<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Today</title>
	<atom:link href="http://jookut.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jookut.wordpress.com</link>
	<description>...the attacker must vanquish; the defender need only survive...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 13:44:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Wawancara dengan Michio Kaku by putri</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/11/09/wawancara-dengan-michio-kaku/#comment-290</link>
		<dc:creator>putri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 13:44:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=368#comment-290</guid>
		<description>subhanallah.. keren om JOOKUT.. setudju.. OK banget..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>subhanallah.. keren om JOOKUT.. setudju.. OK banget..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Wawancara dengan Michio Kaku by jookut</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/11/09/wawancara-dengan-michio-kaku/#comment-289</link>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 05:27:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=368#comment-289</guid>
		<description>Om Kaku, saya tahu pemikiran Anda sangat mengejutkan. Luar biasa. Bahkan ekstrim. Sangat &quot;sesuai&quot; dengan perkembangan zaman sekarang ketika manusia sangat ingin tahu tentang dirinya dan asal-usul kehidupan. Tentang kedudukannya di alam semesta. Mungkin karena itu juga buku-buku Anda selalu menjadi best-seller.

Tapi, dalam pandangan saya, banyak hal dari pemikiran om yang terlalu berlebihan. Bermimpi boleh saja. Tapi jika sesuatu yang kita anggap/mimpikan itu memang tidak ada, apanya yang harus dimimpikan. Justru kita akan terjebak oleh mimpi kita sendiri. &quot;Pasti ada... Pasti ada...&quot; Padahal tidak ada. Lalu berubah menjadi &quot;Harus ada&quot;. Setahu saya ilmuwan biasanya berpikir secara induktif (rasional). Mimpi dan imajinasi itu harus dibatasi. Karena jika tidak, akan kehilangan esensi keilmiahan sendiri.

Saya sangat percaya ada kehidupan lain selain manusia. Dalam salah satu hadits dari Rasulullah saw diriwayatkan bahwasanya beliau bersabda, “Allah menciptakan kawasan berwarna putih seperti perak. Ukurannya 30 kali lipat ukuran dunia. Di sana, tinggal berbagai umat yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah sedetik pun.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka termasuk keturunan Adam?” Beliau menjawab, “Tidak ada yang mengetahui mereka kecuali Allah. Dan mereka tidak memiliki pengetahuan tentang Adam.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana dengan Iblis terhadap mereka?” Beliau menjawab, “Mereka tidak mengetahui Iblis.” Kemudian beliau membacakan firman Allah: Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (QS An-Nahl [16]: 8). (Sumber: Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas, “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” (diterjemahkan oleh Abdul Halim), Bandung: Pustaka Hidayah, Cet. I, Oktober 2002, hal. 48)

Menurut saya peradaban/kehidupan lain itu tidak diukur dari kemajuan teknologi. Peradaban lain itu berbeda karena sifat alami mereka memang berbeda. Diciptakan berbeda. Om Kaku, saya selalu beranggapan bahwa manusia itulah, secara alami, peradaban tipe III. Bukan karena teknologinya. Tapi karena kemanusiaannya itu, justru. Manusia itu unik. Mengagumkan. Karena manusia diberi tiga modal pada saat bersamaan, yaitu hati, akal, dan nafsu. Ketiganya jika dikonsolidasikan secara benar, akan menghasilkan banyak hal yang hebat.

