Malaikat Maut dan Cara Mencabut Nyawa

Oleh: Salim H.J.
Sumber: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur (Hal. 61)
Penerbit LINTAS MEDIA Jombang

Disebutkan dalam kitab As-Suluki bahwa Muqatil bin Sulaiman pernah berkata: Malaikat Maut itu mempunyai tujuh ranjang yang terletak di langit ke tujuh, ada yang mengatakan di langit ke empat. ALLAH Ta’ala menciptakan Malaikat Maut dari cahaya. Ia mempunyai 70.000 kaki, mempunyai 4.000 sayap, yang seluruh jasadnya dipenuhi dengan beberapa mata dan lisan. Tidak ada seorang pun dari anak Adam, burung, termasuk setiap makhluk yang mempunyai nyawa kecuali dirinya berada dalam kekuasaan Malaikat Maut.

Ia memiliki wajah, mata, tangan, dan telinga yang jumlahnya menurut bilangan seluruh manusia maupun makhluk bernyawa lainnya, maka ia mencabut ruh dengan menggunakan tangannya itu. Ia melihat dengan wajahnya tepat pada wajah manusia. Demikianlah cara ia mencabut nyawa para makhluk. Ketika seseorang telah meninggal maka hilanglah dari jasadnya, gambar orang tersebut.

Ada yang mengatakan, bahwa Malaikat Maut itu memiliki empat wajah. Satu wajah ada di depannya, yang kedua ada di kepalanya, yang ketiga ada di punggungnya, dan yang keempat ada di bawah kedua telapak kakinya. Ketika ia mencabut ruh para Nabi dan para malaikat, maka ia mencabut dari arah wajah yang ada di kepalanya. Ketika ia mencabut ruh orang mukmin, maka ia mencabut dari arah wajah yang ada di hadapannya. Ketika ia mencabut nyawa orang-orang kafir, maka dicabut dari arah wajah yang ada di punggungnya. Ketika ia mencabut ruh para jin, maka dicabutlah ruh itu dari arah wajah yang ada di bawah kedua telapak kakinya. Salah satu kakinya berada di atas titian Jahanam, sedangkan kaki yang lain berada di atas ranjang surga.

Adapun untuk mengetahui akhir ajal seseorang, Malaikat Maut tiba-tiba kejatuhan tulisan mati (catatan orang yang akan dicabut nyawanya) dan catatan sakit bagi seorang hamba. Ia lalu berkata: “Wahai Tuhanku, kapan aku mencabut nyawa seorang hamba itu? Dan dalam keadaan yang bagaimana aku mengambil ruhnya?”

Maka ALLAH Ta’ala berfirman: “Wahai Malaikat Maut, ini adalah termasuk ilmu Gaib-Ku, yang tak akan bisa dilihat oleh seorangpun kecuali Aku, akan tetapi Aku akan memberitahukan kepadamu tentang keadaan waktunya, alamatnya yang akan kamu cabut nyawanya. Akan datang kepadamu malaikat yang Aku serahi mengurusi amal perbuatan manusia, dengan mengatakan: “Telah sempurna umur si fulan.” Malaikat yang diserahi mengurusi rizki juga akan datang kepadamu dengan mengatakan: “Telah sempurna rizki dan amal perbuatan si fulan.””

Jika orang itu termasuk orang yang bahagia, maka tampak jelas pada namanya yang ditulis dalam bukunya yang di hadapan Malaikat Maut, dengan tulisan dari nur yang putih di kiri kanan namanya. Sebaliknya jika orang tersebut termasuk orang yang celaka, maka tampak jelas di dalam tulisan namanya terdapat tulisan yang hitam. Kemudian masih belum sempurna bagi Malaikat Maut mengetahui hal yang demikian itu, sehingga ia kejatuhan daun dari pohon yang ada di bawah ‘Arasy, dimana di dalamnya telah tertulis nama orang yang waktu itu harus dicabut nyawanya.

About these ads

3 comments

  1. hamba Allah · September 11, 2010

    assalamuailaikum..syukran..

    sesungguhnya mati itu benar..maka segeralah kamu bertaubat untuk mendapat keampunan darinya..

  2. Endy sarwanto · September 11, 2010

    syukran ya akhi

  3. By Murni · September 11

    Astaghfirullahal’adzim ..
    ampuni hambu-Mu ini yaa Allah ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s