatan tak pernah ditemukan jasadnya.</p>
<p>Menurut Koran Tempo Online, hasil penelitian terakhir pada geolog Indonesia dan Jepang—yang sebenarnya ditujukan untuk mengungkap adanya potensi emas serta minyak di kawasan itu—bahkan berhasil menemukan adanya jurang-jurang di kawasan Laut Selatan di Jawa Barat yang memiliki kedalaman lebih dari 100 km. Sebelumnya, sejumlah geolog negeri kita telah mampu mengidentifikasi adanya pasir besi sangat tebal yang memanjang dari pantai selatan di ujung Jawa Barat sampai ke laut selatan di dekat Bali. Tebalnya pasir besi itu merangsang ion-ion positif di atmosfer untuk berekasi dan pada akhirnya timbullah petir.</p>
<p>Dilihat dari sudut pandang geopatis (cabang ilmu yang mempelajari energi di dasar bumi dan pengaruhnya pada tubuh manusia), sebuah wilayah yang kedalaman tanahnya selalu bergerak, serta mempunyai jurang-jurang, pada hakikatnya merupakan kawasan yang mendapat gelombang elektromagnetik sangat kuat, serta mampu mengacaukan metabolisme fisik ataupun psikis manusia. Orang-orang yang tinggal di dalam sebuah rumah yang di kedlaman tanahnya terdapat jurang, bisa jadi akan menderita sakit akibat kekacauan metabolisme tubuhnya. Secara geopatis pula, daya gravitasi bumi di sebuah daerah yang berselimut pasir besi cenderung lebih kuat jika dibandingkan dengan kawasan lain yang tak memiliki pasir besi.</p>
<p>Kuatnya gravitasi bumi dan besarnya kekuatan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari kerak bumi pada akhirnya berakumulasi serta menyebabkan timbulnya energi fisis bumi yang amat besar.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=300&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/10/04/penelitian-ilmiah-di-laut-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Allah Tak Melupakan Seorang Pun</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/01/allah-tak-melupakan-seorang-pun/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/10/01/allah-tak-melupakan-seorang-pun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 11:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Wisdom & Wise Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Nurul Laily Maulidyah
(Sumber: Sabili No. 11 TH. XV 13 Desember 2007 / 3 Dzulhijjah 1428)
Seorang perempuan tua menemui Nabi Daud as. “Wahai Nabiyallah, Tuhanmu zalim atau adil?” tanya perempuan itu. “Dia Dzat Yang Maha Adil dan tidak berlaku zalim,” jawab Nabi Daud. “Apa yang telah terjadi denganmu hingga kau bertanya seperti itu?” tanya Nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=290&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Nurul Laily Maulidyah<br />
(Sumber: Sabili No. 11 TH. XV 13 Desember 2007 / 3 Dzulhijjah 1428)</strong></p>
<p>Seorang perempuan tua menemui Nabi Daud as. “Wahai Nabiyallah, Tuhanmu zalim atau adil?” tanya perempuan itu. “Dia Dzat Yang Maha Adil dan tidak berlaku zalim,” jawab Nabi Daud. “Apa yang telah terjadi denganmu hingga kau bertanya seperti itu?” tanya Nabi Daud kemudian.</p>
<p>“Aku seorang janda, memiliki tiga anak perempuan. Aku bekerja menyulam kain untuk menghidupi mereka. Kemarin, aku bekerja seharian menyulam di atas kain merah. Usai menyelesaikan pekerjaan, aku memberitahu anak-anak, aku akan pergi ke pasar. Tiba-tiba seekor burung besar mematukku. Burung itu terbang membawa kain yang akan kujual. Aku sedih. Tak ada lagi yang bisa kujual untuk memberi makan anak-anak,” kisah wanita itu.</p>
<p>Tiba-tiba, terdengar seseorang mengetuk pintu. Nabi Daud mengizinkannya masuk. Ternyata tamu itu berjumlah sepuluh orang. Tiap orang memegang uang sebanyak seratus dinar. “Wahai Nabiyallah, berikanlah uang ini pada orang yang berhak,” ujar salah seorang mewakili teman-temannya.<span id="more-290"></span></p>
<p>“Apa yang menyebabkan kalian menyerahkan uang sebanyak ini?” tanya Nabi Daud.</p>