Permasalahan dasarnya adalah bahwa kita harus membuang paham evolusionis. Bukankah sebelum pencarian tentang peradaban tipe I, II, III ini, sebenarnya yang kita cari adalah awal-mula kehidupan. Apa yang menyebabkan kehidupan dan seluruh isinya menjadi eksis? Apakah melalui Big Bang? Sebelum Big Bang ada apa? Siapa/apa yang memicu Big Bang? Buntu. Ada akibat, pasti ada penyebab; begitulah biasanya rasionalitas bekerja. Evolusi hanya berhenti pada &quot;penjelasan&quot; mengenai spesies bersel satu. Siapa/apa yang membuat spesies bersel satu menjadi eksis? Ada dari sononya? Kebetulan? Buntu. Mungkin saja peradaban tipe III, II, dan I, itu berpikir bahwa, &quot;Ih peradaban manusia itu sangat terbelakang. Lihat saja, mereka mengira alam raya ini ada secara kebetulan. Padahal dalam konteks ilmiah sekalipun tidak ada yang namanya &#039;om kebetulan&#039;.&quot; Ha...ha

Sederhana saja. Yang harus menjadi pegangan adalah bahwa semua ini diciptakan. Ada satu kekuatan di luar pikiran manusia yang menciptakan semua ini. Hanya satu. Bukan dua, tiga, empat sepuluh sejuta, bahkan jutaan, seperti banyak disebutkan agama pagan itu. Ketidakpercayaan pada satu kekuatan ini disebabkan oleh kerangka berpikir manusia yang serba terbatas, dan angkuh.

Saya percaya kelak astronomi/kosmologi akan menemukan &quot;jejak penciptaan&quot;. Dan ketika itu terjadi, namun ilmuwan masih menolak kebenaran itu, maka tak perlulah bicara tipe peradaban I, II, III. Tak perlu bicara tentang menghapus sektarianisme, persaingan agama, kebuasan kepada orang-orang awam (non-ilmuwan), sedangkan ilmuwan sendiri masih memiliki kebuasan ilmiah, arogansi ilmiah. Sementara selama jejak itu belum ditemukan, maka ilmuwan harus menggunakan dasar yang benar-benar ilmiah. Bukan khayalan yang kelewat batas.

Tambahan juga, Om Kaku. Ide peradaban global itu mengandung muatan politis, dan ekonomis. New World Order kah? New Solar Order kah? New Galaxy Order kah? New Universe Order kah? New Multiverse Order kah? Semua itu mimpi jika ilmuwan sosial Barat (dan Jepang) bersikukuh demokrasi adalah puncak pencapaian peradaban manusia. Lihat fakta. Bukankah demokrasi yang menciptakan anarkisme dan kebebasan yang buas ini? Dengan semua peristiwa demokratis ini, kita masih mau menyebutnya sebagai modal menjadi peradaban tipe I, II, III. Sama saja demokrasi dengan otokrasi. Keduanya feodal. Palsu. Anarkis. Jadi menurut Om Kaku, sistem apa yang cocok untuk bisa meniadakan kebuasan dan sektarianisme? Tatanan global? Tatanan global dengan dasar yang rapuh seperti sekarang ini? Dengan dominasi satu pihak terhadap pihak lain? Atau ke-samarata-samarasa-an sosialisme (yang sama palsunya, dominasi juga)?

Elit-elit dunia itu, jika mereka memang benar-benar ingin berkuasa, habisi saja semua manusia, dengan racun (tanpa ketahuan, melalui propaganda positif media massa). Tinggal tersisa 9 atau 13 atau beberapa puluh atau ratusan elit. Kemudian hidup di gunung tengkorak, gua tengkorak, rumah tengkorak. Terus mereka bisa memulai hidup baru. Tapi karena tidak ada petani, distributor kecil, dan orang-orang kecil, maka mereka harus menanam padi sendiri, memberi pupuk sendiri, memanen sendiri, menggiling padi sendiri. Masak-masak sendiri, mandi-mandi sendiri, gali sumur sendiri, pasang lampu sendiri. Perbaiki atap sendiri. Perbaiki comberan pun harus sendiri dong. Gali kubur sendiri. Pasang kain kafan/peti mati juga sendiri. Ha... ha. Oh mungkin ini kehidupan yang diinginkan para elit itu. Menggelikan. Merasa bisa hidup tanpa orang lain. Memandang sebagian besar manusia itu alat permainan, budak, dan layak dimusnahkan.

