Jookut
a company of vanquishers
Umar bin Abdul Aziz dan Harta
Posted by on January 30, 2012
(Sumber: Erdy Nasrul, “Pemimpin Pembawa Bencana”, Sabili No. 24 TH. XVI 18 Juni 2009 / 25 Jumadil Akhir 1430, hal. 40)
Ibnu Qayyim al-Jauzi, murid Ibnu Taimiyah, memberi contoh pemimpin yang tidak berkhianat. Dalam sirah Umar bin Abdul Aziz, Ibnu Jauzi menulis, seorang asisten Umar berkata kepada khalifah yang sedang terbaring sakit tersebut, “Wahai khalifah, apakah engkau menjauhkan anak-anakmu dari harta?”
Mendengar pertanyaan itu, Umar bin Abdul Aziz memanggil anak-anaknya. Ketika mereka datang, tetes air mata membasahi pipi Umar, tidak tahan lagi untuk menunjukkan betapa sayangnya kepada mereka yang belum satu pun beranjak dewasa.
Di hadapan mereka, Umar berwasiat, “Bukanlah maksudku untuk tidak memberikan kalian harta. Kalian harus tahu, aku bukanlah penimbun harta yang nantinya aku bagikan kepada kalian semua.”
Setelah memberikan nasihat, Umar memberikan mereka seratus ekor kuda. Bukan untuk dijual atau dipelihara. Ibnu Jauzi menulis, kuda-kuda itu kemudian mereka berikan kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah.
Betapa bangganya Ibnu Jauzi terhadap Umar bin Abdul Aziz. “Dialah khalifah kaum Muslimin dari Turki hingga Andalusia.” Kemudian, Ibnu Jauzi menulis, sungguh sedikit sekali Umar meninggalkan harta untuk anak-anaknya, hanya 20 dirham saja.
——————————————————————————————————————————————————
Anak Adam berkata: “Hartaku… hartaku…” Nabi saw bersabda: “Adakah hartamu hai anak Adam kecuali yang telah kamu belanjakan untuk makan, atau membeli sandang lalu kumal, atau kamu sedekahkan kemudian kamu meninggalkannya.” (HR Muslim)
——————————————————————————————————————————————————















Recent Comments