<p>“Kami berada di atas perahu. Lantas badai datang dan nyaris saja kami tenggelam karena perahu kami berlubang. Tiba-tiba datang seekor burung melemparkan sepotong kain merah bersulam pada kami. Kami gunakan kain itu untuk menutup lobang perahu hingga badai berlalu.”</p>
<p>Daud menoleh pada sang perempuan sambil berujar, “Tuhan memperdagangkan kainmu, di laut dan di darat, dan kau sempat menuduhnya sebagai Dzat yang zalim.” Daud lalu memberikan uang seribu dinar itu padanya.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Hanya kemarahan yang bisa membuat mulut seseorang bertindak lebih cepat daripada pikirannya.&#8221; (Thomas Szasz)</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=290&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/10/01/allah-tak-melupakan-seorang-pun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peta Piri Re&#8217;is</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/09/28/peta-piri-reis/</link>
		<comments>http://jookut.wordpress.com/2009/09/28/peta-piri-reis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 01:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do you know]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Nature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: J.B. Hare (2001)
(Sumber: www.sacred-texts.com)

Gambar peta Piri Re’is ini dipindai dari gambar muka edisi pertama buku Hapgood, Maps of the Ancient Sea Kings. Gambar ini dimasukkan di sini hanya untuk tujuan riset dan dokumentasi non-profit.
Penafsiran keterangan peta
Buku yang direkomendasikan
Maps of the Ancient Sea Kings, karya Charles Hapgood
The Path of the Pole, karya Charles Hapgood
When the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=272&subd=jookut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: J.B. Hare (2001)<br />
(Sumber: <a href="http://www.sacred-texts.com" target="_self">www.sacred-texts.com</a>)</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jookut.files.wordpress.com/2009/09/peta-piri-reis.jpg"><img class="size-medium wp-image-275 aligncenter" title="Peta Piri Reis" src="http://jookut.files.wordpress.com/2009/09/peta-piri-reis.jpg?w=223&#038;h=300" alt="Peta Piri Reis" width="223" height="300" /></a></p>
<p>Gambar peta Piri Re’is ini dipindai dari gambar muka edisi pertama buku Hapgood, <em>Maps of the Ancient Sea Kings</em>. Gambar ini dimasukkan di sini hanya untuk tujuan riset dan dokumentasi non-profit.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sacred-texts.com/piri/pirikey.htm" target="_self">Penafsiran keterangan peta</a></p>
<p><strong>Buku yang direkomendasikan</strong><br />
<em>Maps of the Ancient Sea Kings</em>, karya Charles Hapgood<br />
<em>The Path of the Pole</em>, karya Charles Hapgood<br />
<em>When the Sky Fell: In Search of Atlantis</em>, karya Rand dan Rose Flem-Ath<br />
<em>Hamlet&#8217;s Mill</em>, karya Giorgio De Santillana dan Hertha Von Dechend</p>
<p>Sebagian besar teori mengenai peradaban-peradaban kuno tak dikenal tidak memiliki dasar bukti fisik, biasanya hanya desas-desus dan spekulasi. Artefak sungguhan akan dapat mengguncang landasan pengetahuan sejarah kita. Dan artefak ini boleh jadi takkan se-spektakuler penemuan sebuah kota yang telah punah di Atlantik atau peluru-peluru tembus baju baja yang tertanam dalam sebuah kerangka dinosaurus. <em>Artefak ini boleh jadi hanya dapat dikenali sebagai anomali oleh pakar di bidangnya</em>.</p>
<p>Yang lebih mungkin lagi, artefak ini bisa berupa dokumen atau tradisi dari masa lampau yang mengungkapkan pemahaman mendalam atas suatu fakta saintifik yang ditemukan saat ini. Artefak ini bisa saja berupa deskripsi struktur dan fungsi DNA, pengetahuan astronomi atau fisika, yang hanya diketahui oleh sains modern&#8230; atau peta akurat bumi yang digambar jauh sebelum <em>“Age of Exploration”</em> (Abad Penjelajahan). Peta Piri Re’is sepertinya merupakan salah satu artefak itu.<span id="more-272"></span></p>