(Maka para elit berkata), &quot;Bukan begitu dong caranya, Joo. Setahap demi setahap lah. Pertama kami harus menciptakan instabilitas di semua wilayah di Bumi ini terlebih dahulu. Supaya ndak ada yang sadar tentang tujuan kami, dan prosedur kami. Sementara itu kami terus meneliti kemungkinan menciptakan kondisi/lingkungan di planet lain untuk menopang suatu bentuk kehidupan. Dan di bumi juga kami terus mengembangkan rekayasa genetik, pertanian buatan, organ buatan, air buatan, robot-robot, dan berbagai penopang kehidupan, pokoknya buatan. Jika semua itu telah lengkap dan sempurna, tentu kami tak segan-segan untuk menghancurkan Bumi dan seluruh penghuninya. Mudah saja, kami tinggal pergi ke planet kami tadi, sambil membawa seluruh peralatan dan teknologi tadi itu, dan juga senjata sinar ataupun nuklir. Terus dari sana kami memusnahkan kalian. Ha ha. Dengan begitu kami bisa meneruskan kehidupan kami yang indah, bahagia, dan &#039;kekal&#039;. Tentu kami tak perlu repot-repot menanam padi sendiri, dan sendiri-sendiri lainnya. Kami kan sudah punya teknologi. Robot. Pertanian buatan. Simpel kan? Semua udah otomatis deh.&quot; Joo bertanya, &quot;Kenapa sih kalian segitu pengennya memusnahkan manusia, sampai-sampai pake banyak propaganda, ratusan ribu lagi?&quot; Elit menjawab, &quot;Ah enggak, seneng aja.&quot;

Om Kaku, ada satu sistem yang pasti, insya Allah, kelak memimpin dunia kita, tata surya kita, galaksi kita, universe kita, multiverse kita, atau apapun itu, yaitu New Caliphate Order. Ini tidak mengajarkan tuh elit-elitan atau rakyat-rakyatan. Semua dibagi berdasarkan kedudukan sesuai amanah, keadilan, ketidakzaliman. Dan adil itu tidak harus sama rata sama rasa.

Ide tentang produksi organ tubuh dan basis genetik penuaan, itu luar biasa. Mengejutkan. Tapi jika itu mengarah pada nafsu untuk &quot;abadi&quot;, maka apa bedanya dengan keserakahan yang coba ditiadakan tadi? Menurut saya bukankah sebaliknya, justru kematian akan menjawab semua pertanyaan kita tentang diri kita, kehidupan, asal-usul kita, tentang &quot;dunia lain&quot; yang selalu diragukan? Dengan kematian itulah kita bisa mengetahui teka-teki ilmiah kita. 

