Downloaded from Scribd.com. Sumber aslinya tidak menyertakan gambar. Meskipun dari kalimatnya ada suatu rujukan pada gambar tertentu. Situs rujukannya (www.unsolved-mysteries.net) sendiri sudah tidak aktif.
————————————————————————————————————————-
UNSOLVED MYSTERIES
an exhibition of unsolved mysteries and enigmatic findings in the history of humanity
PARTIAL EXHIBITION CATALOGUE
(ENGLISH)
Oleh: Reinhard Habeck, Dr. Willibald Katzinger, dkk.
www.unsolved-mysteries.net
Layout Eduardo Celis Rojo (2003)
————————————————————————————————————————-
PART 1
TANTANGAN UNTUK TEORI EVOLUSI
Fosil-fosil yang tak seharusnya ada
Pembatuan (petrifaction) yang aneh telah membolak-balikkan gambaran evolusi dunia. Charles Darwin mengatakan bahwa evolusi kehidupan di planet kita terjadi secara bertahap.
Namun, terdapat footprint (bekas jejak kaki) makhluk mirip manusia, yang ditemukan di berbagai belahan dunia yang sebagian dari mereka berasal dari zaman dinosaurus. Menurut teori Darwin, pada zaman itu tidak ada manusia maupun makhluk mirip manusia yang hidup. Penemuan-penemuan tersebut tidak cocok dengan gambaran yang kita kenal mengenai dunia.
Pada tahun 1959, profesor China, Dr. Tschu-Myn Tschen, mengadakan ekspedisi di gurun Gobi. Ia menemukan pembatuan bekas jejak kaki yang berusia sekitar 2 juta tahun.
Di Fisher Canyon, Nevada, AS, ditemukan sebuah bekas jejak kaki yang memperlihatkan bekas kelim/pelipit (bagian dari pakaian) yang jelas. Bekas jejak kaki itu berusia sekitar 15 juta tahun.
Pada tahun 1931, Dr. Wilbur G. Burroughs, seorang geolog, melaporkan tentang pembatuan bekas jejak kaki yang berusia sekurangnya 250 juta tahun. Ia menemukannya di timur laut Gunung Vernon, Kentucky, AS.
Dalam 200 tahun terakhir, ditemukan banyak artefak aneh yang rupanya tidak cocok dengan pola yang kita kenal. Ada banyak pembatuan misterius: periuk besi di dalam batu bara, bekas jejak kaki di dalam batu beserta trilobite (sejenis fosil arthropoda laut-penj) yang hancur, jejak-jejak dan sisa-sisa tulang manusia di dalam lempengan batu berusia jutaan tahun, atau sebuah jari manusia berukuran sangat besar, dan juga fosil palu.
1.01 “Artefak London”
“Palu Texas” adalah salah satu penemuan sejarah bumi yang paling menggelikan. Benarkah ini merupakan artefak purba? Atau, hanya sebuah perkakas yang hilang dari para penambang abad 19 dan kemudian secara aneh tertutup oleh batu sedimen? Kabarnya, perkakas kayu tersebut sebagian dalamnya terkarbonisasi dan kelihatannya digergaji pada ujung dasarnya.
Saat ditemukan, benda tersebut dikelilingi oleh batu gamping. Jadi, palu tersebut dibuat sebelum permulaan alat-alat batu, sehingga seharusnya (sekurangnya) berusia sama dengan batu itu. Para geolog memperkirakan usianya 140 juta tahun. Menurut pandangan teori evolusi kehidupan bumi, tak ada manusia yang hidup di zaman pra-sejarah tersebut. Sebuah analisis dari Batelle Memorial Laboratory, Columbus, Ohio, AS, menyajikan hasil yang membingungkan: bagian atas artefak yang terbuat dari logam mengandung besi 96,6%, khlor 2,6%, dan belerang 0,74%. Benda ini hampir seluruhnya terdiri dari besi murni dan tidak berkarat. Berdasarkan pengujian menggunakan sinar X, baja pada kepala palu tersebut tidak mengandung tanah kimiawi ataupun ketidakteraturan.
1.02 Periuk besi di dalam batu bara
Benda aneh ini ditemukan tahun 1948 di Sulphur Springs, Arkansas, oleh Frank Kennard. Benda ini adalah periuk besi di dalam bongkahan batu bara. Ia menggambarkan, sebagai pengganti sumpah: “Pada tahun 1912 saya bekerja untuk Municipal Electric Plant di Thomas, Oklahoma, dan saya menemukan sebongkah batu bara padat yang terlalu besar untuk diproses. Lalu saya memecahnya dengan palu godam. Kemudian periuk besi ini jatuh keluar dari batu bara tersebut dan meninggalkan jejak bentuknya (form print) di dalam bongkahan. Jim Stull menyaksikan ketika batu pecah dan periuk jatuh keluar. Saya mencoba mencari tahu tentang asal-usul batu bara tersebut: itu berasal dari Oklahoma Mine di Wilburton. Tertanda, Frank Kennard.”
1.03 “Jejak sepatu” di dalam batu beserta trilobite
Jejak sepatu yang membatu ini ditemukan tahun 1968 oleh William Meister di Utah. Pada pinggir sebelah dalam jejak yang kiri terdapat trilobite yang telah hancur, sejenis crustacean (binatang air berkulit keras, seperti udang, kepiting, dsb-penj) prasejarah. Jadi jejak ini tidak mungkin dibuat melalui pembentukan bebatuan secara alamiah. Trilobite punah sekitar 350 juta tahun lalu—sehingga jejak ini pasti lebih tua dari masa tersebut. Menurut teori evolusi Charles Darwin, hal itu tidak mungkin. Para ahli mengatakan bahwa jejak-jejak tersebut palsu. Namun demikian, jejak sepatu ini benar-benar ada; dan bisa diuji kapanpun.