<p>Peta Piri Re’is hanyalah salah satu dari peta-peta aneh yang dibuat pada abad ke-15 (dan lebih awal) yang terlihat menggambarkan informasi lebih maju mengenai bentuk benua-benua daripada yang semestinya diketahui pada masa itu. Selain itu, informasi ini sepertinya telah diperoleh pada suatu waktu yang jauh di masa lampau.</p>
<p>Piri Re’is, Ptolomy (Abad ke-2 M), juga Mercator, Oronteus Finaeus, para kartografer (pembuat peta) terkenal dari abad ke-15, memasukkan benua selatan tradisional dalam peta-peta mereka, begitu pula kartografer lain. Antartika baru ditemukan pada abad 19, dan sebagian besar belum dijelajahi hingga abad 20. Ini baru permulaan. Peta-peta aneh itu juga memperlihatkan Selat Behring yang terlihat menghubungkan Asia dan Amerika, delta-delta sungai yang tampak jauh lebih pendek dari keadaannya hari ini, pulau-pulau di Aegean yang tidak berada di atas perairan karena kenaikan level air laut pada akhir zaman es, dan gletser-gletser besar yang menutupi Inggris dan Skandinavia. Wilayah-wilayah kosong yang terisi telah lama diabaikan sebagai usaha para kartografer, beberapa detil peta-peta tua terlihat sangat mengejutkan ketika dikorelasikan dengan pengetahuan modern (mainstream) tentang perubahan-perubahan geografi Bumi dalam periode geologi masa lampau, khususnya selama Zaman Es.</p>
<p>Peta Piri Re’is adalah peta yang paling menarik perhatian karena kelengkapan sumber informasinya, serta detil sketsa garis pantainya yang menakjubkan.</p>
<p>Peta Piri Re’is ditemukan pada tahun 1929 di Imperial Palace di Konstantinopel (Istanbul). Peta ini digambar pada perkamen (kertas kulit) dan bertanggal 919 Hijriyah (kalender Islam), atau 1513 M. Peta ini ditandatangani oleh seorang laksamana Angkatan Laut Turki bernama Piri Ibn Haji Memmed, yang juga dikenal sebagai Piri Re’is. Menurut Piri Re’is, peta tersebut disusun dari 20 peta yang dibuat di masa Alexander Agung.</p>
<p>Peta ini dan yang lainnya dianalisa oleh Charles H. Hapgood bersama murid-muridnya. Hapgood merupakan seorang sejarawan dan ahli geografi di Universitas New Hampshire. Ia menyimpulkan analisanya dalam bukunya yang berjudul <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0932813429/internetsacredte" target="_self"><em>Maps of the Ancient Sea Kings</em></a> (1966). Hanya saja, kesimpulan buku ini sangat sensasional; karena sebagian besarnya berupa monograf teknis atas sejarah dan geografi peta-peta aneh, dengan menggunakan trigonometri bola (<em>spherical trigonometry</em>) untuk menghubungkan fitur-fitur peta dengan lokasi geografi sungguhan. Baru-baru ini buku tersebut telah diterbitkan ulang, dan kami sangat merekomendasikan Anda untuk membacanya.</p>
<p>Kesimpulan yang dicapai oleh Hapgood adalah bahwa sebuah peradaban berkemampuan tinggi dalam berlayar dan membuat peta pernah menjelajahi seluruh bagian bumi di masa lampau. Mereka meninggalkan peta-peta yang kemudian disalin ulang dengan tangan hingga bergenerasi-generasi. Peta Piri Re’is adalah <em>patchwork</em> (susunan karya dari potongan-potongan kecil) yang memiliki sejumlah celah (terutama Terusan Drake antara Amerika Selatan dan Antartika) yang bisa diartikan sebagai area-area <em>non-overlapping</em> (tidak saling melengkapi-penj) di antara peta-peta sumber. <em>Maps of the Ancient Sea Kings</em> dan buku Hapgood lainnya, <em>The Earth’s Shifting Crust</em>, di mana di dalamnya ia mengajukan teori pergeseran kutub (<em>theory of polar shift</em>), adalah sangat kontroversial, dan membuat Hapgood mendapat cemoohan dari akademisi.</p>
<p>Tahun-tahun belakangan ini bukti-bukti semakin banyak muncul. Teori Hapgood mungkin segera terbukti kebenarannya (paling tidak dalam hal terkaannya mengenai signifikansi peta-peta aneh itu). Peta Piri Re’is adalah salah satu batu landasan sekumpulan bukti yang terus bertambah mengenai peradaban Zaman Es yang tak dikenal. Sejalan dengan ini kita juga dapat memasukkan buku <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0879232153/internetsacredte" target="_self"><em>Hamlet’s Mill</em></a> karya De Santillana dan Von Dechend (1969) dan buku-buku <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/external-search?tag=internetsacredte&amp;keyword=Graham Hancock" target="_self">Graham Hancock</a>.</p>