&quot;Kematian adalah kehidupan. Dengan kematian kita bisa tahu apa itu kehidupan.&quot; (wise word by (c)jookut tah, can didaftarkeun ka Departemen HAKI)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om Kaku, saya tahu pemikiran Anda sangat mengejutkan. Luar biasa. Bahkan ekstrim. Sangat &#8220;sesuai&#8221; dengan perkembangan zaman sekarang ketika manusia sangat ingin tahu tentang dirinya dan asal-usul kehidupan. Tentang kedudukannya di alam semesta. Mungkin karena itu juga buku-buku Anda selalu menjadi best-seller.</p>
<p>Tapi, dalam pandangan saya, banyak hal dari pemikiran om yang terlalu berlebihan. Bermimpi boleh saja. Tapi jika sesuatu yang kita anggap/mimpikan itu memang tidak ada, apanya yang harus dimimpikan. Justru kita akan terjebak oleh mimpi kita sendiri. &#8220;Pasti ada&#8230; Pasti ada&#8230;&#8221; Padahal tidak ada. Lalu berubah menjadi &#8220;Harus ada&#8221;. Setahu saya ilmuwan biasanya berpikir secara induktif (rasional). Mimpi dan imajinasi itu harus dibatasi. Karena jika tidak, akan kehilangan esensi keilmiahan sendiri.</p>
<p>Saya sangat percaya ada kehidupan lain selain manusia. Dalam salah satu hadits dari Rasulullah saw diriwayatkan bahwasanya beliau bersabda, “Allah menciptakan kawasan berwarna putih seperti perak. Ukurannya 30 kali lipat ukuran dunia. Di sana, tinggal berbagai umat yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah sedetik pun.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka termasuk keturunan Adam?” Beliau menjawab, “Tidak ada yang mengetahui mereka kecuali Allah. Dan mereka tidak memiliki pengetahuan tentang Adam.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana dengan Iblis terhadap mereka?” Beliau menjawab, “Mereka tidak mengetahui Iblis.” Kemudian beliau membacakan firman Allah: Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (QS An-Nahl [16]: 8). (Sumber: Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas, “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” (diterjemahkan oleh Abdul Halim), Bandung: Pustaka Hidayah, Cet. I, Oktober 2002, hal. 48)</p>
<p>Menurut saya peradaban/kehidupan lain itu tidak diukur dari kemajuan teknologi. Peradaban lain itu berbeda karena sifat alami mereka memang berbeda. Diciptakan berbeda. Om Kaku, saya selalu beranggapan bahwa manusia itulah, secara alami, peradaban tipe III. Bukan karena teknologinya. Tapi karena kemanusiaannya itu, justru. Manusia itu unik. Mengagumkan. Karena manusia diberi tiga modal pada saat bersamaan, yaitu hati, akal, dan nafsu. Ketiganya jika dikonsolidasikan secara benar, akan menghasilkan banyak hal yang hebat.</p>
