he is nothing, either nobody. just ordinary man, ordinary moslem. living on liked-earth. he is therefore villager, yet not hick. you could call him “the collector”, since he collects anything he meets. knowledge, articles, words, stories, medical information, opinion. he even picks up any garbage he finds anywhere as walking on earth. any kind of garbage, rubber, unused pens, plastic, food and beverage cans. Allah swt has him to be unwell-socialized person, not a saying-hello man, yes he is a silent man. he watches people doing their stuff, while he –with his awareness of self-weaknesses– does something he is able to. however in his heart he deeply wants to be closer to people.


It’s a Jookut’s world
“…dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.” (QS An-Nisaa’ [4]: 63)
“Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.” (QS Al-A’raaf [7]: 4)
“Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata.” (QS Maryam [19]: 74)
“Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya). Maka tatkala mereka merasakan azab kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.” (QS Al-Anbiya [21]: 11-12)
“Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.” (QS Al-Hajj [22]: 45)
“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.” (QS Al-Mu’min [40]: 21)
“Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.” (QS Al-Mu’min [40]: 82)
“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?” (QS Qaaf [50]: 36)
“Barangsiapa yang mengobarkan semangat saudaranya untuk berjihad, ia memperoleh pahala seperti pahalanya, dan setiap langkah yang ia lakukan untuk itu bernilai seperti ibadah satu tahun.” (Hadits mauquf dari Ali bin Abi Thalib ra)
“Wahai hamba-hamba Allah berobatlah kalian, karena tidaklah Allah Azza menimpakan suatu macam penyakit kecuali telah Dia ciptakan obat untuknya, kecuali satu macam penyakit.” Mereka bertanya: “Apa penyakit itu?” Jawab Beliau: “Penyakit tua (pikun).” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud, At-Tirmidzi)
“Setiap penyakit ada obatnya, maka jika obat untuk penyakit itu yang digunakan, niscaya akan sembuhlah ia dengan seizin Allah Azza wa Jalla.” (HR Muslim)
“Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.” (Q.S. Ibrahim [14]: 46)
“Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.” (QS Ath-Thaariq [86]: 15-17)
“Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?” (QS Al-Mu’min [40]: 5)

i like u r blog & i need it..
thank u so much for all information..
baarokallohu fiiik