<p>Satu hal mengejutkan dari peta ini adalah tingkat kedetilan pantai dan pedalaman di Amerika Selatan. Walaupun skalanya kecil, sebuah rangkaian pegunungan tinggi dan panjang diperlihatkan sebagai sumber sungai-sungai yang mengalir ke pantai Amerika Selatan.</p>
<p>Namun, fitur paling terkenal dalam peta Piri Re’is (dan peta-peta pra-modern lainnya) adalah garis pantai Antartika. Menurut pendapat Hapgood dan yang lain, ini menggambarkan sketsa garis pantai Antartika <em>tanpa gletser</em>.</p>
<p>Pengetahuan modern kita tentang garis pantai di bawah es diperoleh dengan menggunakan data sounding (pengukuran dalam air dengan gema suara-penj) seismik dari ekspedisi-ekspedisi pada tahun 1940-an dan 1950-an. Sonar adalah sebuah cara untuk memetakan pantai di bawah gletser-gletser Antartika. Cara lainnya adalah menjelajahinya ketika bebas dari es. Menurut Hapgood, yang mendasarkan klaimnya pada sampel inti tahun 1949 dari Laut Ross, terakhir kali area istimewa dalam peta Piri Re’is tersebut bebas es adalah lebih dari 6.000 tahun lalu. Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa ini mungkin lenyap karena sejumlah gempa. Bagaimanapun juga, wilayah geografi ini <em>semestinya</em> belum diketahui oleh orang-orang masa lampau. Jika ini benar, maka ada beberapa misteri besar yang harus dijelaskan.</p>
<p>Sejumlah penulis telah ikut serta dan berusaha menjelaskan hal ini. Salah satu pemikiran mengenai peta Piri Re’is adalah tesis <em>‘Atlantis in Antarctica’</em>. Pendukung utamanya adalah Rand Flem-ath dan Rose Flem-Ath dalam buku mereka yang berjudul <em><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0312964013/internetsacredte" target="_self">When the Sky Fell</a></em>, dan masih banyak lagi. Flem-Ath bersaudara turut bergabung dalam tesis pergeseran kutub dan <em>Sea Kings</em>-nya Hapgood. Belakangan, Hapgood mengklaim bahwa kemiringan poros rotasi Bumi bergeser secara tiba-tiba pada tahun 9.500 SM, yang menyebabkan Antartika bergeser ratusan mil ke selatan. Ini mengubah iklimnya dari setengah sedang menjadi sangat dingin. Tidak ada bukti bahwa pergeseran kutub secara cepat benar-benar terjadi pada waktu itu dan justru banyak bukti sebaliknya bahwa peristiwa itu tidak terjadi, bertentangan dengan hipotesis <em>Sea Kings</em>.</p>
<p>Tak ada penjelasan ilmiah mengenai suatu mekanisme yang dapat menyebabkan transformasi global semacam itu tanpa menghancurkan lapisan kulit planet kita sepenuhnya. Pasti dibutuhkan tubrukan planet, yang belum pernah terjadi sejak periode awal pembentukan planet-planet. Jika tubrukan semacam itu terjadi pada tahun 9.500 SM, hampir pasti bahwa seluruh kehidupan di Bumi telah tersapu bersih, dan kenyataannya jelas tidak demikian. Sekalipun mungkin bahwa suatu instabilitas planet-planet dapat menyebabkan poros Bumi berubah kemiringannya, ini tidak akan terjadi dalam semalam. Selain itu, pergeseran kutub akan meninggalkan tanda yang jelas di lapisan geomagnetik yang terdapat di dalam inti-inti dasar laut, dan kenyataannya tidak demikian.</p>
<p>Banyak teori telah muncul berdasarkan dukungan Einstein terhadap teori pergeseran kutub Hapgood. Namun ini tidak membuktikan apapun, karena Einstein bukan seorang geolog. Selain itu, walaupun teori-teori Einstein telah mampu menghadapi bukti-bukti observasi dan eksperimen yang kuat, tetap penting untuk dicatat bahwa ia hanyalah manusia biasa dan tidak <em>selalu</em> benar. Salah satu kehebatan Einstein adalah kemampuannya mengakui kekeliruan-kekeliruannya.</p>