1.04 “Jejak kaki Burdick”
Bekas jejak kaki ini memperlihatkan 5 jari kaki manusia dan semua karakteristik kaki manusia. Para ahli menyebut “jejak kaki Burdick” ini palsu karena terlalu cocok dengan kaki manusia sungguhan.
Dr. Don Patton, seorang geolog, mengujinya pada tahun 1990. Ia memperoleh hasil lain: Batu yang ditemukan beserta jejak tersebut terpotong menjadi 4 bagian di dalam bagian-bagian jari kaki dan tumit. Rincian ini menunjukkan bahwa lumpur tersebar di sekitar jari kaki. Pemalsuan (oleh tukang batu) adalah hal yang tidak mungkin.
1.05 Fosil jari dari zaman dinosaurus?
Ini adalah penemuan yang sangat luar biasa. Ditemukan di dalam sebuah lapisan di dekat Glen Rose, Texas, beserta fosil-fosil lainnya. Ini jelas-jelas adalah sebuah fosil jari manusia yang seluruhnya membatu. Pengujian sinar X tidak menunjukkan adanya perbedaan dengan jari orang hidup. Kukunya utuh. Jari yang membatu tersebut ukurannya 20% lebih besar daripada jari manusia sekarang. Ini adalah fakta yang sangat menarik. Struktur jari ini sangat unik. Sebuah pengujian dan analisis telah membuktikan adanya tulang asli dan tulang selanjutnya. Selama tertanam dalam material tanah lunak, tulang-tulang tersebut digantikan oleh mineral. Proses ini mungkin terjadi sangat cepat karena kalau tidak, jaringannya (jaringan tulang-penj) akan membusuk.
1.06 Lempengan batu dengan jejak tangan
Jejak tangan di dalam batu kapur ini memperlihatkan tangan manusia dengan jari-jari yang tersebar. Artefak ini ditemukan di lapisan bumi yang sama dengan lapisan di mana jejak-jejak dinosaurus ditemukan. Yang mengherankan, jejak tangan itu terpelihara dengan baik (masih utuh). Bagian-bagian tertentu pada tangan tersebut masih dapat dilihat: kontur kuku ibu jari, jejak susunan jaringan antara ibu jari dan jari telunjuk, bagian kecil jari tengah yang tertinggal saat menyentuh lumpur.
Bagaimana menjelaskan penemuan ini? Apakah manusia bermula sejak masa yang sangat-sangat lampau? Atau, apakah dinosaurus punah lebih belakangan dari yang kita duga?
1.07 Fosil tangan di dalam lempengan batu
Baru-baru ini ditemukan artefak aneh di Kolombia. Prof. Jaime Gutierrez, profesor dan perancang kerajinan (industry designer) dari Universitas Bogota, menemukan fosil-fosil tangan tersebut. Fosil-fosil ini dengan jelas memperlihatkan bagian tulang-tulang jari. Semuanya melebur dengan batu. Selain fosil-fosil tersebut, ditemukan juga fosil dan peninggalan (relic) dinosaurus. Keseluruhan fosil ini berada di dalam lapisan bumi yang berusia antara 100 hingga 130 juta tahun. Tapi menurut ilmu pengetahuan dan teori evolusi Darwin, sangat mustahil manusia dan dinosaurus hidup bersama-sama. Lalu bagaimana pembatuan tangan-tangan manusia seperti itu bisa terjadi?
1.08 Katak dalam sebuah lubang
Benda aneh yang terkenal ini telah menggemparkan masyarakat sejak dipublikasikan pada tahun 1901. Ditemukan sekitar 2 tahun sebelumnya, ini adalah salah satu kepingan bukti, yang memperkuat kepercayaan terhadap ratusan mitos dan legenda tentang pelarian katak-katak hidup yang terjebak dalam bebatuan dan kayu. Menurut laporan-laporan di Inggris, dua orang pekerja menemukannya di Lewes, Sussex. Tak diragukan lagi bahwa katak tersebut sungguhan, dan bahwa gumpal batu api (flint nodule), yang kosong dari kerangka fosil yang sebelumnya ada, juga sungguhan. Penemuan ini dipublikasikan oleh Charles Dawson, pria yang dipercaya oleh banyak orang sebagai penipu Piltdown Skull. Ia sering dihubungkan dengan benda-benda aneh dan meragukan. Sekarang ini, katak tersebut telah banyak menyusut dibanding saat pertama kali digambarkan, ini menunjukkan bahwa ia belum berusia sangat tua ketika dipublikasikan.
Booth Museum of Natural History
Brighton & Hove Sussex, England, UK.
List Unsolved Mysteries:
Unsolved Mysteries Part 1 : Tantangan untuk Teori Evolusi
Unsolved Mysteries Part 2 : NOMOLI – Pengawal Bebatuan Langit
Unsolved Mysteries Part 3 : Galeri Makhluk-makhluk Raksasa
Unsolved Mysteries Part 4 : Rahasia Tulisan-tulisan yang Tak Terbaca
Unsolved Mysteries Part 5 : Aula Pengetahuan

0 Responses to “Unsolved Mysteries – Tantangan Untuk Teori Evolusi”