<p>Permasalahan dasarnya adalah bahwa kita harus membuang paham evolusionis. Bukankah sebelum pencarian tentang peradaban tipe I, II, III ini, sebenarnya yang kita cari adalah awal-mula kehidupan. Apa yang menyebabkan kehidupan dan seluruh isinya menjadi eksis? Apakah melalui Big Bang? Sebelum Big Bang ada apa? Siapa/apa yang memicu Big Bang? Buntu. Ada akibat, pasti ada penyebab; begitulah biasanya rasionalitas bekerja. Evolusi hanya berhenti pada &#8220;penjelasan&#8221; mengenai spesies bersel satu. Siapa/apa yang membuat spesies bersel satu menjadi eksis? Ada dari sononya? Kebetulan? Buntu. Mungkin saja peradaban tipe III, II, dan I, itu berpikir bahwa, &#8220;Ih peradaban manusia itu sangat terbelakang. Lihat saja, mereka mengira alam raya ini ada secara kebetulan. Padahal dalam konteks ilmiah sekalipun tidak ada yang namanya &#8216;om kebetulan&#8217;.&#8221; Ha&#8230;ha</p>
<p>Sederhana saja. Yang harus menjadi pegangan adalah bahwa semua ini diciptakan. Ada satu kekuatan di luar pikiran manusia yang menciptakan semua ini. Hanya satu. Bukan dua, tiga, empat sepuluh sejuta, bahkan jutaan, seperti banyak disebutkan agama pagan itu. Ketidakpercayaan pada satu kekuatan ini disebabkan oleh kerangka berpikir manusia yang serba terbatas, dan angkuh.</p>
<p>Saya percaya kelak astronomi/kosmologi akan menemukan &#8220;jejak penciptaan&#8221;. Dan ketika itu terjadi, namun ilmuwan masih menolak kebenaran itu, maka tak perlulah bicara tipe peradaban I, II, III. Tak perlu bicara tentang menghapus sektarianisme, persaingan agama, kebuasan kepada orang-orang awam (non-ilmuwan), sedangkan ilmuwan sendiri masih memiliki kebuasan ilmiah, arogansi ilmiah. Sementara selama jejak itu belum ditemukan, maka ilmuwan harus menggunakan dasar yang benar-benar ilmiah. Bukan khayalan yang kelewat batas.</p>
<p>Tambahan juga, Om Kaku. Ide peradaban global itu mengandung muatan politis, dan ekonomis. New World Order kah? New Solar Order kah? New Galaxy Order kah? New Universe Order kah? New Multiverse Order kah? Semua itu mimpi jika ilmuwan sosial Barat (dan Jepang) bersikukuh demokrasi adalah puncak pencapaian peradaban manusia. Lihat fakta. Bukankah demokrasi yang menciptakan anarkisme dan kebebasan yang buas ini? Dengan semua peristiwa demokratis ini, kita masih mau menyebutnya sebagai modal menjadi peradaban tipe I, II, III. Sama saja demokrasi dengan otokrasi. Keduanya feodal. Palsu. Anarkis. Jadi menurut Om Kaku, sistem apa yang cocok untuk bisa meniadakan kebuasan dan sektarianisme? Tatanan global? Tatanan global dengan dasar yang rapuh seperti sekarang ini? Dengan dominasi satu pihak terhadap pihak lain? Atau ke-samarata-samarasa-an sosialisme (yang sama palsunya, dominasi juga)?</p>
<p>Elit-elit dunia itu, jika mereka memang benar-benar ingin berkuasa, habisi saja semua manusia, dengan racun (tanpa ketahuan, melalui propaganda positif media massa). Tinggal tersisa 9 atau 13 atau beberapa puluh atau ratusan elit. Kemudian hidup di gunung tengkorak, gua tengkorak, rumah tengkorak. Terus mereka bisa memulai hidup baru. Tapi karena tidak ada petani, distributor kecil, dan orang-orang kecil, maka mereka harus menanam padi sendiri, memberi pupuk sendiri, memanen sendiri, menggiling padi sendiri. Masak-masak sendiri, mandi-mandi sendiri, gali sumur sendiri, pasang lampu sendiri. Perbaiki atap sendiri. Perbaiki comberan pun harus sendiri dong. Gali kubur sendiri. Pasang kain kafan/peti mati juga sendiri. Ha&#8230; ha. Oh mungkin ini kehidupan yang diinginkan para elit itu. Menggelikan. Merasa bisa hidup tanpa orang lain. Memandang sebagian besar manusia itu alat permainan, budak, dan layak dimusnahkan.</p>