<p>Apapun kenyataannya, Flem-Ath bersaudara menyatakan bahwa pergeseran ini telah menghancurkan peradaban Antartika yang terletak di suatu tempat di wilayah yang kini merupakan semenanjung Ross. Mereka berupaya (dengan berbagai keberhasilan) untuk menghubungkan ini dengan <a href="http://sacred-texts.com/atl/index.htm" target="_self">Atlantis-nya Plato</a>. Sayangnya, untuk membuktikan hal ini diperlukan riset arkeologi di bawah lapisan es yang tebalnya ribuan meter. Ini adalah contoh tepat mengenai ‘klaim menakjubkan yang memerlukan bukti menakjubkan’.</p>
<p>Satu pengaruh yang tidak disadari terkait subjek ini mungkin berasal dari penulis <a href="http://sacred-texts.com/nec/index.htm" target="_self">H.P. Lovecraft’s Cthulhu mythos</a>, yang menempatkan tempat kediaman Ancient Gods, R’lyeh, di Antartika. Mitos Lovecraft benar-benar fiksi, sekalipun menyerupai mitologi sungguhan.</p>
<p>Sementara fitur-fitur pengetahuan geografi yang maju diperlihatkan dalam peta (Piri Re’is) itu sendiri, <a href="http://sacred-texts.com/piri/pirikey.htm" target="_self">anotasi</a> (keterangan) dan ilustrasinya melukiskan keadaan yang berbeda. Orang-orang skeptis (bersifat penyelidik) pasti memperhatikan bahwa pada peta pantai Antartika Piri Re’is, yang sudah banyak dibuat, terdapat catatan berikut:</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Tanah ini tidak dihuni. Segalanya berada dalam kehancuran dan konon ular-ular besar ditemukan di sana. Karena alasan inilah kafir-kafir Portugis tidak mendarat di pantai ini dan juga konon tempat ini sangat panas.</em></p>
<p>Terdapat pula gambar beberapa binatang legenda dalam satu area, dengan teks berbunyi:</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Dan di tanah ini sepertinya terdapat monster-monster berambut putih dalam bentuk ini, dan juga lembu jantan bertanduk enam. Kafir-kafir Portugis telah menuliskannya dalam peta-peta mereka&#8230;..</em></p>
<p>Hal ini tidak membatalkan susunan tanah yang mengherankan, melainkan mengindikasikan bahwa siapapun yang menulis catatan-catatan ini (barangkali Piri Re’is) tidak pernah benar-benar mengunjungi Antartika. Orang-orang non-skeptis mungkin akan membantah (dengan mengatakan) bahwa jika peta sumbernya diselidiki pasti akan ditemukan 1) ular-ular besar, 2) spesies mamalia darat tak dikenal, dan 3) iklim “sangat panas” di Antartika; namun tak ada bukti fisik bahwa ini benar-benar ada. Ini juga tidak menjelaskan ilustrasi dan catatan aneh lainnya pada peta tersebut, termasuk sebuah sketsa seorang manusia tanpa kepala dan berambut merah (wajahnya terletak di dadanya) di area Andes. Ini membawa kita keluar dari alam kemungkinan menuju alam fantasi, satu garis batas yang sangat tidak ingin diseberangi oleh Hapgood, setidaknya dalam <em>Maps of the Ancient Sea Kings</em>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jookut.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jookut.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jookut.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jookut.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jookut.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jookut.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jookut.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jookut.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jookut.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jookut.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jookut.wordpress.com&blog=3375371&post=272&subd=jookut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jookut.wordpress.com/2009/09/28/peta-piri-reis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1fb1ef6438723ccf356bcab966c7f725?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jookut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jookut.files.wordpress.com/2009/09/peta-piri-reis.jpg?w=223" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Piri Reis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>