<p>(Maka para elit berkata), &#8220;Bukan begitu dong caranya, Joo. Setahap demi setahap lah. Pertama kami harus menciptakan instabilitas di semua wilayah di Bumi ini terlebih dahulu. Supaya ndak ada yang sadar tentang tujuan kami, dan prosedur kami. Sementara itu kami terus meneliti kemungkinan menciptakan kondisi/lingkungan di planet lain untuk menopang suatu bentuk kehidupan. Dan di bumi juga kami terus mengembangkan rekayasa genetik, pertanian buatan, organ buatan, air buatan, robot-robot, dan berbagai penopang kehidupan, pokoknya buatan. Jika semua itu telah lengkap dan sempurna, tentu kami tak segan-segan untuk menghancurkan Bumi dan seluruh penghuninya. Mudah saja, kami tinggal pergi ke planet kami tadi, sambil membawa seluruh peralatan dan teknologi tadi itu, dan juga senjata sinar ataupun nuklir. Terus dari sana kami memusnahkan kalian. Ha ha. Dengan begitu kami bisa meneruskan kehidupan kami yang indah, bahagia, dan &#8216;kekal&#8217;. Tentu kami tak perlu repot-repot menanam padi sendiri, dan sendiri-sendiri lainnya. Kami kan sudah punya teknologi. Robot. Pertanian buatan. Simpel kan? Semua udah otomatis deh.&#8221; Joo bertanya, &#8220;Kenapa sih kalian segitu pengennya memusnahkan manusia, sampai-sampai pake banyak propaganda, ratusan ribu lagi?&#8221; Elit menjawab, &#8220;Ah enggak, seneng aja.&#8221;</p>
<p>Om Kaku, ada satu sistem yang pasti, insya Allah, kelak memimpin dunia kita, tata surya kita, galaksi kita, universe kita, multiverse kita, atau apapun itu, yaitu New Caliphate Order. Ini tidak mengajarkan tuh elit-elitan atau rakyat-rakyatan. Semua dibagi berdasarkan kedudukan sesuai amanah, keadilan, ketidakzaliman. Dan adil itu tidak harus sama rata sama rasa.</p>
<p>Ide tentang produksi organ tubuh dan basis genetik penuaan, itu luar biasa. Mengejutkan. Tapi jika itu mengarah pada nafsu untuk &#8220;abadi&#8221;, maka apa bedanya dengan keserakahan yang coba ditiadakan tadi? Menurut saya bukankah sebaliknya, justru kematian akan menjawab semua pertanyaan kita tentang diri kita, kehidupan, asal-usul kita, tentang &#8220;dunia lain&#8221; yang selalu diragukan? Dengan kematian itulah kita bisa mengetahui teka-teki ilmiah kita. </p>
<p>&#8220;Kematian adalah kehidupan. Dengan kematian kita bisa tahu apa itu kehidupan.&#8221; (wise word by (c)jookut tah, can didaftarkeun ka Departemen HAKI)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Unsolved Mysteries &#8211; Galeri Makhluk-Makhluk Raksasa by skyfighter</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/08/15/unsolved-mysteries-galeri-makhluk-makhluk-raksasa/#comment-288</link>
		<dc:creator>skyfighter</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 04:10:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=188#comment-288</guid>
		<description>menurut kisah aneh yang ku dengar, 2 manusia tampak sedang melewati TPS City. 

&quot;ini pasti bau anu.&quot; begitu katanya.
&quot;bukan-bukan, ini pasti bau anu.&quot; tak mau kalah.

&quot;anda jangan sok tau, saya lewat sini sudah puluhan kali. bau anu ini memang bau anu.&quot;
&quot;saya tidak bermaksud sok tau. asal anda tau, saya lewat sini sudah ratusan kali. dan bau anu ini sudah pati bau anu.&quot;

...maaf cerita detailnya tidak bisa dilanjutkan...

kemudian mereka berdebat hebat. 
benar tentang bau anu...

tiba-tiba, entah berasal darimana, muncul beberapa ekor binatang bersama mereka. akhirnya mereka berkelahi.

tepat sekali, bersama binatang peliharaan mereka masing-masing.

hingga kabar ini kalian dengar, manusia masih kesulitan mengidentifikasi bau anu mana yang benar dan menurut kabar lain yang ku dengar, seorang detektif sedang berusaha menyelesaikan kasus ini...

salam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut kisah aneh yang ku dengar, 2 manusia tampak sedang melewati TPS City. </p>
<p>&#8220;ini pasti bau anu.&#8221; begitu katanya.<br />
&#8220;bukan-bukan, ini pasti bau anu.&#8221; tak mau kalah.</p>
<p>&#8220;anda jangan sok tau, saya lewat sini sudah puluhan kali. bau anu ini memang bau anu.&#8221;<br />
&#8220;saya tidak bermaksud sok tau. asal anda tau, saya lewat sini sudah ratusan kali. dan bau anu ini sudah pati bau anu.&#8221;</p>
<p>&#8230;maaf cerita detailnya tidak bisa dilanjutkan&#8230;</p>
<p>kemudian mereka berdebat hebat.<br />
benar tentang bau anu&#8230;</p>
<p>tiba-tiba, entah berasal darimana, muncul beberapa ekor binatang bersama mereka. akhirnya mereka berkelahi.</p>
<p>tepat sekali, bersama binatang peliharaan mereka masing-masing.</p>
<p>hingga kabar ini kalian dengar, manusia masih kesulitan mengidentifikasi bau anu mana yang benar dan menurut kabar lain yang ku dengar, seorang detektif sedang berusaha menyelesaikan kasus ini&#8230;</p>
<p>salam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on About by duniabaruku</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/about/#comment-287</link>
		<dc:creator>duniabaruku</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 14:22:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?page_id=44#comment-287</guid>
		<description>baarokallohu fiiik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baarokallohu fiiik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Unsolved Mysteries &#8211; Galeri Makhluk-Makhluk Raksasa by HeLLz</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/08/15/unsolved-mysteries-galeri-makhluk-makhluk-raksasa/#comment-286</link>
		<dc:creator>HeLLz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:19:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=188#comment-286</guid>
		<description>te rame anjing</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>te rame anjing</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Malaikat pun Beramai-ramai Menziarahi Makam Tsa&#8217;labah by jookut</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/10/09/malaikat-pun-beramai-ramai-menziarahi-makam-tsalabah/#comment-285</link>
		<dc:creator>jookut</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 01:00:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=310#comment-285</guid>
		<description>Wahai Tsa&#039;labah seandainya kau hidup di zaman &quot;modern&quot; kami, mungkin kau akan setiap hari menyesali jenis dosa dan &quot;hiasan dunia&quot; yang satu ini, dan mungkin setiap itu pula membuatmu lari ke gunung.

Gila... &quot;kemodernan&quot; kami sangat mengerikan, demokrasi kami sangat mengerikan, terus-menerus melahirkan anarki kebebasan. Saya sadar, demokrasi sama anarkinya dengan otokrasi. Lama-lama saya larut menikmati &quot;kemodernan&quot; ini, dengan sedikit penyesalan.

Ingin rasanya &quot;Lari ke hutan... kemudian teriak&quot;
Ya Allah semoga Engkau menemui hamba dengan ampunan sepenuh bumi pula. Aamiin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai Tsa&#8217;labah seandainya kau hidup di zaman &#8220;modern&#8221; kami, mungkin kau akan setiap hari menyesali jenis dosa dan &#8220;hiasan dunia&#8221; yang satu ini, dan mungkin setiap itu pula membuatmu lari ke gunung.</p>
<p>Gila&#8230; &#8220;kemodernan&#8221; kami sangat mengerikan, demokrasi kami sangat mengerikan, terus-menerus melahirkan anarki kebebasan. Saya sadar, demokrasi sama anarkinya dengan otokrasi. Lama-lama saya larut menikmati &#8220;kemodernan&#8221; ini, dengan sedikit penyesalan.</p>
<p>Ingin rasanya &#8220;Lari ke hutan&#8230; kemudian teriak&#8221;<br />
Ya Allah semoga Engkau menemui hamba dengan ampunan sepenuh bumi pula. Aamiin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bukan Pemilik Penuduhan by حَنِيفًا</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/09/24/bukan-pemilik-penuduhan/#comment-283</link>
		<dc:creator>حَنِيفًا</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 13:02:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=251#comment-283</guid>
		<description>Top pisan @Kang. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Top pisan @Kang. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bukan Pemilik Penuduhan by putri</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/2009/09/24/bukan-pemilik-penuduhan/#comment-282</link>
		<dc:creator>putri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 18:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?p=251#comment-282</guid>
		<description>setuju om..^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju om..^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on About by putri</title>
		<link>http://jookut.wordpress.com/about/#comment-281</link>
		<dc:creator>putri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 15:06:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jookut.wordpress.com/?page_id=44#comment-281</guid>
		<description>i like u r blog &amp; i need it..
thank u so much for all information..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>i like u r blog &amp; i need it..<br />
thank u so much for all information..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
